The Ghost Of You Part 6 [Special Kangin’s Birthday]

Cahaya menyilaukan masuk melalui celah jendela yang berada dibawah atap gereja, suara derit pintu nyaring berbunyi diiringi suara derap langkah orang yang sedang memasuki gereja megah itu, puluhan pasang mata mengalihkan pandangannya kearah pintu utama, seorang gadis –yang terlalu muda- dengan gaun putihnya berjalan dialtar bersama seorang pria yang sepertinya pengiringnya, si pengiring mengantarkan mempelai wanita itu hingga bertemu dengan pasangannya, si pengiring tersenyum samar kemudian melepaskan apitan tangan si mempelai, gadis itu menoleh kearah pengiringnya seraya bergumam pelan,

“Appa..” sang ayah terus berjalan menjauhi altar suci itu *jujur aq ga ngerti namanya beneran altar apa bukan -_-)* sebuah tangan kokoh menggatinkan tangan pengiring tadi, ia menarik gadis itu lembut,

“Sudah waktunya!” katanya lembut, Kyeon mengangguk lemah, disejajarainya tubuh pria itu mengahadap seorang pendeta yang siap memulai upacara sakral itu,

“Kim Youngwoon, bersediakah kau mendampingi istrimu dalam sedih dan senang, sakit dan sehat, juga dalam hidup dan matinya?” tanya si pendeta tegas, *aisshh ini kata2 ngarang amat sich –)7 mian ya, saya ngga ngarti xD*

“Ne..” jawab Kangin, seraya tersenyum setan,

“Yun Kyeon Neol, bersediakah kau mendampingi suamimu dalam sedih dan senang, sakit dan sehat, juga dalam hidup dan matinya?” ulang si pendeta kepada Kyeon, Kyeon mendongak kaget, agaknya ia masih belum 100% sadar bahwa hari ini dan saat ini adalah waktunya menyerahkan hidupnya kepada si ‘raja setan’ Kangin *ditabok appa*

“N.. Ne..” katanya akhirnya dengan hati yang sedikit tak rela, gemuruh tepuk tangan menghiasi ruangan megah itu, mereka semua berdiri seraya bertepuk tangan senang,

“Ommo.. sebentar lagi?!” Diana menutup mata Sashi dengan tangannya,

CHU~

Untuk kedua kalinya Kyeon mendongak kaget saat keningnya dikecup lembut oleh Kangin, tepukan tangan makin terdengar keras, beberapa diantara mereka bahkan membicarakan keserasian keduanya, meskipun jarak diantara keduanya yang cukup jauh *jauh banget malah xD*

“Aigoo.. Tak kusangka aku benar-benar mempunyai hyungsoo yang 2 tahun lebih muda dariku!” keluh Key seraya memijit pelipisnya,

“Setidaknya dia setahun lebih tua dariku!” sambung Kangmi,

“Ini akan jadi awal penderitaannya!” ujar Hyera sarkas,

“Begitukah?” tanya Yesung, “Kemana suamimu? Kenapa ia tak ada dihari sepenting ini?” tanyanya lagi, Hyera melemparkan senyuman meremehkannya,

“Mungkin dia sudah bosan menjadi bagian dari kalian?” tanyanya retoris,

“Bagus! Kau memang hobby bertanya saat ditanya!” balas Yesung, ia kembali memfokuskan perhatiannya kearah sepasang mempelai tersebut,

“YA!” Kyuhyun menarik Sashi dari pelukan Diana,

“Aissh wae?” tanya Diana kesal,

“Cepat kebarisan itu, ambil bunga yang akan dilemparkan Kyeon! Palli!” desak Kyuhyun seraya mendorong tubuh Diana,

“Apa-apan sich kau ini?”

“Palli!”

