The Ghost of You Part 7

Siwon menatap gadis yang tertidur disampingnya, gadis itu mengeliat malas didalam selimutnya, Siwon terpaku menatap kecantikannya, gadis itu cantik meski tak secantik Hyera, tapi berbeda dengan Hyera yang biasa berdandan glamour dan elegant, gadis itu bahkan tak pernah memoles wajahnya dengan apa pun,

“Shim Minah!” Siwon menggumam pelan ditengah kesibukannya, ia mulai membelai gadis didepannya, disibakkannya rambut yang menghalangi kecantikan alami gadisnya,

“Nomu yeppuda!” pujinya pelan,

“Hnn..” sekali lagi Minah menggeliat dan perlahan ia mulai membuka matanya, “Oppa?” panggilnya, suaranya terdengar sedikit parau karena baru saja terbangun, Siwon sedikit terkejut saat menyadari gadisnya terbangun oleh ulah ‘tangan jahil’nya.

“Jam berapa ini?” masih dengan kesadaran yang belum sepenuhnya, Minah meraba meja kecil disamping tempat tidurnya, “Ommona!” Minah terduduk kaget menatap jamnya, Siwon beringsut dikasurnya,

“Wae?” tanya Siwon malas,

“Sudah hampir jam sembilan!” jawab Minah panik,

“Oh.. Lantas?” Minah menatap geram kekasihnya yang pemalas, “Khaza! Aku tak mau menghabiskan waktu berliburku hanya dengan bermalas-malasan!” katanya seraya menarik tangan kekar Siwon, sementara yang ditarik malah bergelayut manja dipundaknya, “Yak! Kau tak sadar punya tubuh sebesar apa ya?” omel Minah, Siwon terkekeh geli saat Minah mendorong tubuhnya,

“Kau mau mandi?” tanya Siwon,

“Tentu saja!” jawab Minah cuek,

“Aku ikutya!” pinta Siwon dengan puppy eyesnya,

TAK

“Yak~ Kau tunggu aku selesai, awas saja berani macam-macam denganku!” marah Minah setelah puas menyentil dahi kekasihnya, Siwon mengusap dahinya yang memerah, tapi bibirnya terus saja tersenyum melihat kepolosan Minah,

“Meskipun dia galak, aku suka! Malah semakin dia galak, aku semakin suka ^^) kalau sedang galak dia terlihat sangat menggemaskan!” gumam Siwon masih dengan senyum terkembang.

-ooOoo-

Kyeon menoleh kesisi ranjangnya, tak ada Kangin disana, ia mulai bangun dan memeriksa seisi kamarnya, matanya tertuju pada tumpukan bantal dan selimut diatas sofa, tapi tak ada siapa pun disofa itu, Kyeon kembali mencari lagi kesudut lain kamarnya yang luar biasa besarnya itu, tak ada siapa pun, kamar itu kosong –selain hanya ia yang ada didalamnya-

“Jam sembilan?” pekiknya saat tak sengaja menoleh jam dinding kamarnya, buru-buru ia pergi kekamar mandi dan bergegas keruang makan keluarga,

“Pagi Nona! Kyeon sedikit membungkuk membalas sapaan beberapa pelayan,

‘Aigoo… babo sekali aku! Sudah hampir jam sepuluh, mana ada yang sarapan?’ rutuknya dalam hati,

“Apa Nona mencari Tuan Kangin?” tanya seorang pria yang merupakan kepala pelayan,

“Tuan sudah pergi sejak pukul 7 pagi tadi, bahkan beliau belum sempat sarapan!” jelasnya tanpa mendengar jawaban Kyeon,

“Yang lainnya?” tanya Kyeon,

“Tuan Jungsoo dan Jongwoon sedang pergi kepanti asuhan, mereka biasa kesana karena mereka adalah donatur dipanti asuhan tersebut, Tuan Muda Jonghyun, Key dan Minho pergi kuliah, Nona Muda Kangmi sudah masuk sekolah seperti biasanya! Lalu, Nyonya Hyera sedang pergi ke Pulau Jeju untuk urusan pekerjaan, Nona Muda Sashi juga sekolah, sementara Tuan Donghae dan Kyu sedang ada urusan diluar kota, dan Tuan Siwon sampai hari ini masih belum pulang! Entahlah beliau kemana, tak ada seorangpun yang tahu!” jawab si kepala pelayan panjang lebar, Kyeon menepuk-nepuk mulutnya yang menganga lebar,

