SARANGHAEYO ADJUSSI Part 4

Hari ini aku tidak sekolah karena masih sakit, huft-_- aku benar-benar menyesal kenap aku sampai mabuk hanya karena pria itu dasar babo! Dan berkat kejdian itu juga aku bertemu kembali dengan Park adjussi yang sejak 3 tahun belakangan sudah tidak pernah lagi kutemui karena kesibukkanya sebagai pewaris tunggal sebuah perusahaan raksasa di Korea, padahal aku kira tidak akan bertemu dengannya lagi. Jujur saja kejadian 8 tahun yang lalu saat ditaman adalah kejadian yang paling ingin aku hilangkan terlebih 5 tahun yang lalu saat aku tahu kalau Park adjussi memiliki seorang pacar sekaligus tunangan bernama Seo Sang Mi, hatiku benar-benar hancur saat itu padahal lima tahun yang lalu aku hanya seorang gadis berumur 10 tahun yang tidak mengerti apa-apa, dan karena itu lah hubungan kami menjadi renggang terlebih 3 tahun ini.
Aku mengalihkan semua pikiran-pikiran itu, dengan mendengarkan musik, bagaimana pun aku tidak boleh lagi memikirkan Kibum oppa, jangan sampai aku menjadi orang yang egois, begitu pun dengan Park adjussi terlebih karena usianya yang jauh diatasku, jadi tidak mungkin kalau aku memaksakan keinginanku.
—————
“Belajar yang baik ya!” seru Chulie adjussi sambil mengacak-acak rambutku,
“Aish adjussi kau jahil sekali! Rambutku jadi berantakan tahu!!” kataku kesal,
“Chulie adjussi!!” terdengar beberapa gadis lewat sambil menyapa pamanku yang centil, bahkan gadis-gadis itu juga sempat-sempatnya berhenti dan mengajak ngobrol pamanku saat itu aku benar-benar kesal sekali pada gadis-gadis itu, tak lama setelah mereka pergi teman-temanku, Bae Young, Shana, dan Ichigo datang bersamaan,
“Anyeong Chulie adjussi!” sapa mereka ramah, bahkan Bae Young tersenyum sangat manis seperti sedang menggoda pamanku, huft benar-benar menyedihkan, mereka bertiga terutama Bae Young antusias sekali mengobrol dengan pamanku, sampai-sampai aku dicueki habis-habisan oleh mereka.
Sekitar 5 menit lebih mereka berbicara, sampai sebuah sirine ambulans berbunyi kencang, sirine itu membuat semua orang yang diluar panik dan berlarian kedalam gedung sekolah tentu saja sirine itu kansebenarnya suara bel masuk sekolah kami *disekolahku suara belnya kayak sirine, tapi ga persis sama kayak sirine ambulans kok!*
“Khaza!” kataku sambil menarik Bae Young yang tidak mau berhenti berbicara dengan pamanku, aku terus menariknya sampai kami menabrak seseorang,
“Aduhhhh! Onnnniiii!!” Bae Young mengerang kesakitan saat terjatuh, sedangkan aku malah berhasil ngerem supaya tidak terjatuh,
“Dong Hwa, ngapain sich lari-lari seperti anak kecil saja!” kata pria yang baru saja aku tabrak,
“Aduh mianhamnida sunbae! Habis kami takut terlambat!” kataku dengan wajah memelas, dan ternyata pria itu adalah Zhou Mi kakak kelasku, sekaligus ketua OSIS disekolahku
“Percuma saja kau buru-buru semua guru sedang rapat jadi pelajaran pertama kita bebas!” katanya menjelaskan,
“Yaahhh tau gitu mending ngobrol sama Chulie adjussi!” umpat Bae Young kesal,
“Sudah-sudah kalian ganggu aku saja!” kata Zhou Mi sunbae ketus,
“Ganggu apaan lagi??” tanya Ichigo kesal,
“Ganggu kencanku!” jawab Zhou Mi sunbae santai,
“Hah KENCAN???” aku, Bae Young, Shana, dan Ichigo kompak bertanya,
“Iya, dari pada bosan dikelas ga ngapa-ngapain!” jawabnya sambil ngeloyor kearah taman belakang sekolah,
“Ga keren amat kencan di sekolah, aku aja kencan selalu ditempat-tempat yang indah!” ujar Shana menyombongkan diri,
“Aku, kencannya gitu-gitu aja kayak ga pacaran!” keluh Ichigo,
“Kita intipin mereka yuk!” tiba-tiba aku mencetuskan ide konyol, dan mereka langsung mengelengkan kepala mereka,
“Ngapain coba ngintipin orang pacaran? Kurang kerjaan banget sich!” ujar Ichigo ketus,
“Onni ntar tambah sakit hati lho ngeliat kemesraan orang pacaran, kan onni ga pernah pacaran! Kyahahahaha…… awwww!” Young Ree mulai lagi meledekku dan langsung saja aku menjitak kepalanya,
“Terserah!” kataku sambil ngeloyor ke arah yang sama dengan Zhou Mi sunbae, aku menoleh karena merasa diikuti dan benar saja aku sudah seperti induk ayam dengan anak-anaknya,
“Kan akhirnya ikutan juga!” umpatku kesal.
