Club No. 1 Part 7

Kangin yang baru aja selesai mandi udah siap-siap dengan setelan kemeja yang bener-bener rapih,
“Baju, ok!” katanya sambil memperhatikan bajunya dicermin,
“Rambut, ok!” katanya sambil sedikit merapihkan tatanan rambutnya,
“Badan gw, wangi! Muka gw juga udah ganteng! Yang kurang apa lagi ya?” tanya pada diri sendiri,
“Kurang banyak!” kata Leeteuk yang sejak tadi memeperhatikan kelakuan narsis Kangin,
“Kurang banyak?” tanya Kangin Bingung,
“Iye! Kurang banyak yang senarsis loe!” jawab Leeteuk dengan wajah tertekuk,
“Ye.. bukan narsis tau! Tapi mensyukuri nikmat!” kata Kangin ngaco,
“Hah nikmat? Nungguin loe cowok metrosexsual dandan hampir 3 jam loe kata NIKMAT!”
“Ya udah, kayak loe kaga aje, udah buru nyok!” ajak Kangin, sambil menarik-narik tangan Leeteuk.
——-
Di depan sebuah bioskop dua orang gadis cantik berdiri sambil menenteng tasnya masing-masing,
“Apakah kau menunggu pacarmu?” tanya seorang gadis yang memakai gaun biru dengan rambut ikal yang tergerai,
“Iya, aku sedang menunggunya, kami akan menonton malam ini!” jawab gadis disampingnya yang terlihat sangat casual dengan celana jeans panjang, dan kaus pendek serta rambut yang diikat,
“Oh..”
“Tania imnida!” kata gadis dengan pakaian casual itu,
“Yolanda imnida!” kata gadis satunya,
“Kau mau menonton film apa?” tanya Tania,
“Entahlah, aku hanaya mengikuti pacarku saja!”
“Oh begitu ya, kalau begitu sama denganku!” keduanya lalu terlibat pembicaraan yang cukup menarik hingga terlihat dua orang pria menghampiri mereka dengan penampilan yang sangat rapih,
“Wuah kalian sudah saling kenal ya?” kata pria yang memakai kemeja hijau,
“Kangin!” kata Tania saat melihat Kangin ada dihadapannya,
“Leeteuk oppa?” tanya Yolanda seolah meyakinkan apakah pria tampan didepannya benar-benar kekasihnya atau bukan *lebay banget*
“Annyeong Yolanda, kenalkan ini Kangin sahabatku” ujar Leeteuk memperkenalkan Yolanda kepada Kangin,
“Kagin imnida”
“Yolanda imnida”
“Senang bertemu denganmu.. Ah Tania ini Leeteuk, Leeteuk ini Tania!” akhirnya setelah perkenalan itu keempatnya memasuki gedung bioskop untuk menonton,
“Baiklah, sekarang kita makan malam terlebih dahulu, baru mengantarkan para gadis pulang, bagaimana?” tanya Kangin saat baru keluar dari gedung bioskop,
“Ne!” jawab Tania dan Yolanda setuju.
——-
Kibum baru saja akan tidur ketiika tiba-tiba pintu kamarnya diketuk oleh pelayan, meskipun malas keluar karena hari memang sudah malam tapi karena si pelayan mengatakan kalau Henry yang datang, Kibum terpaksa turun dari kamarnya yag berada dilantai dua,
“Ada ap? Ini sudah malam, kenpa malah bertamu kerumahku?” tanya Kibum sambil menuruni tangga,
“Benarkah? Leeteuk hyung, dan Kangin hyung saja jam segini masih berkencan dengan gadis-gadis cantik!” Henry balik bertanya,
“Heh kalau kau mau pacaran cari saja gadis cantik diluar sana, ada banyak yang mau denganmu, tinggal kau pilih saja! Jangan malah mengencaniku!” sindir Kibum,
“Aissh dasar kau ini!”
“Ada apa?”
“Aku hanya bosan, aku mau menginap disini saja, rumahku benar-benar sepi sekarang!”
“Henry, rumahku malah lebih sepi!”
“Tapi tidak sepi kalau kita berdua, iya kan?” Henry menatap Kibum penuh harap,
“Ah ye.. terserah saja! Sudah makan?”
“Belum!”
“Aku sudah, tapi kalau kau belum makan, akan aku temani!” Kibum lalu mengajak Henry menuju ruang makan,
“Kau juga makan ya! Jangan hanya melihat saja!” ajak Henry, dan Kibum mengangguk pasrah.