“Hooaammhh… Sudah selesai?” tanyanya, kepala pelayan itu tersenyum ramah lalu mengangguk,

“Tuan Kangin bilang, hari ini Nona dirumah saja untuk istirahat, makanya kami sengaja tak memabangunkan Nona!” Kyeon terenyuh mendengar perkataan pelayan itu, ia sedikit senang menyadari betapa pengertiannya Kangin,

“Nyonya, apa Nyonya lapar?” tanya si kepala pelayan,

“Aissh cerewet sekali sih kau Shin Donghee-ssi!” gerutu Kyeon saat si kepala pelayan bertubuh gempal itu mulai buka suara lagi, “Jamka.. YAK! Kau panggil aku apa tadi?” cecarnya panik,

“Mianhae Kyeon-ssi, kau kan sudah menikah!” jawab Shindong kikuk,

“Tapi aku tak setua itu! Aku masih seumuran Youngmi, meski lebih tua setahun!” bantah Kyeon yang tak terima dibilang ‘tua’,

“Ya tapi peraturan dirumah ini memang seperti itu Nyonya!” elak Shindong,

“Aissh peraturan bodoh! Panggil aku ‘Nona’ atau panggil namaku saja, awas berani memanggilku ‘Nyonya’ lagi!” ancam Kyeon penuh penekanan, Shindong menggeleng heran menatapi punggung Kyeon yang menjauh dari ruang makan.

“Bagaimana keadaan Changmin-ssi?” Zhoumi menoleh kearah suara tersebut, hari ini sejak masuk hingga istirahat, meskipun keduanya duduk dikursi yang bersampingan, tak ada satu pun permbicaraan diantara keduanya,

“Untuk apa kau menanyakannya?” tanya Zhoumi sambil melirik tajam kearah gadis disampingnya, “Merasa bertanggung jawab ya?” tanya Zhoumi lagi, gadis itu tersenyum sinis mendegarkan pertanyaannya,

“Ani! Hanya saja hari ini aku tak melihatnya, apa lukanya parah?” tanya Kangmi tanpa menatap Zhoumi sedikitpun,

“Kyeon juga hari ini tidak masuk, apa dia sedang menjalani bulan madu dengan kakakmu?” tanya Zhoumi lagi,

“Tak ada bulan madu, dia hanya perlu beristirahat karena lelah dengan petualangan kemarin!” jawab Kangmi menyindir,

“Oh iya, beritahu temanmu yang sedang ‘sakit’ itu, Jungsoo selalu membawa FN Browning HP-nya, ah mungkin ini bisa jadi pelajaran untukmu juga, FN Browning HP adalah pistol jenis semi-otomatis yang banyak dipakai kepolisian modern dan militer sebagai ganti revolver, pistol itu bisa menyimpan hingga 20 butir peluru pada tipe-tipe tertentu! Aku rasa temanmu cukup mengerti untuk menjelaskan padamu!” Kangmi melangkahkan kakinya keluar dari kelasnya, Zhoumi menatap nanar gadis itu, otaknya masih belum bisa mencerna dengan baik, baginya gadis yang baru saja berbicara dengannya itu, bukanlah Kim Youngmi yang pintar tapi polos dan lugu, gadis tadi adalah Kangmi, gadis yang kelewat pintar untuk urusan yang bahkan tak dimengertinya, dan juga angkuh,

“Dia benar-benar mengerikan! Aku seperti tak lagi mengenalnya!” gumamnya lirih.

