The Ghost Of You Part 5

‘Sebuah Ledakan Hebat Terjadi Di Sebuah Apartement Seorang Jutawan’ sebuah hot news yang memamerkan foto seorang mayat yang hangus terpanggang sama sekali tak menganggangu saarapan pagi Kangin, ia malah tersenyum puas, wajah terlihat semakin segar saat membacanya, Kangin menyodorkan surat kabar itu kearah Hyera yang duduk disampingnya,
“Kerja yang bagus Siwon-sii!” puji Kangin, Hyera membekap mulutnya, menahan mual yang terasa mengocok perutnya,
“Gomawo!” ujar Siwon datar seraya menarik surat kabar itu dari hadapan Hyera,
“Kau mau melihatnya Kyeon-ssi?” tawar Siwon, Kyeon baru saja akan duduk dibangkunya,
“Mworago?” tanya Kyeon bingung,
“Aniyo. Lupakan saja!” Donghae merebut surat kabar itu dari genggaman Siwon,
“Kyeon onni hari ini kau akan pergi kesekolah bersamaku!” ujar Kangmi senang,
“De!” patuh Kyeon,
“Siapa yang akan mengantarmu?” tanya Jungsoo seraya menyeruput kopi panasnya,
“Err…” Kangmi mengedarkan pandangannya,
“Kemarin lusa harusnya Donghae oppa, tapi katanya dia ada urusan dengan Kangin oppa jadinya aku diantar Siwon oppa!” jelas Kangmi,
“Baiklah hari ini aku yang antar kalian!” kata Donghae,
“Kalau aku mau diantar Minho adjussi!” kata Sashi senang,
“Kau tak mau diantar appa?” tanya Siwon cemburu,
“Ani! Hari ini umma sedang libur kerja, appa temani saja umma!” jawab Sashi polos,
“Kau libur hari ini?” tanya Siwon,
“Molla! Heechul bisa dengan tiba-tiba memanggilku!” jawab Hyera sekenanya,
“Oh..” Kangmi membekap mulutnya berusaha menahan tawanya, dilihatnya wajah Siwon yang merah karena malu.

Kyeon menatap pria disampingnya, Donghae kini tengah menyetir sambil mendengarkan musik sesekali terdengar alunan suara tipisnya yang lembut, Kyeon tersenyum kecil ia ingat Donghae adalah orang yang tersenyum padanya hari itu saat ia pulang dari kencannya bersama Zhoumi,
“Zhoumi..” gumamnya lirih, Kyeon tersadar akan sesuatu, hubungannya dengan Zhoumi, Kyeon melemparkan pandangannya kejendela, menatap lurus kesisi jalan disebelah kanannya, tak ada senyum yang terlukis diwajahnya, wajahnya berubah muram sesaat,
“YAK!” seruan kekesalan Kangmi seperti menyadarkan Kyeon kalau dirinya tak sendiri didalam mobil ini,
“Wae? Kau kalah lagi?” tanya Donghae yang masih memfokuskan dirinya dengan setir mobil,
“Ani! PSPku mati, padahal sebentar lagi akan tamat!” keluh Kangmi pada Donghae,
“Aissh sudahlah jangan banyak main, kita sudah sampai, cepat turun!” Kangmi mengerucutkan bibirnya, dilemparnya PSP mati miliknya kesembarang tempat,
“YAK! Aissh… remaja zaman sekarang!” gerutu Donghae,
“Hihihi..” Donghae mendelik kesal kearah Kyeon,
“MWO?” tanyanya,
“Memangnya kau remaja zaman kapan Donghae-ssi?” tanya Kyeon seraya berlari mengejar Kangmi yang sudah berada jauh didepannya,
“Aku? Ah aku kan sudah jadi pria dewasa!” kata Donghae pada dirinya sendiri.

-ooOoo-

“Kyuhyun-ssi bagaimana persiapan pesta pernikahanku?” Kyuhyun menggeliat malas ditempat tidurnya, matanya terfokus pada layar PSPnya,
“Sudah selesai!” jawabnya tanpa menoleh,
“Bagus!” puji Kangin,
“Tentu saja, aku bukan orang seperti Donghae yang asal lempar tugasnya ke orang lain!” Kangin tak menghiraukan gerutun Kyuhyun, ditariknya PSP yang tengah asik dimainkan Kyuhyun,
“MWO? Hyung apa yang kau lakukan?” tanya Kyuhyun kesal,
“Kau, ikut dengan Yesung dan Jjjong ke Macau jadi bersiaplah!” titah Kangin,
“Mwoya? Kenapa bukan Key saja?” tanya Kyuhyun heran,
“Kibum marah karena masalah kemarin, jadi kau saja yang temani mereka ya!” jelas Kangin, Kyuhyun menghempaskan tubuhnya diranjang dengan kesal,
“Wae?” tanya Kangin,
“Aku ada janji kencan!” gerutu Kyuhyun seraya menjambak rambutnya kesal, Kangin terkekeh geli melihat sikap kekanakan Kyuhyun.

