The Ghost of You Part 9

Suasana kediaman Kangin terlihat sunyi hari memang sudah sangat larut tapi masih ada beberapa penghuni rumah tersebut yang masih belum tertidur,

“Annyeong..” tak satupun yang membalas sapaan Kyeon, hari ini Kyeon memang pulang larut malam, sekolahnya bubar sejak 3 jam lalu tapi Kyeon malah baru sampai rumahnya, ‘Apa mereka marah padaku?’ batin Kyeon, matanya berputar menatap seisi rumah tak ada satupun yang berbicara, beberapa diantaranya bahkan berwajah tegang,

“Kyeon!” panggil Kangin, Kyeon menolehkan kepalanya dengan cepat, dilihatnya Kangin masih menggunakan kemeja dan jasnya, dasinya punmasih terikat dilehernya walau begitu diwajahnya terukir dengan jelas rasa lelah, “Kau pasti lelah, kembalilah kekamarmu, istirahatlah!” surug Kangin, tangannya mengusap lembut puncak kepala Kyeon membuat pipi gadis itu memanas dengan perlakuannya,

“Arrgghhh…” Kyeon mengalihkan pandangannya, dilihatnya Siwon membanting telepon genggam miliknya, Kyeon bergidik ngeri melihat wajah Siwon, pria itu terlihat marah, tapi tak ada satupun orang yang berusaha meredakan amarahnya,

“Masuk kekamarmu!” suara Kangin berbisik namun tetap terdengar tegas, “Youngmi, kembali kekamarmu!” lanjut Kangin yang kali ini mengalihkan pandangannya kepada sang adik, Kangmi meletakkan bantal sofa yang sedari tadi dipangkunya ia beranjak dari sofa empuknya dan berjalan kearah Kangin dan Kyeon, tanpa berbicara sepatah katapun tangannya dengan segara meraih tangan Kyeon dan menyeretnya menjauh dari ruang tamu. Kyeon tak mengerti apapun tapi ia tak berani berkata apapun saat ini.

“Apa kau sudah menelepon kediaman keluarga Han?” tanya Jungsoo memecah keheningan diruang tamu, semua mata termasuk milik Siwon mentap lurus kearahnya,

“Diana coba kau yang telepon, carilah alasan agar mereka tidak mengetahui kalau yang menyuruhmu adalah Siwon!” titah Kangin, Diana dengan segera menyambar gagang telepon yang berada disisinya, sementara itu Kyuhyun membantunya mencari nomor rumah milik keluarga Han.

Diana menunggu si empunya telepon mengangkat sambungannya, jemarinya mengetuk-ngetuk meja dengan gugup, pikirannya dipenuhi oleh Sashi sekarang, ya sejak siang tadi Sashi belum juga kembali, sementara Hyera tak dapat dihubungi, ia merasa sangat bersalah terlebih Siwon tak lagi menegurnya, “Yeoboseo..” sapa Diana sesaat setelah orang diseberang telepon menyapa terlebih dahulu, “Ne.. err..” Diana menatap sekelilingnya, gadis itu terlihat bingung menjawab pertanyaan dari si penerima telepon,

“Maaf kami dari Christian Dior salah satu brand ambasador Nona Han, apa Nona Han ada dirumah?” tanya Diana sesaat setelah ia mengingat kalau Hyera adalah salah satu model papan atas negerinya, “Jeongmalyo? Ah.. ne.. gomawoyo!” Diana mengakhiri teleponnya, diletakkannya gagang telepon tadi dengan lemas, Diana menundukkan kepalanya membiarkan rambut panjangnya menutupi wajahnya,

“Apa yang mereka katakan?” tanya Siwon, suaranya terdengar dingin namun ada kekhwatiran yang terdengar dari suaranya, Diana ingin menjawabnya, baru beberapa jam saja Siwon bersikap diam padanya tapi ia sudah merasa sangat bersalah, tapi ia bingung mau menjawab apa, “Apa yang mereka katakan?” ulang Siweon kali ini nada bicaranya terdengar naik dan kasar, Kyuhyun mengepalkan tangannya sepertinya ia tak terima kekasihnya dibentak didepan banyak orang, tapi ia hanya bisa diam.