——
Malamnya sekitar pukul sepuluh Kibum yang baru saja akan tertidur sesaat setelah mematikan komputernya, lagi-lagi diganggu oleh ketukan pintu,
“Kenapa lagi sich!” gumam Kibum kesal, dia menoleh ke arah Henry yang ternyata sudah tertidur nyenyak diatas ranjangnya ‘TOK TOK TOK’ lagi-lagi suara ketukan itu terdengar lagi, Kibum langsung menghampiri pintu dan membukanya,
“BUMMIE!” teriak Leeteuk dan Kangin yang ternyata sudah berda didepan kamarnya, Kibum langsung menjauhkan tubuhnya saat melihat kedua sahabatnya hendak memeluknya,
“Ya mau kemana?” ujar Kngin sambil mengejarnya,
“Eh anak kecil disini toh!” kata Leeteuk saat menyadari kehadiran Henry dikamar Kibum,
“Wuah kalian berdua sedang apa?” tanya Kangin curiga,
“Boe? Jangan bicara macam-macam, kalian berdua juga untuk apa kesini?” kata Kibum jengkel,
“Aissh songong loe! Gw sama Leeteuk hyung kesini mau nemenin loe tau, gw sama Leeteuk hyung ka tau kalo loe lagi sendiri dirumah!” jawab Kangin,
“Apakah anak kecil ini berpikiran sama?” tanya Leeteuk,
“Ani! Dia bilang rumahnya sepi hyung, jadinya kesini, sempet makan pula sebelum tidur!”
“Hahaha kesian banget loe didatengin tamu tukang makan kayak dia!” ledek Leeteuk,
“Woy Bum, gw maen game online ya!” kata Kangin yang ternyata sudah bersiap didepan komputer Kibum yang menyala,
“Jiah hyung, itu kompie baru aja gw matiin!” kata Kibum sambil berkacak pinggang, sementara Kangin hanya tersenyum puas,
“Udah lama ya kita ga tidur bareng?” tanya Leeteuk,
“Ada kali dua tahun hyung!” jawab Kagin dengan mata hanya tertuju pada game online,
“Iya, tapi kalo mau tidur badanya dibersihin dulu!” kelu Kibum dengan wajah tertekuk,
“Iya udah, gw mandi dulu ya!” kata Leeteuk,
“Gw abis loe dech, mau nyelesein ini dulu bentaran!” kata Kangin sambil menunjuk kearah komputernya,
“Oh iye Bum, loe tau ga?” tanya Kangin, “Oh iye belum dikasih tau mana mungkin tau ye? Tadi tuch gw sama Leeteuk hyung double date, udah gitu datengnya telat gara-gara gw kelamaan dandan, pas nyampe sana ga taunya cewek gw si Tania, sama ceweknya Leetuk err.. Yolanda! Iye-iye namanye Yolanda, mereka berdua udah kenal dulan coba! Hahaha” kata Kangin panjang lebar dengan mata tak pernah lepas dari game onlinenya,
“Kapan-kapan kita triple date yuk! Loe ajakin cewek loe tuch yang cantik jelita!” kata Kangin lagi,
“By the way, loe berdua masih jadian kan?” tanya Kangin yang kali ini menolehkan kepalanya kebelakang,
“Ya elah, gw dari tadi ngomong panjang lebar, ngalor ngidul ga ada yang dengerin, yang diajak ngobrol malah tidur!!”

Kangin menatap kesal ke arah Kibum yang sudah tepar diatas kasurnya, sambil geleng-geleng Kangin lalu marah-marah ga jelas,
“Dasar tukang tidur!” umpat Kangin,
“Woy gantian sana!” teriak Leeteuk sambil melemparkan handuk kewajah Kangin,
“Aissh anduk basah ngapain sich dilempar-lempar sembarangan ke muka gw? Ga sopan amat loe!!” omel Kangin sambil meremas-remas handuknya,
“Hahaha pantes sich, muka loe kan udah kotor begitu! Udah cepet sana loe mandi!”
“De!” Kangin lalu melangkah kearah kamar mandi, sedang Leeteuk langsung merebahkan tubuhnya disamping Kibum dan Henry *Kibumnya sebelah kiri, Henry tengah-tengah Leeteuk kanan*
“Hah.. mereka berdua polos sekali saat sedang tertidur!” ujar Leeteuk seraya menatap wajah kedua temannya, selang beberapa saaat Leeteuk pun tertidur pulas *emang muat ya itu kasur, belom lagi ada Kangin ckckck authorgeblek*
——-
Paginya, Leeteuk mondar-mandir disekitar kamar Kibum yang luas, sementara si empunya kamarnya masih asik didunia mimpi bareng 2 temennya yang ngga punya kamar *dilempar gentong* maksudnya yang lagi nginep *dilempar bunga*
“Mana ya?” tanya Leeteuk pada dirinya sendiri,
“Perasaan kaga pernah gw lepas!” katanya sambil garukin kepalanya, Leeteuk masih terus ngegeratakin kamar, ngelemparin bantal sofa yang ada dikamar Kibum, ngelemparin boneka-boneka yang dikasih fansnya Kibum *plokplokplok* ngelemparin duit (?) pokoknya apapun yang punya potensi menutupi sudut pandangnya langsung dilempar, dan dibinasakan (???)