Suasana kamar Hyera saat ini benar-benar sunyi, tak ada suara apa pun kecuali suara jarum jam, dan helaan napas beratnya,
“Tak ada kegiatan apa pun, aku benar-benar tak punya kegiatan hari ini!” gumamnya pelan, Hyera memang bukan orang yang hobby mengurung diri dirumah, ia lebih suka berada diluar, berkutat dengan segudang aktivitas yang bisa dibilang melelahkan, tapi juga menyenangkan,
TOK-TOK-TOK
“Nugusoyo?” tanyanya saat didengarnya sebuah ketukan dipintu kamarnya, tak ada jawaban yang didengarnya memaksanya turun dari rajangnya dan membukakan pintu kamarnya,
“Ada apa?” tanya Hyera dingin, dipalingkannya wajahnya dari pria dihadapannya,
“Boleh aku masuk?” tanya Siwon, Hyera tak menjawab tapi Siwon tahu kalau Hyera menyetujuinya masuk, Hyera segera menutup pintu kamarnya saat dilihatnya Siwon sudah berada disofa miliknya,
“Ada apa kau kesini, apa hari ini kau tidak ada kegiatan?” tanya Hyera, ia berjalan menuju sebuah meja disudut kamarnya,
“Ani! Aku bukan orang super sibuk sepertimu!” jawab Siwon sedikit menyindir,
“Tidak selalu! Buktinya, hari ini aku tidak ada kegiatan!” Hyera berjalan menghampiri Siwon seraya memberikan segelas wine pada suaminya itu,
“Aku ingin tahu, apa lagi yang kau lakukan kemarin?” tanya Hyera, kini ia duduk persisi disebelah Siwon, tak ada jarak diantara keduanya, kecuali sikap mereka yang sama-sama dingin,
“Tak lebih dari sekedar menyingkirkan tikus bodoh!” jawab Siwon datar,
“Tapi percayalah kalau aku menyuruh orangku!” lanjutnya, Hyera tersenyum miris,
“Lalu kau ini siapa? Kau orangnya Kangin kan?” tanya Hyera seolah mengejek, Hyera mendongakkan wajah Siwon yang tertunduk,
“Secara tidak langsung, kau dan Kangin juga ikut membunuhnya bodoh!” Hyera menepuk pipi Siwon dengan ringan, tapi Siwon masih dapat melihat kemarahan yang besar dari mata Hyera,
Drrrtt… Drrrrtttt…
“Ponselmu!” Hyera menunjuk ponsel Siwon yang diletakkannya diatas meja,
“Minah” gumam Siwon pelan, Siwon buru-buru bangun dari duduknya dan menjauh dari Hyera,
“Yoboseoyo!” sapa Siwon, ia berusaha berbicara senormal mungkin saat ini,
“Jagiya, kau dimana?” tanya suara disebrang,
“Dirumah!” jawab Siwon singkat,
“Oh.. jagi hari ini mau menemaniku tidak?” tanya orang itu lagi,
“De? Ah mianhae, aku sedang sibuk!” kilah Siwon, ia menatap Hyera yang kini asik membaca majalah seolah tak memperdulikan dengan siapa suaminya sedang berbicara,
“Aigoo jagiya, aku benar-benar membutuhkanmu saat ini!” protes Minah dengan nada memanja,
“Mwo? Apa kau sakit?” kali ini Siwon mengeraskan suaranya seolah memaksa Hyera mengeluarkan kecemburuannya,
“Ah.. Ani! Siapa yang bilang aku sakit, aku hanya ingin kau mengantarku kesuatu tempat, itu saja kau ini berkebihan sekali!”
“Ah ne.. aku akan segera kesana, tunggu aku ya!” Siwon dengan segera memutus sambungan teleponnya,
“Hyera-ah temanku sedang sakit!” ujar Siwon kepada Hyera,
“Oh…” Hyera masih sibuk membaca lembar demi lembar majalahnya,
“Sebenarnya aku ingin menemani liburmu hari ini!” Hyera menoleh sebentar kearah Siwon,
“Aniyo, aku mau istirahat, kau temani saja temanmu yang sedang sakit itu!” katanya santai, Siwon berdecak kesal dan menarik langkahnya keluar dengan malas,
“Aku pergi!” pamit Siwon, Hyera tak menjawab apa pun selain anggukan kecil dikepalanya,
“Huft… wanita macam apa yang aku nikahi!” umpat Siwon dibalik pintu kamar Hyera.