Diana mengangkat wajahnya berat, bebrapa helai rambut masih berceceran menutupi wajahnya, Kyuhyun dengan lembut menyibakkan helaian rambut tersebut, Diana menggeleng lemah, wajahnya terlihat kecewa dan sedih, sementara Siwon beranjak dari duduknya,

“Sial! Kemana dia membawa kabur anakku?” marah Siwon,

Minho tersenyum geli mendengar ocehan sang kakak, “Dia bukan hanya anakmu Hyung!” katanya menggurui, Siwon menatapnya tajam tapi belum sempat ia berbicara lagi-lagi Jungsoo mengeluarkan pendapatnya,

“Tunggu hingga 24 jam baru bertindak, lagi pula dia hilang bersama ibunya bukan karena diculik atau tersesat. Semuanya kembali kekamar, Jongghun, Key, Minho besok kalian ada kuliah, kau juga Siwon, isitirahatlah.. tenangkan dulu pikiramu!” kata Jungsoo bijak, Yesung melirik Jonghyun dan keduanya dengan segera berlalu dari ruangan tersebut tanpa berbicara apapun, Key mengikuti dibelakangnya. Siwon masih menatap Minho dengan tajam seolah tak terima dengan sikap sok mengguri adiknya,

“Kau benar Hyung, besok aku dan Minho ada project penting untuk mata kuliah kami!” kata Key, tangannya menepuk pelan bahu Minho memberinya tanda kalau sebaiknya mereka tak lagi dalam wilayah ini, tapi Minho masih terdiam memaksa Key untuk menyeretnya dari ruangan tersebut,

“Kyu..” panggil Donghae berbisik, tangannya memberi kode untuk temannya itu ikut pergi,

“Ayo Diana!” ajak Kyuhyun seraya menggenggam lembut tangan Diana. Saat ini diruang tamu tersebut hanya tinggal Siwon, Jungsoo dan Kangin, tapi suasana tegang seolah masih belum berkurang, Siwon masih dalam posisinya akan tetapi matanya terlihat kosong sekarang, Kangin melangkah pelan menghampiri teman sekaligus bawahannya tersebut,

“Ini bukan pertama kalinya kau mengalami masalah, jangan bersikap seperti anak kecil.” ujarnya datar.

Kyeon masih belum bisa memejamkan matanya, ia malah asik mondar-mandir tak jelas didalam kamarnya, saat ini ia bukan khawatir akan dimarahi karena pulang larut, tapi karena perkataan Kangmi yang masih terngiang dibenaknya,

“Semua orang panik dan menyalahkan kecerobohan Diana!”

“Hyera onni datang menjemput Sashi, tapi sampai saat ini mereka belum juga pulang!”

“Sebenarnya Siwon itu terlalu over protective, Hyera onni kan ibunya, kenapa harus semarah itu.”

Kyeon mengehela napasnya, kepalanya tertunduk lemas memikirkan masa depannya, sejak pertama kali ia masuk rumah ini, keluarga ini memang terlihat tak beres, tapi ia selalu berusaha menghilangkan pikiran-pikiran negatifnya,

“Kau belum tidur?” tanya Kangin mengejutkannya, “Bukankah aku sudah menyuruhmu beristirahat?” tanya Kangin seraya menanggalkan satu per satu pakaiannya,

“Ommo.. apa yang kau lakukan?” pekik Kyeon,

Kangin menyipitkan matanya, “Wae?”