“Ne.. Ne… Ne…. Cerewet!” Diana kemudian berjalan kearah kerumunan gadis lajang yang menunggu lemparan bunga dari Kyeon,

‘Aku bahkan belum pernah menangkap bunga, sekarang malah harus melemparnya?’ batin Kyeon mengeluh, dilihatnya puluhan gadis lajang yang berkumpul dihadapannya, *setau aq sich cewek2 itu ngumpul diahadapan mempelai, maklum pernah ikutan juga ^/\^ tapi ga dapet wkwkwkwk* Kyeon melempar bunganya keatas, beberapa gadis itu terlihat antusias dan melompat bunganya,

“Mwoya? Kenapa aku?” pekikaan seorang gadis langsung menjadi pusat perhatian yang lainnya,

“Aigoo… Kenapa bukan aku saja sich?” keluh seorang gadis bergaun ungu,

“Beruntung sekali gadis itu? Coba saja tadi aku lompat lebih tinggi pasti aku yang dapat!” keluh yang lainnya, sementara si gadis ‘beruntung’ itu malah berwajah masam, seolah baru saja mendapatkan sebuah ‘kesialan’

“Chukhae!” ujar Kyuhyun sembari menepuk lembut pundak Diana,

“Diana kau hebat!” seru Sashi mengacungkan kedua ibu jarinya dihadapan Diana,

“Aisshh kalian ini!” Kyuhyun menyeringai senang melihat wajah masam Diana.

-ooOoo-

“Kenapa kau menyeretku kesini oppa?” tanya Kangmi bingung, ini adalah hari special oppanya seharusnya ia menyaksikan seluruh upacara sakral tersebut sampai habis,

“Wae? Kau mau berebut bunga itu juga?” tanya Jungsoo terdengar mengejek,

“Itu bunga tulip oppa!”

“De!”

“Dan itu adalah bunga favoritmu!”

“Juga favoritmu!” Kangmi menatap dalam mata tajam pria itu,

“Kenapa tak membiarkanku mengambil bunga favorit kita?” tanya Kangmi,

“Aku menyelamatkanmu tahu!”

“Mwo?”

“Memangnya kau mau menikah diumur yang terlalu muda ya?” ejek Jungsoo, keduanya terkekeh ringan sembari menikmati pemandangan ditaman sekitar gereja,

“Oh iya oppa, kau belum menjawab pertanyaanku!”

“Err.. Aku hanya tidak suka berada didalam, mereka semua mengejekku sich!” Jungsoo mengerucutkan bibirnya, Kangmi mencubit gemas pipi kekasihnya,

“Kau lebih tua dari oppaku tapi belum menikah juga, wajar kan ^^ lain kali jangan larang-larang aku berebut bunga diacara pernikahan ya!”

“Mwoya?”

“Karena aku ingin menikah diusia muda ^^” jawab Kangmi dengan wajah berbinar untuk sementara Jungsoo mengira otak kekasihnya itu sedang korslet, tapi dia menangkap rasa senang dalam wajah gadisnya itu,

“Apakah dengan begitu, aku lah Byeol-mu?” tanya Jungsoo pelan,

“Boe?” tanya Kangmi sepertinya tak mendengar dengan jelas,

“Aniyo! Kau gila ya mau menikah muda?” elak Jungsoo mengalihkan pembicarannya,

“Mwoya?” Kangmi mulai menyerangi Jungsoo dengan pukulan manjanya, sementara Jungsoo malah membalasnya dengan menggelitiki tubuh Kangmi. Hening seketika tercipta diantara keduanya.

Suara bising dari arah gereja membuyarkan lamunan Jungsoo dan Kangmi, keduanya dengan sigap berlari kearah sumber suara tersebut.

BUK

Seorang pria bertubuh tinggi menjulang tengah memukuli seorang ajudan Kangin,

BUK-BUK-BUK

Satu-persatu pria bertubuh besar dihadapanya tersungkur dihadapanya,
“Heh.. Jadi hanya segini saja ya kemampuan kalian?” katanya dengan senyum mengejek,

DRAP-DRAP-DRAP

Suara langkah memenuhi ruangan itu, seorang pria yang tak kalah tinggi dari pria sebelumnya itu tersenyum kaku kearah altar, pria itu memepercepat langkahnya tanpa memperdulikan sekitarnya, sementara pria yang sebelumnya berbuat keributan tersebut tampak berjaga disekirarnya,
“Apa-apaan ini? Berani sekali mengacau dipesta pernikahanku?” gurau Kangin berusaha menekan emosinya,

DUAK

Si pria pembuat keributan itu menendang tubuh Kangin hingga si ‘bos mafia’ itu sedikit terdorong kebelakang namun agaknya ia masih cukup kuat untuk tidak tersungkur seperti anak-anak buahnya, sementara pria lainya menarik si pengantin keluar dari gereja itu, semuanya terjadi begitu cepat, pria itu menarik gadis itu dengan sangat cepat, sementara temannya dengan cepatnya menendang satu-persatu orang yang menghalangi langkahnya,
“Damn!” rutuk Kangin,