-ooOoo-

Zhoumi menatap lurus kearah Kyeon dan Kangmi, keduanya baru saja turun dari mobil yang sama,
“Bagaimana bisa?” tanyanya menggumam, Zhoumi dengan segera menghampiri keduanya,
“YA~ Kalian berdua baru masuk, kemarin kenapa membolos?” tanya Zhoumi,
“Mwo? Aku membolos ya? Aku pikir oppa membuatkan surat ijin untukku ~.~)7” Zhoumi berdecak kesal mendengar jawaban Kangmi,
“Kyeon-ah kenapa kau bisa pergi kesekolah bersamanya?” Zhoumi mengalihkan pertanyanya,
“…” Kyeon terdiam, dia tak tahu harus menjawab apa, dan bagaimana,
“Hanya kebetulan saja, tadi aku ketemu dengan onni dijalan, ya sudah aku ajak dia ikut denganku!” kata Kangmi seraya tersenyum licik kearah Kyeon,
“Oh.. ya sudah khaza! Eh Youngmi, kau ajari aku PR Sastra ya!” pinta Zhoumi,
“Mwo? Aku baru masuk sudah disuruh-suruh?” protes Kangmi,
Ayolah!” kali ini Kangmi tak bisa menolak, karena Zhoumi menunjukkan jurus puppy eyesnya.

Kangmi meletakkan tasnya dimeja dengan ragu-ragu, ditatapnya meja terdepan pada baris kedua dari sebelah kanan, Zhoumi dan Kyeon juga ikut-ikutan menatapnya, atau lebih tepatnya menatap bangku ketiga baris pertama disebelah kanan,
“YA!” teriak Kangmi seraya memukul mejanya dengan keras, Changmin menggeliat diatas mejanya,
“Changmin-ssi, apa yang kau lakukan dimejaku?” tanya Kangmi kesal,
“Eh.. Youngmi-ssi ^^)7 Mianhae aku ketiduran dimejamu, sudah kau duduk dibangku Zhoumi saja!” Changmin menunjuk kursi disampingnya yang masih kosong,
“Mwo? Kursi ini, dan kursi itu memang punyaku!” marah Kangmi, ia menunjuk dua meja yang sedang diduduki Changmin dan disebelahnya yang, masih kosong,
“Aigoo.. Ketua kelas Kim Young Mi, aku disni juga bayar SPP, jadi kau tak bisa seenaknya mengatakan kalau meja ini dan itu milikmu!” ujar Changmi santai,
“Aissh maumu itu apa sich? Kau kan harusnya duduk didepan ANAK BARU!” Kangmi menunjuk meja dimana Kyeon tengah duduk sekarang,
“Aniyo.. Hari ini aku mau duduk disini saja! Terserah kau mau duduk disampingku, atau disebelahnya Kyeon!” Kangmi menghela nafas kesal,
“Zhoumi-ssi kau tetap duduk disini!” Kangmi menarik tangan pria yang jauh lebih tinggi darinya itu,
“Wae?” tanya Kangmi saat dilihatnya Zhoumi menunjukkan tampang kesalnya,
“Biar aku duduk didepan saja Youngmi-ah!” pinta Zhoumi memelas,
“ANI! Aku tidak mau duduk dengannya!” Kangmi menarik tasnnya dengan kasar,
“Onni, hari ini aku akan duduk disini!”
“De, duduklah!”