“Jangan melakukan ‘itu’ didepanku!” kata Kyeon, dengan konyolnya ia menutup kedua tangannya,

“Yak! Yak! YAK~” Kangin melempar kemejanya tepat diwajah Kyeon, Kyeon dengan segara menghempaskan kemeja tersebut kesembarang tempat,

“Aisshh… YAK!!!! Kau jorok sekali!!” cecar Kyeon, Kangin tak mempedulikannya, ia melangkah mendekati Kyeon sambil berkacak pinggang, Kyeon bergidik ngeri melihatnya,

“Wae? I’m your husband right?” tanya Kangin retoris, Kyeon melangkah mundur perlahan, tapi Kangin malah terus maju,

BRUK

Tubuh Kyeon terhempas diranjang empuknya, tapi terasa sakit karena diwaktu yang bersamaan Kangin juga terjatuh diatas tubuhnya, Kyeon merasa oksigen disekitarnya telah habis, bahkan udara saat ini terasa sangat panas, Kyeon menatap mata Kangin, mata yang selalu ikut tersenyum disaat si pemilik mata itu tersenyum, mata itu seperti mengikatnya untuk tidak memperhatikan hal lain,

“Kau hanya pakai boxer?” tanya Kyeon konyol, wajah Kangin berubah kecewa, merusak suasana pikirnya,

“Aku mau mandi! Eh malam ini kau tidur di sofa, aku lelah aku mau tidur diranjang.” kata Kangin seraya berjalan menuju kamar mandi pribadinya,

Kyeon mengerjapkan matanya, “Sofa?” tanyanya pada diri sendiri, “Dia menyuruh istrinya tidur disofa?”

Pagi ini lagi-lagi Kyeon terbangun dengan posisi sendiri didalam kamar, api anehnya ia sudah berpindah diranjang, padahal jelas-jelas semalam ia tidur di sofa,

“Apa si racoon yang memindahkanku?” gumamnya, “Racoon? Eh kenapa aku menyebutnya racoon?”

TOK-TOK-TOK

“Nuguseoyo?” tanya Kyeon seraya mendekati pintu kamarnya, “Ah Kepala Pelayan Shin!” katanya saat melihat pelayan bertubuh gempal itu didepan kamarnya,

“Ternyata Nyonya sudah bangun, cepatlah mandi Nyonya supaya tidak terlambat!” katanya,

“Ne! Yak.. kau tidak bisa ya kalau tidak memanggilku ‘Nona’ atau ‘Kyeon’ itu jauh lebih baik dari pada Nyonya!” kata Kyeon kesal,

“Maaf.. Tidak bisa!” katanya menggelengkan kepala, “Oh iya, tadi Tuan Yun menghubungiku, dia bilang hari ini beliau dan Nyonya Yun akan datang kesini!” lanjutnya,

Kyeon membelalakan matanya kaget, “Mwo? Mau apa mereka kesini?”

Shindong menggeleng lagi, “Sepertinya merindukan Nyonya!” katanya.

Heechul mengrnyitkan dahinya mendapati dua orang pria dihadapannya, Heechul mengalihkan pandangannya kepada seorang gadis berambut lurus panjang yang sudah tak asing lagi baginya, “Kau Diana kan? Pengasuh Choi Sashi, anak Choi Hyera?” tanya Hechul memastikan, Diana mengangguk cepat,

“Mianhae Heechul-ssi, mungkin ini masih terlalu pagi untuk bertamu” ujar Diana,

“Ne, memangnya ada apa?” tanya Heechul, “Ah masuklah, tidak baik bertamu dipintu begini!” ajak Heechul, ketiga tamu yang tak diundang itu pun masuk kedalam rumah Heechul yang terasa sangat sepi, “Aku buatkan minum dulu” katanya tapi baru melangkah seorang pria sudah menghentikannya,

“Jamka! Kami tidak akan lama berada disini, jadi tidak perlu repot-repot Heechul-ssi”

Heechul mengangguk paham, “Kalian berdua?” tanya Heechul ragu seraya menatap dua orang pria yang tak dikenalnya,

“Aku Cho Kyuhyun!” kata pria yang tadi mencegahnya kedapur,

“Siwon imnida!” kata pria lain disamping Kyuhyun, Heechul terbelalak ia benar-benar tak menyangka akan bertemu langsung dengan Siwon,

“Siwon? Kau Choi Siwon?” tanya Heechul, Siwon menagangguk meyakinkan, “Maaf ada apa kalian mencariku?” tanya Heechul,