-ooOoo-

Jaejoong kembali membaca ulang majalah yang baru saja selesai dibacanya, entah sudah berapa kali ia mengulangnya, tapi rasanya tak membaca pun malah membuatnya semakin bosan,

“Aigoo hyung aku bosan melihatmu!” gerutu Changmin yang langsung mendapat death glare dari Jaejoong,

“Aku lebih bosan tahu tidak?” tanya Jaejoong kesal,

“Kan kau bisa nonton TV saja, jangan bolak-balik membaca majalah terus, kau sudah membacanya sebanyak 7 kali!” saran Changmin,

“Hah.. salahmu! Kenapa sich pake ketembak segala? Aku kan harusnya pergi sama Yunnie!” Changmin menggelengkan kepalanya heran,

“Lagian Yunho hyung bilang, sekarang kau dan Yunho hyung sudah tidak satu tim lagi, eh maksudku sekarang kan kau disatukan sama Yoochun hyung!” Jaejoong mengerucutkan bibirnya mendengar perkataan Changmin, ya sekarang –meski masih 1 tim- dia memang harus berkerja sama dengan Yoochun, padahal dia lebih senang berkerja sama dengan Yunho,

“Ah kau membuatku sedih saja Changmin-ah!” ujar Jaejoong lirih,

“Aigoo -..-)a”

“Annyeong….” Changmin dan Jaejoong menoleh kearah sumber suara tersebut, rupanya Yoochun dia datang dengan membawa sesuatu ditangannya,

“Apa itu hyung? Makanan ya?” tanya Changmin menunjuk-nunjuk kantong yang dibawa Yoochun,

“Kau tahu saja ya kalau ada hubungannya sama makanan! Ini aku bawakan bulgogi untukmu!” kata Yoochun seraya menyerahkan sekantong bulgogi,

“Untukku?” tanya Jaejoong mengadahkan tangannya tepat didepan wajah Yoochun,

“Kau kan tidak sedang sakit hyung!” jawab Yoochun polos,

“Mwo? Memangnya harus sakit dulu ya? Setahuku si magnae maruk ini selalu saja dapat makanan-makanan enak tanpa perlu sakit dulu!” marah Jaejoong, Yoochun menggaruk kepalanya yang tidak gatal,

“Yah hyung tidak bilang! Aku takutnya hyung sedang diet!”

“Memangnya aku tipe orang seperti itu ya?” Yoochun semakin bingung menjawab pertanyaan Jaejoong,

“Ya sudah ini aku bagi ya hyung mau ngga?” tawar Changmin dengan senyum mengejek,

“Ngga!” tolak Jaejoong tegas,

“Ya sudah , kalian kompakan saja ya, jangan makan sampai aku kenyang ^^ kan kalian 1 tim sekarang!” ejek Changmin,

“YAK! SHIM CHANGMIN!!” teriak Jaejong dan Yoochun kompak, sepertinya keduanya sama-sama tak setuju disatukan dalam ‘1 tim’

“Eh sudah-sudah! Kalian kesini kan bukan hanya untuk memarahiku!” elak Changmin,

“Ah iya benar juga, bagaimana hasil penyidikanmu?” tanya Yoochun yang memang gampang luluh,

“Hasilnya? Aku sudah melihat sendiri bagaimana itu Kangin, aku juga lihat anak-anak buahnya, aku rasa yang namanya Yesung, Donghae, Kyuhyun, dan err… Ya aku yakin mereka semua ada dipesta kemarin!” kata Changmin yang masih sibuk dengan makanannya,

“Lalu?” tanya Jaejoong penasaran,

“Lalu, aku tertembak ini kalian tahu karena siapa?” tanya Changmin yang jelas saja dibalas gelengan kepala kedua temannya,

“LEETEUK!” kata Changmin yang berhasil membuat Jaejong dan Yoochun terpaku,

“Kenapa? Kaget ya?” tanya Changmin mengejek,

“Bagaimana orangnya?” tanya Jaejoong mulai tertarik,

“Nama aslinya bukan Leeteuk, melainkan Park Jung Soo, wajahnya tampan dia punya senyum yang manis seperti malaikat, tapi matanya tajam dan mengerikan! Dan kemarin itu dia menembakku dengan FN Browning HP seperti yang biasa kita pakai!” jelas Changmin,

