SARANGHAEYO ADJUSSI Part 6

Author’s pov
Park Jung Soo dan Seo Sang Mi baru saja menonton sebuah konser musik klasik, keduanya terlihat sangat serasi malam ini, tak heran banyak orang yang memperhatikan keduanya,
“Jagiya, gomawoyo sudah mau menemaniku menonton malam ini!” ujar Jung Soo seraya tersenyum kearah Sang Mi,
“Ye, cheonmaneyo! Aku sangat senang bisa menemanimu malam ini, lagi pula kita sudah sangat jarang sekali bertemu karena kesibukkan masing-masing!” ujar Sang Mi penuh perhatian, sementara tanpa mereka sadari ada seorang gadis yang menatap keduanya dengan sangat cemburu.
—————
“Kau sedang melihat apa?” tanya Henry sembari melihat sekelilingnya,
“Ah mei you la!” jawab Dong Hwa sambil menundukkan kepalanya,
“Zhen de ma?” tanya Henry lagi,
“Zhen de! Mei guan xi! Mei shi ba!” jawab Dong Hwa sambil berlari keluar dari gedung tersebut,
“Wei!” teriak Henry, ia lalu berlari mengejar Dong Hwa tapi tiba-tiba sesorang menepuk pundaknya,
“Wei shen me?” tanya Rinhyo khawatir,
“Iya, ada apa ini, kenapa Dong Hwa lari keluar sendirian?” tanya Zhou Mi tak kalah khawatir,
“Bu zhi dao! Tiba-tiba saja dia bersikap aneh, apa dia memang selalu seperti itu ya? Dulu saja waktu pertama kali bertemu dia pergi begitu saja tanpa memberi tahu namanya?” tanya Henry kebingungan, Rinhyo dan Zhou Mi hanya saling memandang, hening sejenak,
“Kalian kenapa?” Henry yang tiba-tiba memecah keheningan,
“Omona! Kenapa kita malah diam saja, dia mana tahu daerah ini, dia kan kuper sekali ditambah lagi ini sudah larut malam!” celetuk Zhou Mi, dan kini ketiganya keluar bersamaan mencari Dong Hwa, namun sayang mereka tak menemukan Dong Hwa dimanapun.
Zhou Mi yang baru saja mendapat telephon menghapiri Henry dan Hyomi,
“Sudah lah tidak apa-apa!” katanya menenangkan,
“Mwo? Kau ini soenbae macam apa? Dia kemari kan karena kita yang ajak, lagi pula kau selalu jadi kakak kelasnya sejak SD kan, kenapa kau tega sekali bilang tidak apa-apa?” tanya Rinhyo panjang lebar saking paniknya,
“Barusan Kim adjussi menelephonku, dan dia bilang Dong Hwa minta dijemput olehnya!” terang Zhou Mi,
“Syukurlah!” kata Henry sambil mengelus dadanya yang terasa sesak,
“Mian ya oppa, aku sudah mikir yang tidak-tidak tentangmu!” ujar Rinhyo dengan wajah memerah karena malu,
“Ah tidak apa-apa, sudah kita pulang saja walau pun besok hari minggu tapi ini sudah malam kan?” ajak Zhou Mi sambil menggandeng Hyomi ke mobilnya, sementara Henry kembali ke mobilnya sendiri.

Song Dong Hwa’s pov

Aku meminta Chulie adjussi mejemputku, dan kebetulan ia memang sedang berada dekat daerah tempat konser itu berlangsung, jadi dia tak keberatan untuk menjemputku, sepanjang jalan aku tak berbicara sepatah kata pun, tak seperti biasanya dimana aku sering sekali bersenda gurau dengan paman kesayanganku,
“Kau ini, pergi dengan pacarmu, malah minta dijemput olehku, dasar aneh!” cercanya padaku,
“Bukan, dia itu seniorku disekolah, jadi tidak mungkin aku berpacaran dengannya!” bantahku padanya,
“Kenapa tidak mungkin? Jung Soo saja memacari junior kami di SMA, bahkan sampai saat ini tidak ada permasalahan berarti diantara keduanya… dan kau tahu tidak, mereka akan segera menikah!” katanya dengan semangat, dia tidak tahu kalau kata-katanya itu sangat menyakitkan, entah kenapa tiba-tiba dadaku terasa sesak dan bahkan kini aku menangis, aku berusaha menahannya agar pamanku tak melihatnya. Ku palingkan wajahku ke jendela sembari menghapus air mata di pipiku.