“Apakah Hyera ada disini?” tanya Siwon to the point,

Heechul menyeringai geli, “Tentu saja tidak ada, ini kan rumahku!” katanya sarkas,

“Benarkah? Apa kau tau keberadaanya?” tanya Siwon lagi,

“Lho? Kenapa kau menanyakan keberadaan istrimu padaku?” tanya Hechul heran, “Maaf! Tapi pemotretan di Jeju adalah kerja samaku yang terakhir dengannya!” lanjut Heechul,

“Terakhir?” tanya Kyuhyun bingung,

“Ne! Aku akan pindah ke Jepang, dan lagi aku ini bukan photographer khusus Hyera, hanya kebetulan saja kami memang lebih sering berkerjasama!” jelas Heechul, Kyuhyun menghela napasnya.

“Maaf, kalau boleh aku tahu, memangnya ada apa?” tanya Heechul ragu,

“Dia tak pulang semalam, dan dia membawa Sashi, tolong beritahu kami jika kau mengetahui keberadaanya!” pinta Siwon,

“Kau sudah cek dirumah orang tuanya?” tanya Heechul lagi,

“Hyera tidak disana, dan memang mustahil jika dia kesana!” jawab Siwon,

“Managernya?”

“Tidak ada, dia bahkan tidak tahu kalau Hyera pergi!”

Baik Heechul, Siwon, Kyuhyun maupun Diana sama-sama terdiam, mereka sibuk memikirkan masalah yang sebenarnya ‘sama’

“Ah! Mungkin aku tahu!” kata Heechul tiba-tiba,

“Apa? Tolong beritahu!” desak Siwon,

“Setahuku Hyera punya apartement, tapisayangnya dia tidak pernah memberi tahuku alamat apartementanya, mungkin mangernya tahu coba saja kau tanyakan!” Siwon mengangguk setuju,

“Gomawoyo Heechul-sii!” kata Siwon,

“Ne, cheonmaneyo!”

Kangin menatap kesal kelompoknya, mengetahui perangai sang ketua yang keras mereka semua hanya menunduk takut, Jungsoo masih sibuk mencari data-data dikomputernya sementara Yesung baru saja datang bersama Donghae,

“Kita ubah rencana!” kata Yesung menginterupsi, Kangin menatapnya tajam,

“Kemarin dia bilang posisi sedang tidak aman, makanya aku memutuskan untuk menarik transaksi kita!” kata Donghae datar,

“Donghaeya, kau sudah menyelidiki bocah yang mengganggu pernikahan Kangin tempo hari?” tanya Jungsoo dengan mata yang masih terfokus dilayar komputer,

“Aissh hyung jangan bicarakan hal itu dulu!” kata Kangin kesal,

“Siapa namanya Donghaeya?” tanya Jungsoo seolah tak memperdulikan perkataan Kangin,

“Shim Changmin, aku dan Kyuhyun sendiri yang mencari datanya melalui sekolah, dia itu seumuran Kyeon, mereka sekelas, dan juga sebangku!” jawab Donghae, Jungsoo menghela napas tapi sedetik kemudian ia tersenyum penuh arti,

“TVXQ” gumam Jungsoo,

“Mwo?” tanya Kangin kaget,

“Bukankah itu sekelompok detektif swasta yang sok tahu?” tanya Donghae,

“Mereka bukan sekedar detektif swasta sok tahu, mereka itu detektif sekaligus polisi rahasia yang cukup mengancam keberadaan kita!” kata Yesung meralat,

“Lalu apa hubungannya?” tanya salah satu anak buah Kangin,

“Diam kalian! Kalian semua orang-orang bodoh yang selalu saja merepotkanku!” marah Kangin,

“Kami kan bagian dari kelompok ini juga bos!” keluh yang lainnya,

“Ne, tapi bagiku kalian hanya tigus got pembantu” ujar Kangin datar,

“Apakah TVXQ punya anggota bernama Choikang Changmin?” tanya Jungsoo, semua orang diruangan itu segera mengalihkan pandangan kearahnya,