—————
Saat berada ditaman aku melihat Zhou Mi sunbae dan Rinhyo, pacarnya yang juga teman satu kelasku, gadis itu juga adalah gadis yang paling diincar sama murid laki-laki disekolahku saking cantiknya, tapi anehnya mereka tidak hanya berdua tapi ada satu orang pria lain yang tidakku kenal bersama dengan mereka,
“OMG!! He’s so hot!” seru Bae Young,
“Hot, apaan? Hotdog! Hahaha….” cela Shana,
sementara aku hanya terdiam mentap pria itu,
“Ga nyesel dech kesini!” ujar Shana sambil senyum-senyum melihat pria itu,
“Samperin yuk!” ajak Bae Young,
“Ngapain?” tanya Ichigo,
“Kenalan!” lalu ketiganya berjalan kearah Zhou Mi sunbae, Rinhyo pria itu tanpa rasa malu sedikit pun, dan akhirnya aku juga ikut terpengaruh walau pun rasanya malu sekali ganggu mereka bertiga *padahal sebelumnya mau intip2 orang pacaran*
“Anyeong chingu!” sapa Rinhyo ramah,
“Anyeong!” kami membalas sapaan mereka,
“Ngapain kalian disini?” tanya Zhou Mi sunbae heran,
“Ngapain kek!” jawab Bae Young seenaknya, “Rinhyo, dia siapa?” sambungnya sambil nunjuk-nunjuk kearah pria itu,
“Oh.. dia kakak kelasku SMP!” jawabnya,
“SMP? SMP yang di Cina?” tanya Shana,
“Iya, dan dia belum fasih berbahasa Korea, tapi dia jago bahasa Inggris dan Jepang!” jelas Rinhyo, aku memandangnya dia memang tidak setinggi Zhou Mi sunbae, tapi dia memiliki kulit yang putih pucat serta mata sayu, dia menoleh kearahku ‘deg’ hatiku berdebar-debar, mata kami saling berbenturan, mata sayunya itu begitu memukau,
“Wei!” tiba-tiba Rinhyo menyadarkan pria itu,
“Shen me?” tanya pria itu,
“Siapa namamu?” sambar Ichigo,
“Oh.. Wo shi.. ehmm mianhamnida, choneun Henry Lau imnida!” jawab pria itu,
“Henry Lau?” kataku sangat pelan,
“Wei shen me?” tanya padaku,
“Aigoo Henry, bicaralah dengan bahasa Korea!!” keluh Rinhyo kesal,
“Oo.. Mei guan xi la!” jawabku gugup.