“Bubarkan pestanya!” titah Yesung yang merasakan aura negatif disekitarnya *emang appaku stean -..-)a* para tamu pun pergi dari tempat itu dengan perasaan kecewa,

“Apa kita akan benar-benar membubarkan?” tanya Kyuhyun konyol,

“Hyung kau mengejar mereka?” tanya Key, Kangin tak menjawab tapi sepertinya ia tahu jawaban hyungnya, “Tadi aku lihat Jungsoo hyung dan Youngmi sudah mengejar mereka!” lanjutnya memberi informasi,

“Bagus! Kita ikuti mereka melalui GPS diponsel Jungsoo hyung!” usul Donghae,

“Baiklah, Yesung hyung, Donghae, dan Kyuhyun ikut aku!” suruh Kangin, ia meninggalkan tempat itu diikuti ketiga temannya,

“Kalian pulang saja!” ujar Yesung sesaat sebelum ia benar-benar meninggalkan tempat itu.

-ooOoo-

“Zhoumi-ssi apa yang kau lakukan?” tanya Kyeon panik, wajahnya menegang sementara matanya berputar memperhatikan Zhoumi, Changmin dan sebuah mobilo yang tengah mengejar mereka,

“Lalu apa yang kau lakukan?” tanya Zhoumi sarkas, Kyeon hany6a diam tak menjawab, ia menatap nanar pria disampingnya,

“Mengertilah posisiku Zhoumi-ssi!” pintanya memelas,

“Aku tidak menyangka kau serendah ini Kyeon-ah, kalau bukan Changmin yang mengatakannya, mungkin selamanya aku tidak akan pernah tahu!” Kyeon menatap tajam Changmin, sementara yang ditatap tengah sibuk memeperhatikan mobil dibelakangnya,

“Kau terlambat, aku sepenuhnya milik Kangin sekarang.. andai saja kau bisa menyampaikan keberatanmu.. mungkin..” Kyeon menggantungan kata-katanya, dalam hati ia merutuki dirinya sendiri atas perkataan tak bertanggung jawabnya,

“Geogjongma! Kau belum disentuh denganya kan? Kalian cerai saja!” sambar Changmin santai, “Ah.. Baiklah lupakan saja!” sambung Changmin secepatnya saat untuk kesekian kalinya Kyeon menatapnya tajam,

“Apa yang mengejar kita itu Kangin?” tanya Zhoumi, sepertinya ia lelah untuk terus berlomba menjauhi mobil dibelakangnya,

“Molla!” jawab Kyeon, ia tak yakin itu Kangin atau bukan, ia mana tahu mobil Kangin yang mana, sejak awal ia selalu terkurung didalam kamar besarnya dirumah asing itu,

“Leeteuk.. itu Leeteuk!” sambar Changmin,

“Kau itu tak bisa diam ya?” kata Kyeon dingin, “Dan siapa itu Leeteuk, tidak ada yang bernama Leeteuk diantara mereka!”

“Lalu itu siapa?” tanya Zhoumi lagi, Kyeon enggan menjawab karena ia benar-benar itu siapa, ia hanya mengangkat bahunya tanda tak tahu,

“Aku yakin itu Leeteuk, aku pernah melihatnya menjemput Kangmi!” ujar Changmin meyakinkan,

“Siapa itu Kangmi?” tanya Zhoumi bingung,

“Kau tahu Kangmi?” tanya Kyeon tak percaya, Changmin hanya tersenyum misterius,

“Apa yang kalian bicarakan?” desak Zhoumi penasaran,

Ckiiiittt…

Decit mobil berwarna putih susu itu mengudara, mobilnya sedikit berputar karena rem mendadaknya, meninggalkan jejak ban hitam diaspal, sementara mobil silver metalic dihadangnya hampir saja menabrak kalau saja tak dihentikan dengan rem mendadaknya,

BRAK

Seorang pria keluar dari mobil tersebut, bukan Kangin, pria itu lebih kurus dari Kangin, rambutnya pun berwarna kecoklatan tidak seperti Kangin yang rambutnya berwarna hitam pekat,

