The Ghost of You Part 10

Siwon menatap pintu apartement didepannya, setelah seharian memaksa manager Hyera akhirnya ia dapat mendapatakan alamat apartement Hyera, Kyuhyun dan Diana masih tetap disisinya, ya setidaknya hanya itu yang bisa mereka lakukan sebagai penebus kesalahan mereka,

“Kau temui dia duluan!” suruh Siwon pada Diana, gadis itu mengangguk patuh dan mendekat pada pintu itu, ditekannya bel pintu itu sembari menunggu si pemiliknya membuka pintu.

Sementara didalam apartement Hyera sibuk membujuk Sashi untuk makan, sejak dibawa ketempat itu, Sashi sama sekali tak mau berbicara dengan Hyera, anak itu terus menangis karena merasa asing dengan tempat tersebut,

TING TONG

Hyera menghela napasnya, diletakkanya peralatan makan yang sedari tadi berada ditangannya, Hyera dengan segera membuka pintunya tanpa mencari tahu terlebih dahulu siapa tamunya,

“..” Hyera terdiam meatung menatap tamunya, ia benar-benar tak menyangka dengan kedatangan Diana,

“Choi Hyera!” seubuah suara yang sangat familiar untuknya, Hyera membelalakan matanya,

“Neo!” ujarnya tercekat, Siwon tersenyum kecil kemudian masuk tanpa ijin kedalam apartement Hyera,

“APPA!!” pekik Sashi seraya berlari menghampiri Siwon, Siwon memeluk tubuh kecil anaknya dan menggendongnya, “Appa bogoshipo..” kata Sashi yang mulai menciumi pipi ayahnya, Siwon tersenyum mendengar celoteh manja anak tunggalnya,

Siwon mencium pipi Sashi lembut, “Nado bogoshipoyo!” ujarnya,

“Dari mana kau tahu kami disini?” tanya Hyera shock, Siwon menurunkan Sashi dari gendongaannya sementara Diana dengan segera menarik gadis kecil itu,

“Diana!” kata Sashi riang,

Diana menggendong gadis itu, “Sashi ^^” katanya tak kalah senang,

“Ikut aku!” Siwon menarik tangan Hyera,

“Lepaskan!” marah Hyera, tangan kecilnya terus berusaha menepis tangan kekar Siwon, sementara Siwon masih tetap menariknya,

“Jangan paksa aku berbuat kasar Choi Hyera!” pinta Siwon,

“Kau memang sudah kasar padaku Tuan Choi!” marah Hyera.

Kyeon menatap heran pemandangan dilantai sau kediaman Kim, Kyuhyun dan Diana berjalan berdampingan dengan Sashi yang tertidur digendongan Kyuhyun, sementara dibelakang mereka Siwon sedang menarik tangan Hyera,

“Wah.. wah.. romantisnya!” kata seorang yang sepertinya mengusik perhatian Kyeon,

“Aigoo.. appa kembali kekamarmu, jangan buat malu!” kata Kyeon mendorong tubuh Sanghyun,

“Wae? Aku membuat malu apa?” tanya Sanghyun heran,

“Aigoo.. appa dirumah ini terlalu banyak masalah jadi jangan coba-coba menambah masalah ya!” ancam Kyeon.

Minho memandangi rumah kecil dan sederhana didepannya, ia masih tetap diam didalam mobilnya, sesekali ia menyeringai saat menatap pemandangan didepannya, tak lama ia menoleh saat mendengar suara yang menganggu indra pendengarannya,

“Apa yang kau lakukan?” tanya Minho datar,

Kangmi memperbaiki letak frame kacamatanya, “Mencatat hal yang perlu” jawabnya, Minho mengangguk paham dan kembali menoleh kearah rumah yang sedari tadi diperhatikannya,

“Dia keluar” ujar Minho cepat, keduanya memfokuskan pandangannya kearah rumah tersebut seorang gadis dan seorang pria keluar secara bersamaan dari rumah itu, tak berlangsung lama pria bertubuh jangkung itu pun keluar dari pagar rumah itu dan masuk kedalam mobilnya, sementara gadis itu melambaikan tangannya dan kemudian kembali masuk saat melihat mobil pria itu menjauh dari rumahnya,

“Kita ikuti?” tanya Kangmi,

“Tentu saja” kata Minho menstarter mobilnya.

Selama hampir setengah jam Minho mengikuti mobil didepannya, tapi ditengah jalan mobilnya disalip oleh mobil lain dipersimpangan jalan,

“Sial!” rutuknya seraya memukul kemudi mobilnya, mobilnya atak bisa lagi mengikuti mobil didepannya karena mobil tersebut sudah menghilang,

“Ini sudah malam, sulit mencari jejak meobil tersebut, kita bisa ketahuan sedang mengikutinya oppa” ujar Kangmi,

Minho mengangguk paham, “Kita pulang saja” katanya, “Kau sudah mencatat semuanya kan?” tanyanya, Kangmi mengangguk cepat,

“Plat mobil, jenis mobilnya, alamat rumah, termasuk jalan ini, siapa tahu rumah pria tadi tidak jauh dari sini” katanya seraya memeriksa kembali catatannya,

“Bagus, kita pulang sekarang” ajak Minho,

“Ehm” angguk Kangmi setuju.

