The Ghost of You Part 4

Suara ketukan disetiap pintu kamar penghuni rumah itu berbunyi seiring gerutuan kesal dari si ‘empunya’ kamar, tak terkecuali Key yang baru saja sampai, satu-persatu penghuni rumah itu turun dan berkumpul diruang keluarga yang super besar tersebut, Sashi baru saja datang bersama Diana, gadis kecil itu langsung turun dan berlari menghampiri ayahnya,
“Adjussi!” salah, anak itu rupanya memanggil pria lain disamping Siwon,
“Sashi-ah annyeong!” pria itu tersenyum ramah sembari mengelus rambut Sashi,
“Minho-ssi sejak kapan kau berada disini?” tanya Hyera yang baru saja datang,
“Semalam!” jawab Minho singkat,
“Ehm, kalau begitu kau pasti sangat lelah!” lanjut Hyera sambil mengambil posisi disamping Minho, seolah menjadikan Minho sebagai tembok pemisah antara dirinya dan Siwon,
“Aku yang paling lelah noona! Aku baru sampai pagi tadi!” sambar Key yang langsung menjadi pusat perhatian seluruh penghuni rumah itu,
“Bukankah kau sudah pulang semalam?” tanya Kyuhyun yang semalam tadi sempat melihat mobilnya bertengger didepan rumah,
“Harusnya!” katanya datar,
“BOE? Apa maksudmu?” tanya Jonghyun kesal,
“Ani! Aku tidak marah kau memakai mobilku untuk menjemput hyungmu!” bantah Key yang terdengar sedang memamerkan kebaikkan hatinya,
“Lalu?” tanya Donghae,
“Bayangkan saja, semalaman aku digigiti serangga-serangga aneh, jam 2 lewat baru dapat bus, bukannya langsung sampai busnya malah mogok T_T baru saja aku sampai, ganti baju juga belum sempat!” jawab Key dengan nada merengek, membuat tawa teman-temanya pecah, Siwon melirik kearah Hyera, sudah lama dia tak melihat Hyera tertawa lepas seperti ini, ya Hyera masih bisa tertawa, tapi bukan karenanya,
“Oppa!!!” suara cempreng yang entah dari mana asalnya itu menghentikan tawa mereka, siapa pun yang merasa dirinya adalah ‘oppa’ menoleh ke sumber suara tersebut,
“Oppa..” si cempreng itu berjalan menghampiri mereka, sementara dibelakangnya Jungsoo dan Jongwoon berjalan mengekornya,
“Oppa kapan kau pulang? Nomu bogoshipo…” si cempreng kini bergelayut manja ditubuh Minho, membuat Sashi sedikit terhimpit olehnya,
“Kangmi onni, aku tak bisa bernapas!” protes Sashi,
“Ya cepat menyingkir!” ujar Siwon kesal,
“Aissh mianhae, lagian anak ini terlalu kecil jadi tidak terlihat!” elak Kangmi,
“Eh monyet betina, minusmu itu harus ditambah lagi, masa Sashi yang sebegitu besarnya tidak terlihat, apa kabarnya dengan semut-semut?” tanya Key dengan cerewetnya, Kangmi mengerucutkan bibirnya merasa kesal dengan ‘kakak’nya itu,
“Kangmi duduklah, sebentar lagi Kangin datang!” titah Jungsoo,
“Ya.. Ya.. Baiklah! Semua orang dirumah ini benar-benar cerewet!” gerutunya tapi tetap duduk disamping Jungsoo, suasana menjadi hening tak satu pun yang mengeluarkan kata-katanya, mengingat Kangin yang sebentar lagi akan datang membuat mereka malas berbicara, Kangmi memilih bermain dengan PSP milik Kyuhyun dan tak lagi memperhatikan sekitarnya,
“Annyeong!” seorang gadis ‘asing’ membungkukkan badannya dihadapan mereka, gadis itu tersenyum kikuk sambil mengedarkan pandangannya keseluruh penghuni rumah ini,
“Nona Yun duduklah dulu, sebentar lagi Tuan Besar datang!” ujar seorang pelayan yang setia mendampinginya, Kyeon memperhatikan tempat itu, tak ada ruang untuknya sama sekali,
“Jjong, Key kalian sedang marahan ya?” sindir Jongwoon membuat Jonghyun dan Key terpaksa merapatkan posisi mereka,
“Duduklah!” suruh Jongwoon, Kyeon mengangguk patuh dan duduk disamping Key,