“ARRRGGGGHHHHHH!!!!” teriak Leeteuk putus asa, dan saking kencengnya teriakannya, itu, tiga makhluk yang lagi ada di dream land langsung terlempar ke dunia nyata,
“TIDAAAKKKKK!!” teriak Henry lebih kencang,
“BERISIIKKKKK!!!” Kangin yang kaget teriak lebih kenceng lagi,
“HYA~~~~ GENDANG TELINGA GW PECAAAHHH!!” Kibum akhirnya ikut-ikutan teriak, dan teriakannya yang paling dahsyat sampe bikin akuariumnya pecah,
“Hebat loe Bum, akuarium ampe pecah!” puji Leeteuk setengah kaget,
“Hebat apanya, orang akuariumnya loe senggol jelas aja die pecah!” kata Kangin sambil ngelap tsunami dipinggiran pipinya @_@
“Hehehehe…” Leeteuk cuma nyengir kuda, padahal mukanya Kibum sekarang kusutnya udah kayak baju cucian yang baru kering diperes tapi ngga digosok XD
“Hyung, ngapain sich loe tereak-tereak? Suara loe tau ngga?” tanya Henry sambil cemberut kesal,
“Seksi?” tebak Leeteuk,
“CEMPRENG!” koor Kibum, dan Kangin,
‘Iya! Makanya mimpi indah gw mendadak jadi mimpi buruk!”
“Emang loe mimpi apa Hen?” Leeteuk yang penasaran buru-buru duduk dikasur,
“Gw, tadi mimpi jadi pembalap!”
“Terus?” tanya Kangin setengah cuek,
“Pas gw lagi balapan banyak banget cewek cantiknya!” kata Henry yang sebenernya lagi mancing Kangin,
“W.O.W!!” bener aja Kangin yang awalnya mau minggat kekamar mandi kembali duduk disamping Henry,
“Seksi…” tambah Henry, dan sekarang bukan cuma Kangin yang nafsuan, tapi juga Leeteuk yang makin merapat,
”Cewek-cewek itu, neriakin nama gw!”
“Kayak gimana?” tanya Leeteuk,
“Kayak gini, AAAAARRRRRRRGGGGGHHHHHHHH!!!!!” kali ini Henry berteriak lebih kencang dan lebih cempreng dari Leeteuk ~~)
“Kok begitu sich?” tanya Kibum heran, sementara Leeteuk dan Kangin sibuk niupin kupingnya yang nyaris budeg ^^)7
“Iyalah! Orang gwnya nabrak tiang, (ketiga temennya ngangguk tanda ngerti sekaligus prihatin) dan sebelum gw nabrak itu, gw liat Leeteuk hyung masuk kemimpi gw, jadi aja mimpi gw kelam!”
“Ye itu sich loenya aje yang dongo, kenapa bawa-bawa gw!” Leeteuk ngga terima,
“Ye kan emang gara-gara loe teriak!” kata Henry ngga mau kalah,
“Bener juga sich! Da gw bangun itu gara-gara teriakan loe berdua!” kata Kangin sambil nunjuk-nunjuk kearah Henry dan Leeteuk,
“Dan gw bangun karena teriakan cempreng bin fals, loe bertiga! Dan kamar gw berantakan, pasti gara-gara loe bertiga! Dan kamar gw banjir, gara-gara akuarium pecah, pasti akibat kecerobohan kalian bertiga!”
“!#@1#24!@$!@#%!@#$1”
——-
“Nich udah ketemu!” kata Kibum sambil menenteng ponsel berwarna putih milik Leeteuk,
“Kok loe cepet banget nemuinnya? Gw aja mondar-mandir ngga nemu-nemu!”
“Iyalah, orang loe taro dikamar mandi!”
“Gw udah nyaeri kesana!”
“Gw kan pinter (Leeteuk ngangguk pasrah) ya udah gw miscall, loe kan rada-rada dongo ye hyung? (Leeteuk ngangguk lebih pasrah dari sebelumnya) Ini henpon keselip, nah ampe kapan juga kalo kaga loe miscallin, ya kaga bakal nemu!”
“Ngerti?” tanya Henry yang lebih mirip nyindir,
“Hya!!” Leeteuk dengan tangan mengepal siap memukul wajah Henry.
——-
‘Klo dpkr2 mending pts aja sich!’