End of pov
—————
Author’s pov
“BANGUN ANAK MALAS!!” teriak Rae Neul tepat ditelinga Dong Hwa,
“Aissh.. pagi-pagi sudah terdengar suara sumbang bikin perutku sakit aja!” ujar Dong Hwa dengan terus melingkari boneka beruang besar diranjangnya,
“Dasar gadis pemalas (Rae Neul mulai menarik tangan Dong Hwa) ayo cepat bangun, aku dan Kibum oppa mau mengajakmu pergi tahu!” paksa Rae Neul,
“Ahhh baiklah aku bangun!” katanya dengan malas “Apa kau bilang tadi? Pergi dengan Kibum oppa?” lanjutnya, Rae Neul langsung menganggukkan kepalanya, Dong Hwa memutar kedua bola matanya,
“Ya sudah aku mandi dulu ya! kata Dong Hwa lagi sambil berjalan kekamar mandi.
Hari ini, Dong Hwa, Rae Neul dan Kibum pergi ke pusat hiburan di Seoul, sebenarnya Dong Hwa pergi hanya untuk menghilangkan kesedihannya semalam, dan tentu saja itu berhasil, karena sepanjang hari ini senyumnya selalu mengembang.
“Aku rasa yang kemarin itu aku salah? Mungkin aku hanya kagum padanya bukannya suka, buktinya sekarang aku tak mersakan apa-apa!” batin Dong Hwa, iya tersenyum melihat keceriaan yang terpancar diwajah Rae Neul dan Kibum,
“Dong Hwa, kita naik halilintar yuk!” ajak Rae Neul yang masih mengenggam tangan Kibum dengan erat,
“Kalian saja ya, aku tidak berani!” tolak Dong Hwa,
“Kenapa? Masa begitu saja kau takut!” keluh Rae Neul,
“Sudahlah lagi pula kan ada Kibum oppa, aku mau kesana saja ya, aku haus!” ujar Dong Hwa sambil menunjuk kearah sebuah Cafe,
“Sudah kau jangan memaksanya lagi, kan ada aku yang menemanimu!” ujar Kibum memberi pengertian, lalu keduanya pergi bersama kewahana halilintar, sementara Dong Hwa berjalan kearah cafe yang tadi ditunjukkannya.
Di dalam Cafe
Park Jung Soo dan Seo Sang Mi tengah menghabiskan waktu berlibur mereka berdua, keduanya kini sedang memakan es krim, Jung Soo memesan es krim vannila, sementara Sang Mi memesan es krim coklat. Karena sama-sama sibuk dan jarang bertemu, keduanya terlihat sangat dekat,
“Aa.. aa” kata Sang Mi sambil menyuapi Jung Soo es krim coklat milikknya, “Uhttuhkae?” sambungnya,
“Ohh… Massihhuh !!” seru Jung Soo dengan senyum manisnya,
“Sekarang kau yang suapi aku!” pinta Sang Mi dengan nada memanja,
“Ahh kau ini, baiklah aa..!” Jung Soo lalu menyuapi Sang Mi es krim vannila miliknya, “Song Dong Hwa?” kata Jung Soo lagi sembari mengacungkan telunjuknya kearah pintu masuk,
“Song siapa kau bilang?” tanya Sang Mi,
“Song Dong Hwa, keponakannya Kim Hee Chul, anak dari noonanya itu yang disana!” jawabnya sambil tetap menunjuk kearah Dong Hwa yang sedang celingak-celinguk didekat pintu masuk,
“Sepertinya gadis itu sendirian, kau aja kesini saja biar bergabung bersama kita!” tawar Sang Mi,
“Tapi jagiya, kitakan sedang kencan, lagi pula anak itu berisik sekali!” keluh Jung Soo,
“Sudah cepat panggil saja, atau aku yang harus kesana?” paksa Sang Mi sambil mendorong Jung Soo,
“Ne.. baiklah!” akhirnya Jung Soo menghampiri Dong Hwa dengan bermalas-malasan, tentu saja ia kecewa karena kencannya pasti akan sangat terganggu, tapi bagaimana pun juga itu salahnya sendiri karena telah menunjuk-nunjuk Dong Hwa di depan Sang Mi,
“Hei Nona Song kenapa kau sendirian?” tanya Jung Soo ketika berada dihadapan Dong Hwa,
“Adjussi??”

TBC

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s