‘Gadis itu’ batin Kyeon, ia menatap Sashi yang masih berada dalam pangkuan Minho, Kyeon mengalihkan pandangannya ketempat lain tepat disamping Kyuhyun adalah orang yang semalam dirumahnya tersenyum hangat kepadanya,
‘Apakah ini yang namanya Kangin? Lantas siapa yang mereka sebut-sebut Tuan Besar’ tanyanya dalam hati,
“Hah.. permainan ini terlalu mudah untukku!” Kangmi melempar PSP milik Kyuhyun seenaknya, untunglah Kyuhyun bisa menangkapnya,
“Aissh anak ini!” gerutu Kyuhyun,
“You.. Youngmi-ssi?” Kangmi menoleh cepat kearah orang yang memanggil nama kecilnya, tak satu pun orang dirumah ini yang memanggilnya Youngmi selain kedua kakaknya Kangin dan Key,
“Onnie?” Kangmi terperanjat menyadari orang yang memanggilnya barusan adalah Kyeon teman sekolahnya, disekolah semua orang memang memanggilnya Youngmi, tak satu pun yang mengenalinya sebagai Kangmi,
“Youngmi-ssi kenapa kau berada disini?” tanya Kyeon bingung, pertanyaannya tentang Kangin seolah lenyap saat melihat teman dekatnya itu berada diantara sekelompok orang ‘asing’ dihadapannya,
“Err..” Kangmi memperhatikan sekitarnya, ia tak tahu harus menjawab apa dan seperti apa,
“Dia adikku!” jawab Key santai, Kangmi melontarkan senyum termanisnya kearah Key seolah sedang berkata terimakasih, sedang Key hanya mengangguk pelan,
“Kau adiknya?” tanya Kyeon, Kangmi tersenyum membenarkan,
“Kami tiga bersaudara, kakak tertua kami Youngwoon hyung!” lanjut Key,
“Oh arraseo!” ujar Kyeon,
“Itu dia Youngwoon hyung!” kata Key menunjuk kearah orang yang dimaksudnya,
‘Dia itu yang semalam!’ Kyeon memperhatikan pria itu secara seksama, Kyuhyun, pria itu, dan pria disamping Kyuhyun, lalu dimana yang bernama Kangin,
“Kalian sudah tahu apa maksudku mengumpulkan kalian semua?” tanya pria itu,
“Memperkenalkan calon istrimu!” jawab Siwon datar, Kyeon menoleh kearahnya, pria yang semalam bertemu dengannya dilorong, dan pria yang kamarnya berada persis didepan kamarnya, adalah pria yang sama dengan pria ini, pria angkuh berwajah rupawan yang mengingatkannya kepada Zhoumi, ya Zhoumi dia mengingat kembali kejadian ditaman bermain kemarin,
“Dia pikir kau ayahnya, karena terus terang wajah anda memang mirip sekali dengan beliau!” Kyeon masih ingat dengan jelas kata-kata Diana saat itu,
‘Mungkin dia ayah dari anak itu!’ pikirnya, tapi saat ini bukan saatnya memikirkan hal lain selain ‘Kangin’ nama aneh itu terus saja berputar diotak kecilnya, membuatnya merasa kesal setengah mati,
“Bagus, kalian sudah tahu siapa orangnya?” suara itu menyesap masuk kedalam telinganya, ia memperhatikan orang-orang disekitarnya yang menatapnya aneh, apa mungkin mereka tahu kalau ia sedari tadi terus saja memperhatikan orang-orang disini, atau apakah orang yang dimaksudkan pria bernama Youngwoon itu adalah dia,
“Kenapa kalian memperhatikanku seperti itu?” tanyanya kepada mmereka semua,
“Oppa kau tak serius dengan kata-katamu itu kan?” tanya Kangmi, terdengar nada khawatir dalam pertanyaannya barusan,
“Ya~ hyung kau mau menikahi gadis cilik seperti dia?” tanya Key, telunjuknya menempel tepat disamping kepala Kyeon,
“Aku sudah 17 tahun, jangan sebut aku ‘cilik’ seperti itu!” protes Kyeon,
“Tetap saja kau lebih muda dariku!” telunjuk Key dengan mudahnya menoyor kepala Kyeon,
“Ya! Sopan sedikit dia itu nantinya akan menjadi kakak iparmu!” ejek Jonghyun disambut death glare dari Key,
“Jadi kau itu Kangin?” tanya Kyeon ragu-ragu,
“De!” jawab Kangin dengan seulas senyum diwajah angkuhnya.