“Oh.. ternyata nama samaranku lebih keren darinya ya?” kata Jaejoong yang asik menopang dagu,

“Aissh kenapa malah membicarakan nama? Changmin-ah darimana kau tahu dia menggunakan senjata yang sama, seperti yang biasa kita pakai?” tanya Yoochun serius,

“Aku kan melihatnya saat dia mengeluarkan pistolnya, tapi gerakkannya cepat sekali, jadi aku tidak sempat menghindar! Untung hanya kena kakiku saja!” jawab Changmin,

“Lalu apa lagi?” tanya Jaejoong masih penasaran,

“Gadis yang satu sekolah denganku itu, punya nama samaran Kangmi!”

“Nama aslinya?”

“Kim Youngmi!” Jaejoong terlihat berpikir sejenak,

“Itu gadis kurir yang hampir aku tangkap dulu!” gumam Jaejoong pelan,

“Mwo? Apa yang kudengar barusan? Dia kurir? Kurir apa maksudmu?” tanya Yoochun,

“2 tahun lalu, saat aku baru saja bergabung dengan kesatuan Seoul, aku nyaris menangkapnya yang tengah mengantarkan kokain, kalian tahu? Saat itu dia memasukkan kokain itu ketumpukan coklat batangan yang dibawanya, dan dengan polosnya dia mengatakan padaku, ‘Aku diberikan orang! Aku sama sekali tak tahu coklat-coklat ini berbahaya!’ ya dia sama sekali tak bilang kalau barang yang dibawanya itu kokain, dia benar-benar terlihat polos saat itu!”

“Apa dia benar-benar tak tahu kalau yang dibawanya adalah kokain?” tanya Changmin,

“Entahlah! Yang jelas anak itu berhasil melarikan diri saat akan aku amankan!” kata Jaejoong, terlihat dengan jelas penyesalan diwajahnya,

“Lalu apa yang kau lakukan hyung?” tanya Changmin lagi,

“Tidak ada! Mau melapor ke atasan, nantinya malah aku yang akan kena marah karena kecerobohanku, toh anak itu juga hanya anak kecil, jadi aku pikir biarkan saja!” kata Jaejoong, “Habis dia benar-benar terlihat polos!” lanjutnya,

“Apa kau yakin itu gadis yang sama?” tanya Yoochun,

“Namanya sama dengan gadis itu, Kim Youngmi!” jawab Jaejoong,

“Gadis berumur 14 tahun menjadi kurir narkotika? Ckck..” Changmin meletakkan makanannya yang masih tersisa, “Benar-benar mengerikan!” lanjutnya.

-ooOoo-

Heechul sibuk mengatur dekorasi untuk latar gambarnya, hari ini ia akan memotret pemandangan pantai Jeju, tapi sepertinya pantai saja masih kurang baginya, ia mau ada beberapa ‘pelengkap’ yang akan menambah kesan ceria dalam hasil jepretannya,

“Heechul-ssi kau yakin aku harus pakai baju ini?” Heechul menatap orang yang baru saja bertanya padanya secara seksama, gadis itu memakai celana training putih yang tak terlalu panjang, tubuhnya dibalut kaus tak berlengan yang sangat kecil yang tentu saja mempertontonkan pusarnya, Heechul bukan tipe pria yang suka dengan gadis yang memamerkan perutnya, tapi ini adalah kebutuhan iklan, dan ia tak mungkin menolaknya, demi 1 kata ‘profesionalitas’

“Err..” Heechul menelan ludahnya, “Sudahlah, yang lainya juga memakai pakaian sepertimu! Anggap saja kau memang sedang benar-benar bermain voli!” kata Heechul menyarankan,

“Aisshh.. Tapi aku ini kan bukan seorang gadis SMA yang sedang pergi kepantai dengan pacarnya, lalu bermain voli pantai! Aku ini seorang ibu Heechul-ssi! Apa pantas?” tanya Hyera merajuk,

“Aku tahu kau marah bukan karena kau ini menganggap dirimu tua! Tapi karena kau tak punya pengalam pergi bermain voli pantai dengan pacarmu iyakan?” tanya Heechul mengejek,

“Awas kau!” ancam Hyera, Heechul hanya tertawa geli melihat wajah Hyera yang memerah malu,

Drttt.. Drrttt..