“Jungsoo-ssi!” gumam Kyeon seolah menjawab pertanyaan Zhoumi yang sedari tadi tak berhasil dijawabnya,

“Leeteuk-ssi… benar dugaanku!” gumam Changmin, matanya menatap dalam kearah pria yang berdiri dengan angkuhnya didepan mobilnya itu, “Sepertinya dia akan merusak mobilku jika kita tidak keluar dan menyelesaikan masalahnya Zhoumi-ya!” gurau Changmin seraya keluar meninggalkan mobilnya,

“Jamka Changmin-ssi!” cegah Kyeon sia-sia karena Changmin benar-benar sudah berada diluar sekarang,

“Kau jangan kemana-mana!” ujar Zhoumi yang lalu mengikuti Changmin,

‘Senyumnya seperti malaikat dengan sebuah lesung disudut bibir sebelah kirinya, tapi wajahnya terutamanya memancarkan aura dingin yang mengerikan!’ batin Changmin yang terpaku menatap pria didepannya,

Kretek.. *bunyi apaan tuch =..=)a*

Changmin mengepalkan tangannya, melemparkan senyuman merehkan khasnya, dan kemudian

BUAK

Sebuah pukulan tepat mengenai perut lawannya, Jungsoo menyeringai kecil, ditatapnya pria yang jauh lebih tinggi dirinya itu sesaat,

BUK
Tak keras, namun cukup memalukan karena pukulannya mengarah tepat kewajah Changmin dan membuatnya sedikit tedorong kebelakang,
“Ssshh..” desah Changmin seraya menghapus darah yang mengalir disudut bibirnya,

“Segitu saja kemampuanmu?” tanya Jungsoo yang membuat lawannya sedikit geram, Zhoumi bersiap mendaratkan pukulannya kearah Jungsoo, namun dengan mudahnya Jungsoo menepisnya da malah membanting tubuh Zhoumi hingga tersungkur diatas aspal, sementara dari belakangnya Changmin bersiap menyerangnya,
“Kau pikir bisa bermain curang denganku ya?” ejek Jungsoo yang berhasil membanting tubuh Changmin, “Harusnya kalian tahu siapa aku-“

“Memangnya kau ini siapa Jungsoo-ssi?” potong Kyeon,

“Kyeon-ah, aku bilang kan jangan kemana-mana!” marah Zhoumi, Kyeon menatap mantan kekasihnya itu dengan mata berkaca-kaca,

“Cukup!” keempatnya mengalihkan pandangannya kearah seorang gadis dengan gaun pinknya, “Ikut aku onni!” paksa gadis itu seraya menarik Kyeon masuk kedalam mobilnya,

“Youngmi-ssi.. Neo!!” Zhoumi menatap nanar Kim Youngmi, gadis yang selama ini menjadi teman sebangkunya, tega membawa lari gadisnya,

“Jamka..” Changmin bangun dan berlari menghampiri Jungsoo sementara Kyeon dan Kangmi sudah berada didalam mobil,

DOOR..

“Arrrgghh…” erang Changmin,

“Kau jago balap kan? Cepat bawa dia kerumah sakit sebelum ia kehabisan darah!” ujar Jungsoo sembari mengembalikan pistolnya kedalam sakunya.

-ooOoo-

Kangin tesenyum melihat mobil putih itu menjauh dari arena pertandingan berdarah tadi,
“Hooaammhh…. Sudah puas belum?” tanya Kyuhyun dengan kepala yang bersandar disetir mobilnya,

“YAK! Kau lihat tidak? Tadi itu sangat menarik, aku bahkan sudah mereka adegannya!” seru Donghae seraya memperhatikan hasil rekamannya,

“Hyung, aku ingin tahu identitas pria yang ditembak itu!” suruh Kangin, sekali lagi sebuah senyuman tersungging dibibirnya,

“Jangan katakan kau mau menyeretnya dalam kelompok kita?” tanya Kyuhyun yang dijawab seringaian kecil dari Kangin.