-ooOoo-

Zhoumi duduk menopang dagunya dengan wajah yang masam, dilihatnya bangku yang teronggok kosong tanpa penghuni disampingnya, dialihkannya pandangannya kiearah depannya, tepat disamping Shim Changmin, bangku itu juga kosong tak berpenghuni,
‘Dua gadis itu benar-benar kompak’ pikirnya,
“YAK!” seorang menepuk pundaknya pelan, memaksanya menengadahkan kepalanya yang tengah tertunduk lesu,
“Changmin-ssi, waegudae?” tanyanya malas, Changmin menarik kursi kosong disampingnya,
“Ani! Hanya mau tanya, kau tau kemana Kyeon?” tanya Changmin dengan senyum ramahnya, Zhoumi yang memang tidak tahu menahu hanya mengangkat bahu dengan malas,
“Kalau yang duduk Youngmi?” tanya Changmin lagi,
“Molla!” Zhoumi beranjak dari duduknya dan dengan segera menarik Changmin yang duduk dengan kursi ‘terbalik’ itu,
“YAK! Kau mau membawaku kemana?” tanya Changmin, tapi Zhoumi sama sekali tak memperdulikannya dan malah terus menariknya,
“Noe! Pa kau suka dengan mereka?” tanya Zhoumi sambil menunjuk wajah Changmin dengan seenaknya,
“Ani! Aku sukanya sama Ahn Minra!” jawab Changmin malu-malu,
“Aisshh lalu kenapa bertanya tentang mereka berdua?” tanya Zhoumi yang masih terus menarik tangan Changmin,
“Kyeon itu kan teman sebangkuku, dia sudah janji mau pinjamkan buku catatannya untukku, kau tahu kan sebagai anak baru aku sudah ketinggalan banyak pelajaran?” jelas Changmin yang mulai pasrah tangannya ditarik-tarik pria yang lebih pendek 1 centi darinya itu,
“Lalu Youngmi, kenapa kau tanya-tanya dia juga?” tanya Zhoumi lagi,
“Oh… Aku hanya kasihan melihatmu, sepertinya kau kesepian tanpanya!” jawab Changmin sekenanya,
“YAK! Sembarangan!” Zhoumi dengan kesalnya mengetuk kepala Changmin,
“Dengar ya, aku bukan kesepian tapi aku jadi bingung, nanti itu kan ada ulangan dan biasanya aku itu mencontek pada Youngmi, kalua Kyeon..” Zhoumi menerawang,
“Aku bingung dengannya, kemarin dia itu habis kencan denganku sampai malam, apa dia sekarang sakit karena terlalu lelah ya?”
“Aisshh… Jadi ku menarik-narikku itu karena mau curcol ya?” tuding Changmin seraya melepaskan cengkraman Zhoumi,
“Tapi secara tak langsung kau juga curcol denganku tadi!” ejek Zhoumi,
“Mwo? Kapan?” tanya Changmin dengan wajahnya yang memerah,
“Ani! Aku sukanya sama Ahn Minra!” Zhoumi mengulang kata-kata Changmin tadi sambil tersenyum mengejek,
“YAK! Awas saja kalau kau tidak bisa jaga rahasia!” kata Changmin seraya mengejar Zhoumi yang lari menjauhinya.