“MWORAGO?” *pke nadanya UKISS* mata sipit Youngree langsung membulat dan nyaris keluar,
‘Tp gw sayang bgt sma Key!’ dengan wajah madeseu Youngree mengirim pesan melalui hp ummanya, maklum kebiasaan lama, ngirit pulsa, pake pulsa umma ^^
‘Cowokkan banyak oyoung!!!! Ntar aq criin yang bru, mwu ga?’ Youngree rada bimbang waktu baca kalimat terakhir,
‘Bntu criin solusi laen bsa ga?’
‘GA! SI KEY ITU EXTRA INTROVERT! CAPEK!! MALAY!!’
“Aissshhh dasar Dong-dong! Masa minta bantu gitu doang marah-marah, ngga ikhlas banget sich!’
‘Ya udh, thx’ dengan muka masih ditekuk,
——-
Dikamar Donghwa,
“Dasar babo! Pacaran sama patung aja bangga bener! Dicariin yang baru ngga mau!” gerutu Donghwa sambil memaki hpnya,
“Siapa?” tanya Dongho yang lagi asik tidur-tiduran sambil main PSP dikasurnya,
“Si oyoung!”
“Ouhhh sampe monyong gitu!”
“Ihhh”
Hening….
“Dong, loe kaga mau pacaran?” tanya Donghwa,
“Kaga!” jawab Dongho tanpa mengalihkan pandangan sedikitpun dari PSPnya,
“Emang kenapa?” tanya Donghwa penasaran,
“Soalnya Donghee hyung belum punya!”
“Hah??”
“Iye! Kan kaga etis kalo misalnye gw ngelangkahin die, ye kan?”
“Ouuuhhhhh….”
“Donghwa!!!! Dongho!!!!” teriak sebuah suara yang sudah tidak asing lagi,
“Penggangu lain datang” gumam Dongho masih tetap fokus pada PSPnya,
“Kenape lagi loe Bang?” tanya Donghwa heran,
“Si Ariel!” jawab Donghae sok mendramatisir,
“Ariel?”
“Iya, yang dia taksir!” kata Shindong yang ikutan nimbrung,
“Ohhh…”
“Kok oh?” tanya Donghae kecewa,
“Oh… Oh… Abang… Abangku Saranghae!” ledek Donghwa sambil meniru kaya pemandu sorak,
“Abang tukang bakso, mari-mari sini, Donghae mau BELI!!” sambung Dongho sambil berteriak ditelinga hyungnya,
“Hya…. Gw kan lagi seriius, ngapain loe berdua malah ngeledekin?!”
“Hehehehehe” Donghwa dan Dongho nyegir geje,
“Ariel pindah!!” kata Donghae sambil menangis,
“To the point amat loe Hae?” kata Shindong yang duduk dilantai, *kesian bener*
“Cegeng banget!” tambah Dongho sambil makan keripik kentangnya Shindong,
“Tragis sangat!!’ sambung Donghwa,
“Gw udah coba bertahan, dan tegar!”
“Itu gabungan antara lagu 5Minutes sama Rossa” kata Dongho dengan tampang sok serius,
“Tapi SUSAH TOT” lanjut Donghae,
“Buat apa…. SUSAH? Buat apa… SUSAH?” tanya Shindong pake nada Koesplus,
“Lebih baik….. Kita bergembira!!!” sambung Donghwa penuh semangat membara,
“Yang itu lagunya Koesplus!” kata Dongho sambil tersenyum bangga,
“Gw kan sedihnya beneran!” keluh Donghae yang merasa diejek sama sepupu-sepupunya,
“Tapi hyung nangisnya bohongan!” tuding suara kecil dibelakang Donnghae, Donghae langsung menoleh kesumber suara,
“Dongchan?”
“Hihihihi…” si Dongchan nyengir sambil mamerin giginya yang item berlobang, saking seringnya makan permen,
“Pssstttt… Ngga boleh fitnah!” cegah Donghwa,
“Fitnah itu lebih kjam dari pembantaian!” sambung Dongho sok ngustad,
“Liat aja yang dipegang Donghee hyung!” titah Dongchan *anak kecil gaya bgt dah nyuruh orang gede==“* dengan gaya slow motion layaknya adegan film action, Donghwa, Dongho, Donghae, tak terkecuali sang tersangka Shindong, melihat tangan Shindong,
“Ya hyung, ngapain loe bawa-bawa bawang merah sebanyak itu?” tanya Dongho sambil garuk-garuk kepala,
“Awas ntar ketombe loe jatoh kebawang!” kata Shindong sambil menarik mangkuk berisi bawang merah,
“Gw pikir dari tadi gw nangis beneran?” kata Donghae bingung, Donghwa mengangkat kedua bahunya,
“Ngapain sich oppa, bawa-bawa bawang begitu?”
“Bantuin tetangga sebelah ngupasin bawang, dia lagi hajatan!!”
“@%#^#$&^#$&#$&”
TBC

Komen… Komen…
Budayakan KOMEN ya ^^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s