-ooOoo-

Kyeon’s PoV

Huft.. apa yang harus aku lakukan sekarang, baru satu kali aku pergi sekolah dengan Youngmi saja Zhoumi sudah curiga, apa yang harus aku lakukan… Putus… Aku masih mencintainya, bagaimana mungkin aku meninggalkannya, tapi aku juga tidak mungkin terus bersamanya sedangkan sebentar lagi aku harus menikahi Kangin, aku akan menyakiti Zhoumi bila tak memberi tahunya sekarang,
“Ada apa?” tanya Youngmi yang sibuk mencoret sesuatu dikertasnya,
“Aniyo..” kataku bohong,
“Sudah tahu harus berbuat apa?” tanyanya lagi, aigoo kenapa anak ini menanyakan yang tidak-tidak,
“Err.. apa maksudmu?’ tanyaku ragu, kudengar helaan napasnya dan kemudian ia meletakkan pensilnya,
“Ku pikir, kau harus secepatnya meninggalkan Zhoumi oppa!” katanya, dia menatapku tajam, baru kali ini aku melihat tatapannya seperti itu, dia selalu bersikap lembut padaku,
“Psstt.. Jangan keras-keras!” larangku, ya suaranya itu cukup keras dan itu bisa membuat orang-orang disekitar kami mendengarnya,
“Bagaimana?” cecarnya, hah aku rasa anak ini baru aka diam kalau aku jawab ‘iya, aku akan tinggalkan Zhoumi saat ini juga’ kutarik napas dalam-dalam, mencoba menjernihkan pikiranku atas masalah yang tengah menderaku, ini semua salah appa dan umma..
“Eh?”
“Mwoya?” aku menoleh kearahnya yang menatapku bingung, aku tersenyum kecil padanya,
“Bagaimana jika aku beralasan bahwa ‘orang tuaku melarang hubungan kami’ hah bagaimana?” tanyaku padanya, ia nampak berpikir sejenak,
“Baiklah, jangan lupa beritahu orang tuamu tentang rencana ini!” aku mengagguk setuju dengannya,
“Zhoumiya.. mianhae..” lirihku.

End Of PoV

Siwon melangkah memasuki sebuah rumah kecil yang biasa didatanginya diwaktu senggang, dilihatnya seorang gadis cantik tengah menyirami bunga-bunga dipekarangan rumah tersebut,
“Annyeong Minah!” sapanya, gadis itu berjalan menghampiri Siwon,
“Jagiya, akhirnya kau datang” gadis itu bergelayut manja didada bidang Siwon,
“Mwo? Kenapa kau cemberut begiitu?” tanya Minah sambil memainkan bibir Siwon dengan jemarinya,
“Ani! Eh kau bilang kau sedang membutuhkanku?” tanya Siwon mengalihkan pertanyaan Minah,
“Oh itu.. Begini, oppaku memberiku paket liburan ke pulau Jeju, tadinya kami mau pergi berdua!”
“Lalu?” potong Siwon,
“Dia tidak bisa, bagaimana kalau kau saja yang menemaniku? Kan sayang!” Siwon berpikir sejenak,
“Kapan?” tanya Siwon kemudian,
“Lusa! Otthokhae?” tanya Minha manja, Siwon tersenyum dan menganggukan kepalanya,
“Gomawoyo jagi!” ujar Minah seraya mengecup pipi Siwon lembut

Jam istirahat pertama ini Zhoumi dan Kyeon menghabiskan waktu ditaman belakang sekolah mereka, sejak tadi tak ada sedikitpun suara yang keluar dari mulut mereka, Zhoumi ingin sekali mengajak Kyeon berbicara, tapi melihat sikap Kyeon yang aneh dia memilih diam, sementara Kyeon sejak tadi hanya memandangi jarum jam tangannya, ia juga mau berbicara tapi lidahnya terasa kelu, hingga ia tak sanggup mengatakan apa pun,
“Zhoumi-ssi” panggil Kyeon akhirnya, Zhoumi menoleh, ia sedikit terkejut melihat air mata dipipi Kyeon,
“Gwaenchanayo?” tanya Zhoumi,
“Aku mau mengakhiri semuanya!” Zhoumi tercekat mendengar jawaban Kyeon,
“Mwo? Apa salahku?” tanya Zhoumi bingung,
“Ani! Kau tak salah apapun!” bantah Kyeon,
“Lantas, mengapa kau ingin meninggalkanku?” tanya Zhoumi lagi,
“Karena orang tuaku tak merestuinya!” Zhoumi menggeleng tak percaya,
“Hanya itu?” tanya Zhoumi sangsi, Kyeon mengangguk lemah,
“Hanya karena hal itu kau ingin kita putus?” tanya Zhoumi meremehkan,
“Jangan berkata ‘hanya itu’ Zhoumi-ssi!” marah Kyeon,
“Kau tak percaya padaku? Kau tak percaya kalau kita bisa menghadapi orang tuamu!” bentak Zhoumi,
PLAK
“YAK! Kau jangan menambah masalahnya! Cukup meninggalkannya jika kau benar-benar mencintainya!” Kangmi menarik Kyeon menjauh dari Zhoumi, sementara Zhoumi seolah terpaku ditempatnya,
“Gwaenchanayo? Apakah tamparannya benar-benar sakit?” tanya Changmin sambil menepuk pundak Zhoumi agar pria itu tersadar dari lamunannya,
“Appo..” lirih Zhoumi,
“Hah.. gadis itu benar-benar garang!” Changmin menggeleng heran,
“Ani! Bukan pipikiu yang sakit, tapi disini!” Zhoumi memeganggi dada kirinya, dia kemudian menghempaskan tubuhnya ketanah,
“Ulljima! Kau bisa dapatkan yang lebih baik darinya!” hibur Changmin,
‘Youngmi, ternyata kau benar-benar ular berbisa!’ batin Changmin.