-ooOoo-

“Jadi kau mencurigainya?” tanya Yunho dengan tatapan tajamnya,
“Sementara ini iya!” jawab Junsu, Jaejoong menggeleng heran dengan pernyataan Junsu,
“YAK! Mana ada polisi yang mencurigai ‘sementara’ kalu bicara itu yang tegas!” kata Jaejoong heran,
“Dasar tidak berpendirian!” lanjutnya,
“Kau tidak memberi tahu Yoochun?” tanya Yunho, nampaknya pembicaraan ini hanya dianggap ‘serius’ oleh Yunho dan Junsu,
“Belum aku tidak enak memberitahunya tentang ini!” jawab Junsu,
“Ya sudah tidak apa!” ujar Yunho,
“Tapi kan Junsu dan Yoochun itu ‘tim’ Yunie-ya!” cibir Jaejoong dengan penekanan dikata tim,
“Jaejoong hyung benar hyung, aku dan Yoochun kan 1 tim, othokhae?” tanya Junsu khawatir,
“Kalau begitu kita tukar posisi!” usul Yunho,
“Wuah Junsu akan jadi anak sekolahan ya?” tanya Jaejoong dengan mata berbinar,
“Aisshh siapa yang akan menukarnya dengan Changmin, itu sudah kepalang tanggung!” Yunho melirik Jaeejoong kesal, tapi sedetik kemudian senyum licik terukir diwajahnya,
“Mwoya? Yunie kau tak bermaksud menukarnya denganku kan?” tanya Jaejoong dengan nada manja,
“Joongie-ya, kita kan sama-sama berurusan dengan polisi, yah kita ini kan memang polisi =,=)7 maksudku bedanya Yoochun dan Junsu lebih serin turun lapangan, ah itu tidak penting, yang penting sekarang yang akan aku tukar bukan Junsunya, tapi Yoochunnya!” jelas Yunho panjang lebar *panjang banget malah -,-)*]
“MWO?” tanya Jaejong dan Junsu bersamaan,
“Kalau Junsu tidak aku turunkan, bagaimana caranya kita bisa menyelidki ‘kasus’ ini, sedangkan Yoochun, dia malah akan menghambat saja, kalian tahu kan Yoochun itu terlalu akrab sama polisi-polisi itu, dan juga dia itu terlalu lurus, tidak bisa mencium keberadaan ‘musuh dalam selimut’ dan kalau dia tahu kita mnecurigai ‘taman-tman’nya itu, bisa-bisa dia martah pada kita..”
“Intinya saja Yunie, aku pusing dengar penjelasanmu yang meter-muter -.-)“ potong Jaejong,
“Ah ya sudah, jadi intinya yan akan turun adalah Junsu dan aku, U-Know Yunho!” katanya seraya menepuk dadanya bangga,
“Yunie, bagaimana denganku?” tanya Jaejoong lirih,
“Ya sudah kau tetap disini sama Yoochun, susah banget!” jawab Yunho santai,
“Huuaaaa…. Aku tidak mau dipisahkan darimu!” rengek Jaejoong,
“Aku permisi!” Junsu meninggalkan Yun-Jae yang tengah ‘bertengkar’
“Yunie-ya!!” rengek Jaejoong lagi,
“Aiisshh cerewet sekali kau ini, tidak malu sama status ya?” sindir Yunho,
“Aniyo! Aku jadi polisi rahasia karena ada kamu!” Yunho menepuk jidatnya kesal,
“Aigoo orang ini!” keluhnya.