Hyera mengangkat poselnya yang bergetar,
“Yeoboseoyo!” sapanya,

“Yeoboseoyo Noona!” balas orang disebrang,

“Ah kau Kyuhyun-ah, wae?” tanya Hyera,

“Aniyo! Aku lagi bete aja! Donghae hyung dari tadi bikin aku kesel!” jawab Kyu yang terdengar kesal,

“Aku lagi kerja! Dari pada dengerin curhatan kamu, mending kamu bantuin aku!” kata Hyera,

“Wae? Malhaebwa!” kata Kyuhyun, nada suaranya sedikit berubah membaik meskipun Hyera meminta bantuannya,

“Kau pernah main voli pantai?” tanya Hyera ragu,

“Hahahaha… Noona pertanyaanmu aneh sekali!” kata Kyuhyun yang nada suaranya berubah mengejek,

“Aissh kalau tak mau membantu ya sudah!” gerutu Hyera,

“Yah jangan marah dong noona! Iya-iya aku bantu! Dulu waktu SMA, aku sama Hae hyung sering main voli pantai bareng cewek-cewek! Rata-rata sich mereka pacarnya Hae hyung, tapi mereka sich kayaknya suka juga sama aku!” kata Kyuhyun, dari nada bicaranya, Hyera bisa menebak kalau Kyuhyun pasti tengah tersenyum evil sekarang,

“Aku tidak perduli soal itu! Aku benar-benar bingung karena aku belum pernah bermain voli pantai dengan seorang pria, dan masalahnya sekarang aku harus melakukannya untuk iklan!” jelas Hyera,

“Oh.. Itu kan gampang noona, main ya tinggal main, ngga perlu menang ini, kan cuma iklan!” kata Kyuhyun enteng, Hyera menghela napas, ingin sekali rasanya saat ini ia menjitak kepala Kyuhyun,

“Aku juga tahu! Tapi aku kan grogi!” kata Hyera, ia bisa mendengar jelas ledakan tawa Kyuhyun saat ini,

“Anggap saja lawan mainmu itu Siwon hyung, atau aku kkkk~” Hyera mengerucutkan bibirnya mendengar saran konyol Kyuhyun, “Kau harus genit ya sama lawan mainmu itu! Soalnya aku biasa main sama cewek-cewek genit!”

“Mwo? Tidak mau!” tolak Hyera,

“Ya terserahlah! Eh noona, tadi dijalan aku belikan sesuatu untukmu!” kata Kyuhyun,

“Apa?” tanya Hyera penasaran,

“Ada dech! Nanti kalau kita sama-sama di Seoul, aku kasihin ke noona, ok?”

“Iya.. baiklah, sudah dulu ya, Heechul sudah teriak-teriak memanggilku!”

“Ah ne!” Hyera tersenyum menatap lokasi pemotretan,

“Tak direkam kok!” ujar seorang pria,

“Annyeong!” sapa pria yang ternyata pasangannya dalam pemotretan kali ini,

“Onew-ssi!” Hyera menatap tak percaya pria didepannya, Onew adalah model pendatang baru yang tengah naik daun, dan Hyera benar-benar menyukai pesonanya *hoeek* ia memang sering meminta managernya mencarikan pekerjaan yang dapat mempertemukannya dengan Onew, dan kali ini ia benar-benar senang karena dapat dipasangkan dengan Onew,

“Mohon bantuannya, sunbae!” Onew membungkukkan badannya,

“Ah jangan berleihan Onew-ssi, senang bertemu denganmu! Heechul tak memberi tahu siapa yang akan menjadi pasanganku!” kata Hyera gugup, Onew tersenyum tipis,

“Mau bermain voli denganku? Aku rasa bagus untuk pemanasan!” ajak Onew, wajah Hyera memanas, Kyuhyun menyuruhnya genit, tapi Hyera malah bertambah gugup saat melihat Onew.