“Lho, kok kamu bisa bahasa Cina?” tanya Rinhyo, tapi aku tak menjawabnya dan malah pergi begitu saja,
Henry pov
Gadis itu sangat manis, dia juga bisa berbahasa mandarin, tapi kenapa dia malah pergi saat aku belum mengetahui namanya,
“Boleh aku tahu siapa namanya?” tanyaku dalam bahasa Korea,
“Yang disini ga ditanya! Yang udah pergi malah ditanya-tanya!” ujar slah satu diantara mereka,
“Dui bu qi! Kalau begitu siapa nama kalian?” tanyaku merasa bersalah,
“Chonun Kwon Bae Young ibnida” jawab gadis tadi,
“Chonun, Yoon Chang Mi tapi kau boleh memanggilku Shana!” kata gadis disebelahnya,
“Chonun, Kim Ju Sun tapi kau panggil aku Ichigo saja!” ujar gadis disebelah Shana, setelah itu kami pun mengobrol, aku senang karena dihari pertamaku aku bisa berkenalan dengan Zhou Mi teman sekelasku yang ternyata ketua OSIS, lalu 3 gadis yang sekarang memanggilku ‘sunbae’ karena aku kakak kelas mereka, bahkan dari ketiga gadis itu juga aku tahu nama gadis manis itu, ‘Song Dong Hwa’ meski pun aku tak bisa mengobrol banyak dengannya, setidaknya aku tahu dia satu kelas dengan Rinhyo.
End of pov
—————
Aku kembali kekelas dengan perasaan yang kacau balau, dia.. dia bilang namanya ‘Henry Lau’ itu adalah nama asli Mochi, sahabat kecilku tapi apa dia mengenaliku?? Huft pantas saja aku berdebar saat melihatnya, aku menatap kesekelilingku sangat sepi hanya ada bebrapa saja yang lainnya mungkin berada dikantin atau lapangan saat jam bebas seperti ini, aku menenggelamkan kepalaku diatas kedua tanganku yang berada dimeja, air mataku mulai mengalir tanpa ada yang tahu selain aku.
Pikiran ku melayang kemasa-masa indah saat aku masih tinggal di Jepang, saat itu umurku 3 tahun rumahku berdekatan dengan rumah Henry, tapi aku sering memanggilnya Mochi, kami sangat dekat kemana-mana selalu bersama, dia sudah seperti kakak untukku, tapi saat ulang tahunku yang kelima dia menghilang setelah memberi kado sebuah musicbox, sejak saat itu keluarganya pindah ke California dan aku tak tahu lagi kabar mereka, saat umur 7 tahun aku memutuskan untuk kembali ke Busan dan orang tuaku menuruti permintaanku tersebut.
Aku sudah sering sekali mencoba mencari tahu keberadaanya, bahkan saat sepupuku Rae Neul pindah ke California aku memintanya untuk mencari Mochiku, tapi aku tak pernah menemukannya hingga hari ini, tapi bodohnya aku malah tak mengenalinya, “Babo! Kau saja lupa wajahnya, bagaimana dengan dia?” sesalku dalam hati,
“Kenapa tadi kau pergi duluan?” tanya Rinhyo yang duduk disampingku, aku buru-buru menyeka airmataku,
“Mianhae, tadi aku mau ketoilet!” jawabku,
“Oh ya sudah tidak apa-apa!” jawabnya tanpa curiga sama sekali, untung saja dia memang selalu percaya dengan orang lain, terlebih pada kekasihnya Zhou Mi sunbae,
“Oh iya, Mimi oppa bilang dia punya 2 tiket nonton konser musik” katanya lagi,
“Lalu?” tanyaku,
“Kau ikut ya?” ajaknya sambil menggelayuti tanganku,
“Aigoo, aku kan tidak punya tiket!” keluhku menolak,
“Tidak apa, karena 1 tiket cukup untuk 1 pasang!” jelasnya sambil senyum-senyum,
“Kau sama saja seperti yang lain! Aku ini kan yeman sebangkumu!” kataku yang merasa tersindir dengan status jombloku,
“Ya ampun! Sensian amat sich! Nanti kamu temenin Henry aja, soalnya dia penasaran ga pernah ngeliat konser musik klasik di Korea secara live!” jelasnya panjang lebar dengan nada yang lebih sensi dariku,
“MWOOOO??” aku terbelalak kaget, sedang dia hanya tertawa puas

TBC

sebenernya ini FF udah tamat dari kapan tau *bhs apa ini?* tapi aku lupa dengan beberapa part yang ternyata terlewat –“)7 makanya aku post part yang terlewat itu ^/\^ dan bagaimanapun juga saya masih belum bosan untuk minta KOMEN kalian! ayo jangan jadi stalker terus ya!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s