-ooOoo-

Kyeon memandangi gadis didalam cermin, gadis itu menggunakan gaun putih berbahan kain, rambut panjangnya yang sedikit ikal tergerai manis melewati pundaknya, sementara dipuncak kepalanya terdapat mahkota indah yang menghiasinya, Kyeon mengalihkan pandangannya kepada kedua tangannya, dipegangnya rangkaian bunga putih yang cantik,
‘TES’
Tetesan air mata Kyeon jatuh ketangannya, dengan segera ia tersadar dari lamunannya, dihapusnya air mata yang meluncur dipipinya, Kyeon menatap lagi gadis dalam cermin itu, gadsis itu tersenyum getir kearahnya, sama seperti yang ia lakukan saat ini, tersenyum getir kearah gadis dicermin itu,
“Apakah kau itu aku?” tanyanya bodoh,
‘DRAP-DRAP-DRAP’
Suara langkah kaki kembali menyadarkannya, Kyeon sebisa mungkin mengubah ekspresinya kembali normal, ditariknya napas sedalam-dalamnya,
“Aku harus siap!” seperti sebuah sugesti yang memaksanya menerima sesuatu yang tak mungkin, ia tak siap, sama sekali tak siap,
“Annyeong Nona Yun!” sapa kepala pelayan, Kyeon dengan cepat menoleh dilihatnya kedua orang tuanya yang kini berdiri dibelakang kepala pelayan itu,
“Annyeong!” jawab Kyeon datar, kepala pelayan itu mempersilahkan Sanghyun dan Yejin masuk,
“Saya permisi!” pamitnya, Yejin menatap putri tunggalnya yang masih terduduk didepan meja riasnya,
“Kyeon-ah..” Yejin berjalan menghampiri Kyeon, kedua tangannya mulai menjalari kedua pipi Kyeon, ditatapnya Kyeon dengan tatapan takjub, sementara sang ayah masih terpana ditempatnya,
“Wae?” tanya Kyeon dingin,
“Ommo… nomu yeppuda!” puji Yejin, ditariknya Kyeon kedalam pelukannya,
“Ah mereka menyulapmu menjadi seorang gadis yang cantik!” kata Yejin yang masih memeluk Kyeon erat,
“MWO? Jadi sebelumnya aku tidak cantik ya?” protes Kyeon, dilepaskannya pelukan tadi seraya mengirimkan death glarenya kepada sang ibu, Yejin terkekeh geli melihat anaknya, rasanya sudah lama sekali ia tak melihat anaknya,
“Yeobo.. sudahlah jangan menggodanya terus! Kyeon-ah ayo cepat kita harus secepatnya pergi ke gereja!” ujar Sanghyun
“Aisshh.. iya-iya!” patuh Kyeon terpaksa,
“Err.. appa!” panggil Kyeon diambang pintu kamarnya, membuat kedua orang tuanya berhenti sejenak,
“Waegudae?” tanya Sanghyun,
“Aku kan masih kelas 3 SMA, kenapa tak membiarkanku lulus dulu baru menikah, kami kan bisa bertunangan dulu appa!” kata Kyeon sarkas,
“Tenanglah dia tak akan memperlakukanmu dengan buruk!” ujar Sanghyun,
“Tapi..” Sanghyun tak memeperdulikan pertanyaan Kyeon lagi, diseretnya Kyeon menuju mobil yang akan membawa mereka ke gereja

TBC

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s