-ooOoo-

Langit sore memang benar-benar indah, semburat oranye sedikit awan dan juga burung-burung yang berterbangan menambah kecantikkan pemandangan pantai, desir ombak yang lembut menelisip masuk kedalam telinganya, ia masih sibuk memandangi langit berharap sang surya segera tenggelam dihadapannya,

“Sebentar lagi!” suara lain ikut menelisip masuk, ditolehkannya kepalanya melihat sesosok pria tampan disampingnya,

“Ne! Sebentar lagi!” dianggukannya kepalanya seraya tersenyum manis kearah pria disampingnya, ia kembali melemparkan pandangannya kearah pantai, sang surya perlahan-lahan mulai tenggelam, seperti termakan habis oleh pantai,

“Cantik sekali!” pujinya,

“Sepertimu!” puji pria disampingnya yang berhasil membuat pipinya memerah semerah tomat,

“Siwon-ah aku suka sekali dengan pemandangan matahari terbenam!!!” ujar Minah senang,

“Kenapa?” tanya Siwon penasaran,

“Karena saat melihat matahari terbenam aku seperti melihat masalahku lenyap, kakakku bilang ‘Saat kau punya masalah, kau tak boleh membiarkannya gingga berlarut-larut, batsannya hanya sampai matahari terbenam, jadi saat matahari sudah terbenam kau sudah tak boleh lagi memiliki masalah’ makanya aku senang sekali mlihat matahari terbenam!” jelasnya,

‘Aku senang melihat matahari terbit!’

‘Wae? Bukankah biasanya para gadis menyukai matahari terbenam?’ gadis itu tersenyum seraya menarik tangan Siwon,

‘Karena saat matahari terbit aku seperti melihat harapan baru! Saat gelap seperti sebuah masalah bagiku, sementara sinar matahari seperti menuntunku keluar dari masalahku, makanya aku terbiasa bangun sebelum matahari terbit!’

Minah mengibas-ngibaskan tangannya didepan wajah Siwon, Siwon mengerjapkan matanya,

“Waeyo? Kau ada masalah?” tanya Minah,

“Ani! Masalahku sudah hilang saat matahari tenggelam, dan akan ada harapan baru saat matahari terbit!” jawab Siwon, Minah menatap bingung kekasihnya,

“Lupakan!” Siwon menarik tangan Minah, “Khaza! Besok kita pulangkan?” tanya Siwon yang dibalas anggukan Minah.

Heechul menyerahkan credit cardnya kepada resepsionis, Hyera sibuk melihat hasil karaya Heechul didalam kameranya,

“Yak~ Jangan dilihat! Kau boleh melihatnya kalau semuanya sudah selesai!” omel Heechul,

“Kan memang sudah selesai Heechul-ssi!” Hyera mengerucutkan bibirnya,

“Kau senang ya sama si model baru itu?” ejek Heechul,

“Memangnya aku tidak boleh mengidolakan sesama model ya?” tanya Hyera, Heechul mencubit pipi Hyera yang menggembung,

“Aisshh kau ini!”

“Kamar 103!” Hyera menolekan kepalanya saat mendengar suara yang tak asing lagi ditelinganya,

“Kamar 110!” Heechul menghampiri resepsionis tadi,

“Kamsahamnida!” ujar Heechul seraya mengambil credit cardnya lagi,

“Ayo Hyera!” kata Heechul yang berjalan keluar seraya memasukkan kameranya kedalam tasnya, Hyera masih menatap pria yang tengah mengurus pembayaran kamarnya, disamping pria itu ada seorang gadis muda yang sedang asik mendengarkan musik, pria itu menoleh saat mendengar teriakan Heechul,

“Hyera..” gumam pria itu pelan, nyaris tak terdengar, pria itu terbelalak menatap Hyera,

“Hyera!” Hyera langsung berlari ketika teriakan Heechul kembali terdengar ditelinganya,

“Siwon-ah!” Minah menyadarkan Siwon dari lamunannya, “Wae?” tanya Minah,

“Ani!” bantah Siwon.

TBC

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s