“Jadi namanya sama-sama Changmin ya?” tanya Yesung,

“Setahuku tidak, mereka hanya berlima dan tidak ada satupun yang bernama Choikang Changmin, apalagi Shim Changmin!” kata Donghae dengan senyum meremehkan,

“Siapa saja nama mereka?” tanya Kangin penasaran, jujur saja mereka memang tak tertarik menghapal nama-nama detektif atau polisi padahal sudah sering kali mereka hampir tertangkap polisi,

“Uknow dia itu leader umurnya baru 25 tahun tapi dia sudah menjadi detektif sejak umur 10 tahun, ayahnya adalah seorang Letjen, lalu Hero setauku dia termasuk baru, dia mulai jadi detektif diumur 20 tahun umurnya sediri sama dengan Uknow, Micky seorang detektif asal Amerika yang sudah menjadi detektif sejak umur 17 tahun, Xiah dan Max sama-sama memulai karir mereka diumur 19 tahun.” jelas Donghae,

“Kau tahu banyak?” puji Jungsoo,

“Dia lebih tahu dariku!” kata Donghae sambil tersenyum penuh arti,

“Apa mereka mulai menyelidiki kelompok kita?” tanya Kangin,

“Sedikit curiga bolehkan!” jawab Jungsoo asal,

“Aku rasa iya!” gumam Yesung membuat semua perhatian teralih kepadanya, “Aku hampir tertangkap di Gyeonggi karena ulah mereka! Ralat, maksudku polisi, tapi setidaknya ada dua anggota mereka disana!” lanjutnya panjang lebar,

“Nugu?” tanya Donghae,

“Entahlah! Aku sudah keburu kabur!” jawab Yesung,

“Aku bisa mengenali salah satu dari mereka!” pamer Donghae,

“Oh ya Nugu?” tanya Kangin,

“Xiah!” jawab Donghae bangga.

“Bagaimana mungkin tidak ada Yoochun-ah?” tanya Yunho frustasi,

“Kan sudah kukatakan padamu, kalau salah satu dari kita pastilah pengkhianat!” jawab Yoochun sarkas,

“Apa maksudmu?” Yoochun dan Yunho segera menoleh kearah sumber suara, diambang pintu Junsu tengah berdiri dengan tatapan menyelidik, “Siapa yang pengkhianat?” tanya Junsu lagi, Yoochun masih terdiam kaku ditempatnya, ia benar-benar bingung akan menjawab apa pada Junsu,

“Junsu-ah sebaiknya kau mengetuk pintu sebelum masuk ruanganku!” kata Yunho mengalihkan pembicaraan,

“Harusnya kau mendengar suara ketukanku!” kata Junsu kesal, “Jawab pertanyaanku, siapa yang pengkhianat?” desak Junsu, Yoochun dan Yunho saling memandang seolah bertanya ‘Apa yang harus kita jawab?’ sementara Junsu kini menghampiri kedua rekan kerjanya,

“Ini file yang kau minta!” kata Junsu meletakan map coklat diatas meja Yunho, “Sekarang jawab aku!” lanjutnya memaksa,

“Aku tidak yakin.. tapi itu jelas bukan TVXQ, aku rasa salah satu dari mereka, adalah bagian dari The Ghost” jawab Yoochun,

“Mwo? Siapa maksudmu?” tanya Junsu kaget,

“Mungkin salah satu dari polisi kirimaan Gyeonggi” tambah Yunho,

“Gyeonggi? Hanya ada empat polisi kan?” tanya Junsu masih tak mengerti,

“Ya, salah satu dari mereka pastilah pengkhianat!”

“Yoochun-ah kau bilang tadi tidak yakin, sekarang kau bilang pasti!” kata Junsu kesal dengan sikap plin-plan temannya,

“Dengar, ini adalah masalah kita, jadi kita harus selesaikan sendiri” titah Yunho sang kapen, Yoochun dan Junsu hanya mengangguk patuh,

“Aku dan Yoochun sendiri yang akan menyelidiki empat pria itu!” ujar Yunho seraya menatap file-file yang tadi dibawa Junsu.

TBC

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s