@Kangin’s House

Tak ada satu pun orang yang kembali kekamaranya, mereka semua merasa lelah dengan kejadian hari ini dan memilih beristirahat diruang tamu,
“Kemana Hyera noona?” tanya Minho pada Diana,

“Tadi, dia langsung pergi dengan Tuan Heechul, sepertinya ada urusan penting!” jawab Diana,

“Aisshh… suaminya tak datang dan sekarang istrinya juga malah pergi!” ujar Key cuek, terkadang ia memang berbicara asal dan sesukanya,

“Adjussi.. orang tadi mirip appa!” kata Sashi polos,

“Mwo? Nuguya?” tanya Minho,

“Yang menculik Kyeon onni! Dia itu kan memang pacarnya Kyeon onni!” jawabnya masih dengan kepolosa khas anak-anaknya, *nich anak emang kelewat polos apa bocor sich? /plaak ditabok ShaWon*

“MWO?” Key terlonjak dan segera menghampiri gadis kecil itu, Sashi mengangguk

“Aku dan Diana melihatnya ditaman hiburan, oppa itu baik padaku!” katanya seraya menunjuk Diana, semua mata terlihat menatapnya dengan tatapan meningtrogasi,

“Err.. Malam itu saat Nona Kyeon datang kesini, siangnya aku dan Nona muda sudah bertemu ditaman hiburan, mereka sepertinya sedang kencan!” jelas Diana terpaksa,

“’Aku pernah bilang kalau kelak mereka akan berpisah kalau salah 1 diantara mereka bosan, karena appa dan umma juga seperti itu, apa aku salah adjussi?” tanya Sashi menatap Minho dengan puppy eyesnya,

“Aigoo.. Kau sembarangan sekali anak kecil!” kata Jonghyun menepuk pelan kepala Sashi,

“Omo.. omo.. Minho-ya keponakanmu itu sudah membongkar rahasia keluarga kakakmu didepan orang asing!” sambung Key, Minho menghela napas pelan,

“Dengarkan aku! Lain kali, kau tak boleh berbicara dengan orang asing secara sembarangan! Arrachi?” ujar Minho diikuti anggukan patuh Sashi,

“Ne.. Aku janji!” kata Sashi seraya mengaitkan kelingking kecilnya di kelingking Minho.

Dua buah mobil terparkir didepan kediaman Kangin dalam waktu yang hampir bersamaan, Kangin dan Kyeon saling bertatapan, Kyeon menunduk malu dengan kejadian hari ini, tubuhnya juga terasa pegal karena ditarik oleh Zhoumi tadi,

“YAK!” Kyeon menghempaskan tangan Kangin kasar, sudah cukup hari ini ia ditarik sepajang alatar, ia tak mau lagi ditarik-tarik, tubuhnya sudah benar-benar lelah saat ini,

“Wae?” tanya Kangin cuek,

“Jangan tarik-tarik aku! Pagi-pagi ayahku sudah menyeretku kealtar, Zhooumi menarikku pergi meninggalkan altar, Youngmi menyeretku dari Zhoumi, dan sekarang kau mau ikut-ikutan menarikku?” kata Kyeon kesal, Kangin bisa merasakan kelelahan gadis itu dari helaan napas gadis itu,

“Oh maaf!” kata Kangin kaku, sepertinya ia tak pernah mengucapkan kata ‘maaf’

“KYA.. Apa yang kau lakukan? Turunkan aku! Cepat turunkan!” Kyeon berusaha memberontak saat Kangin menggendongnya secara paksa, tapi Kangin tak menurutinya, dan tubuhnya juga bertambah pegal membuatnya menghentikan aksi berontaknya,

“Ehm.. Hari yang melelahkan?” tanya Jungsoo memandangi Kangin dan Kyeon, Kangmi bergidik melihatnya

“Ada yang kuat menggendong Leeteuk oppa? Sepertinya tubuhnya lebih pegal dari Kyeon onni!” gurau Kangmi seraya meninggalkan beranda rumahnya,

“Lebih baik aku menggendong Diana!” kata Kyuhyun sambil; berjalan santai dibelakang Kangmi,

“Maaf, tapi aku lebih kecil dari Leeteuk hyung!” kata Yesung ikut mengekor dibelakang Kyuhyun,

“Pacarku bisa marah kalau dia tahu aku memeluk seorang pria, bisa dikiranya gay aku!” seru Donghae yang berlari dari kejaran Jungsoo,

“Aisshh.. dasar kalian tidak sopan!” umpat Jungsoo.