-ooOoo-

Kaki Diana terasa pegal setelah seharian ini Kyuhyun memintanya membantu mempersiapkan pernikahan Kangin-Kyeon, Diana merasa telah dikerjai oleh Kyuhyun, karena sampai detik ini mereka belum juga menemukan gedung, butik, dan gereja untuk pernikahan, bukannya tidak protes, tapi Kyuhyun selalu saja berdalih, ‘ini tidak seperti yang diinginkan Kangin hyung’ tapi berputar kota Seoul bukanlah hal yang tidak melelahkan, Diana lebih senang menemani Sashi disekolahnya, ya biasanya dia duduk santai menemani Sashi belajar, atau menungguinya disekolah,
“Hosh.. hosh.. Kyuhyun-ssi kita istirahat dulu!” pinta Diana,
“Aissh kau ini, aku bisa dimarahi Kangin hyung jika tidak mengurus persiapan pernikahannya hari ini!” kata Kyuhyun kesal,
“Yak apa kau pikir aku ini body guardmu? Aku ini seorang Nanny tahu!” protes Diana,
“Iya aku tahu, kau ini kan Super Nanny! Super Nanny dari seorang bayi tampan bernama Marcus Cho!”
“MWO?” tanya Diana kesa, tapi Kyuhyun bisa melihat jelas rona merah dipipi gadis itu,
“Khaza, sebelum malam kita harus menyelesaikan semuanya!” Kyuhyun dengan santainya merangkul tubuh Diana, sementara Diana pasrah membiarkan Kyuhyun menyeret tubuhnya, hari itu memang menjadi hari yang sangat melelahkan untuk keduanya, tapi rasa lelah itu tergantikan saat semua yang mereka cari akhirnya ditemukan,
“Kyuhyun-ssi akhirnya selesai juga ya ^^ usaha kita tidak sia-sia, gerejanya bagus, gedungnya juga, dan butik tadi, mereka akan membuatkan gaun pengantin tercantik untuk Kyeon-ssi!” ujar Diana puas,
“Kan aku sudah bilang, kalu kita mau berusaha pasti bisa!” kata Kyuhyun semangat,
“Iya, tapi lain kali jangan jalan kaki seperti ini lagi =,=)” Kyuhyun mencubit pipi gembil Diana dengan gemas,
“Baiklah Putri Dianaku” katanya patuh,
“Kyu-Kyu aku lapar..” keluh Diana, Kyuhyun menggaruk kepalanya yang tak gatal,
“Dasar gembul!” Diana mendaratkan pukulan ringan dikepala Kyuhyun,
“Aku sudah tidak makan siang tadi!” gerutunya.

-ooOoo-

Kangmi terdiam menatap langit malam, biasanya gadis itu akan protes dengan udara dingin, tapi malam hari ini ia malah menikmati sejuknya semilir angin disekitarnya,
“Menyendiri lagi?” seorang ikut duduk diayunan miliknya, Kangmi hanya tersenyum tanpa menoleh, gadis itu masih asik menatap keindahan langit,
“Byeol!” katanya seraya menunjuk langit yang bertabur bintang,
“Butuh teropong?” tanya pria itu,
“Ani! Bintang-bintang itu terasa dekat denganku, langit malam ini benar-benar bersih, aku bisa melihat mereka tanpa teropong!” tolaknya lembut,
“Minho-ssi… Tentang ceritamu dulu!” Kangmi menatap Minho dalam,
“Tentang rasi bintang?” tanya Minho, Kangmi mengangguk pelan,
“Benarkah rasi bintang bisa melukiskan cintaku?” tanyanya sangsi,
“Baik dulu mau pun sekarang, aku percaya bahwa bintang selalu menjadi penunjuk terbaik disaat gelap!” ujar Minho,
“Aku pernah bermimpi melihat rasi bintang yang persis seseorang!” ujar Kangmi seraya berdiri dari duduknya,
“Rasi bintang itu benar-benar indah..” lanjutnya menggantung,
“Bisakah kau memberitahuku rasi bintang seperti apa itu?” tanya Minho memohon, Kangmi menggeleng lemah,
“Aniyo! Susah sekali mempercayai rasi bintang dalam mimpi, aku ingin melihat rasi bintangku yang sesungguhnya Minho-ssi!” Minho ikut berdiri menghampiri Kangmi,
“Jadi kau sedang mencarinya?” tanya Minho,
“Aku tak bisa melihat rasi bintang jika langit berawan, malam ini aku beruntung karena langitnya bersih!” jelasnya, senyum manis terukir dengan indah diwajahnya,
“Kangmi-ssi!” seorang pria menghampiri Kangmi dan Minho, pria itu menatap tajam kearah Minho,
“Ini sudah malam, hari ini saja kau boleh membolos, besok kau harus tetap masuk sekolah!” ujar pria itu seraya mengacak lembut rambut Kangmi,
“De Leeteuk-ssi, Minho oppa aku kembali ke kamarku dulu ya ^^ good night!” Kangmi berjalan meningalkan Minho bersama pria itu,
“Good night my byeol!” gumamnya.

TBC

Makin aneh kah?
Maklum bikinnya disela-sela UAS *ngeles*
Komen please!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s