-ooOoo-

Kangin membaringkan tubuh Kyeon diatas ranjang ukuran King Size milik mereka yang dihiasi taburan kelopak mawar merah, Kyeon menahan napasnya yang terasa sesak, Kangin menyentuh wajahnya dengan lembut, jarak diantara keduanya kini hanya satu jengkal tapak anak kecil,

“Mianhae!” Kyeon memalingkan wajahnya saat disadarinya Kangin hendak mencium bibirnya, Kangin mendesah kesal, dibantingnya tubuhnya disamping tubuh Kyeon,

“Apa bocah tadi itu pacarmu?” tanya Kangin dingin,

“Bukan! Err.. maksudku, aku sudah putus darinya!” jawab Kyeon panik,

“Wae? Tidak perlu takut! Aku tahu kau bukan pembohong!”

“Tahu?” Kyeon menoleh kearah Kangin,

“Aku benci pembohong! Makanya aku menikahimu, karena setahuku gadis sepolosmu tidak akan mungkin bisa berbohong!” jawab Kangin yang ikut menoleh, Kyeon bisa merasakan deru napas Kangin karena jarak super dekat itu,

“Tadinya aku berharap ini akan jadi hari terindah-“ kata Kangin menggantung, ditatapnya jam yang masih melingkar dipergelangan tangan kirinya,

“Huft.. masih jam sepuluh malam!” kata Kangin sediki mendesah,

“Ada apa sich?” tanya Kyeon bingung,

“Bodoh!” rutuk Kangin kesal,

“MWO?” Kyeon membelalakan mata bulat besarnya,

“Kau menghancurkan acara yang susah payah diatur KyuHae!” kata Kangin seraya melemparkan kartu undangan pernikahan mereka, Kyeon beranjak dari tidurnya dan membaca kartu undangan itu, matanya terus menjelajahi kata demi kata dalam kartu itu, hingga sampai diurutan acara,

“MWO? Perayaan ulang tahun?” pekik Kyeon, “Kau ulang tahun hari ini Kangin-ssi?” tanya Kyeon tak percaya sekaligus malu,

“Tidak tahu! Ini hari ulang tahun yang paling memalukan dalam hidupku!” kata Kangin melemparkan jasnya kesembarang tempat,

“Aku benar-benar tidak tahu.. Mianhaeyo!” ujar Kyeon tulus tapi buikan itu yang mau didengar oleh Kangin saat ini,

“Aisshh.. setidaknya ucapkan selamat padaku, kata-kata maaf malah membuatku makin kesal karena mengingat kejadian memalukan tadi!” kata Kangin, Kyeon menundukkan kepalanya, ia menaik napas dalam,

“SAENGIL CHUKAHAMNIDA… SAENGIL CHUKAHAMNIDA… SARANGHANEUN…. KANGIN-SSI.. SAENGIL CHUKAHAMIBNIDA!” Kangin terkekeh geli melihat ekspresi Kyeon,

“Mwo? Suaraku jelek ya?” tanya Kyeon,

“Sangat! Lebih baik aku minta Yesung hyung atau Kangmi yang menyanyi untuku!” ejeknya sambil terus terkekeh geli,

“Aisshh.. setidaknya dengan suaraku yang sangat jelek ini aku mau bernyanyi untukmu!” protes Kyeon,

“Pagi tadi, Yesung hyung dan Kangmi sudah menyanyikanya untukku! Kau itu orang terakhir yang mengucapkannya!” ejek Kangin, Kyeon menggembungkan pipinya,

“Aku kan baru tahu!”

“Ne.. Lain kali kau harus jadi yang pertama, kau ini kan istriku!” kata Kangin seraya mengacak lembut rambut Kyeon, sementara Kyeon hanya terdiam dan tersenyum kaku dengan semburat merah dipipinya.

TBC

Thx for Nuyy karena udah banyak kasih ide buat FF aku ini!
FF ini ga akan jalan tanpa bantuannya!
Ini aku dedikasikan untuk Kangin yang sedang berulang tahun, Saengil Chukamanida uri appa!

Advertisements

One comment on “The Ghost Of You Part 6 [Special Kangin’s Birthday]

  1. Pingback: Tweets that mention The Ghost Of You Part 6 [Special Kangin’s Birthday] « Zelenaailen's Blog -- Topsy.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s