“Bagaimana?” tanya Jungsoo saat Minho dan Kangmi baru saja sampai dirumah Kangin, keduanya bahkan belum masuk karena Jungsoo mencegat mereka diberanda rumah,

“Kami kehilangan jejaknya Hyung, tiba-tiba saja ada mobil lain yang menyalip dipersimpangan” jelas Minho, Jungsoo mengernyitkan dahi, ia tampak kecewa dengan jawaban Minho,

“Ini sudah malam oppa, sulit mengejarnya, kami itu stalker, kalau dia sadar bisa berbahaya!” sambar Kangmi, “Ini kau lihatlah!” lanjutnya seraya menyerahkan note kecil miliknya,

“Ya sudah, kalian berdua masuklah, tapi Minho berjanjilah untuk langsung masuk kemarmu!” ujar Jungsoo yang jelas saja membuat Minho merasa bingung,

“Memangnya kenapa Hyung?” tanya Minho bingung,

“Masuklah, tidak usah banyak tanya.” Jungsoo merangkul pundak Minho sementara tangannya yang lain mennggenggam tangan Kangmi, menarik gadis itu ikut masuk bersama dengannya,

“Kau pikir aku tidak tahu apa yang kau lakukan? Kangin selalu meminta ijinku saat akan menyuruhmu pergi atau melakukan tugas, tapi kemarin bahkan kau tak ada saat hari pernikahannya!” pekik Hyera memenuhi ruang tamu yang megah itu, Minho dan Kangmi serempak menghentikkan langkah mereka saat melihat situasi ruang tamu mereka,

“Masuklah, biar masalaah ini mereka saja yang menyelesaikannya!” titah Jungsoo seraya menepuk pundak Minho, Minho menggeleng lemah, “Tenanglah, ada Kangin, Yesung dan aku, kau percaya pada kami kan?” Minho masih diam terpaku menatap hyung dan hyungsoonya yang tengah bertengkar.

Jungsoo menatap gadis disampingnya, yang ditatap mengangguk paham dan segera menarik Minho dari ruang tamu tersebut,

“Kau tidak lelah?” tanya Kangmi lembut, Minho dengan terpaksa mengikuti langkah gadis yang kini menarik tangannya itu,

“Aku bisa menerimamu sebagai mafia, tapi tidak sebagai hidung belang!” teriak Hyera lagi-lagi mengehentikan lagkah Minho, pria itu melemparkan pandangan tajamnya kearah kakak satu-satunya itu,

“Apa ang dilakukan Hyungku?” tanyanya retoris, Kangmi mengusap punggungnya lembut,

“Itu bukan masalah anak kecil! Kita hanya anak kecil untuk mereka dalam masalah ini, tidak usah ikut campur Minho-ssi” kata Kangmi menarik Minho menaiki tangga rumahnya.

Sementara itu, keadaan ruang tamu semakin panas, Yesung sejak tadi berdiri dibelakang Hyera untuk mengawasinya, sementara Kangin berdiri ditengah Hyera dan Siwon,

“Apa kau mencintainya?” tanya Hyera dengan suara bergetar, Siwon tak menjawab apapun, kepalanya tertunduk menghindari tatapan istrinya, “CHOI SIWON JAWAB AKU, APA KAU MENCINTAINYA?” tanya Hyera lagi, model cantik itu tak bisa lagi menahan kekesalannya terhadap sang suami,

“Jawab dia bodoh!” paksa Kangin,

“Mollayo” jawab Siwon pelan, Hyera mendengus kesal,

“YAK! Kau pikir untuk apa kalian berlibur bersama tanpa rasa cinta?” marah Hyera,

“Siwon-ah, apa kau tak mencintai Hyera lagi?” tanya Yesung dengan menatap tajam kearah Siwon,

“Ani! Aku selalu mencintainya.” jawab Siwon,

“Hah… nonsense!” ejek Hyera,

“Jika kau mencintainya untuk apa kau berlibur dengan gadis lain yang jelas-jelas bukan istrimu Choi Siwon?” tanya Jungsoo, Siwon terdiam ia merasa dihakimi oleh teman-temannya sendiri, tapi disisi lain ia tahu kalau perbuatannya memang salah,

“Kau tak bisa menjawabnya?” tanya Hyera, Siwon tetap diam, “Kau memang tak mencintaiku.” Gumam Hyera, Hyera melangkah pergi dari ruang tamu itu, sementara Siwon terduduk lemas dilantai *lebay*

“Bodoh!” rutuk Kangin,

Udara siang itu terasa lembab, udara didalam ruangan itu pun terasa sangat pengap, seorang pria berseragam polisi sibuk mengetik didalam laptopnya, sementara sebuah headset terpasang dikepalanya hingga menutupi keuda telinganya, volume yang cukup kuat membuat suara dari headsetnya sedikit terdengar hingga keluar, setidaknya suaranya terdengar seperti aliran air,

“Ne, aku sudah kirim datanya!” ujar pria itu sedetik setelah telunjuk kanannya menekan tombol enter pada keyboardnya, pria itu tersenyum singkat tak lama setelahnya ia melepaskan kembali headset yang sedari dipakainya, ditutupnya tab-tab yang masih terbuka dan bersiap menekan tombol turn off dilaptopnya, pria itu menoleh curiga kebelakangnya seperti merasa ada sesuatu dbelakangnya, tapi tak ada apa pun maka ia melemparkan pandangannya kearah lain, dan kini hampir seluruh ruangan sudah dilihatnya.

Merasa aman pria itu kembali ketempatnya, dimasukkannya laptopnya kedalam tas, dan bersiap keluar dari ruangan sempit yang pengap tersebut, lagi, pria itu menghentikan langkahnya saat tangannya bersiap meraih tangkai pintu, lagi-lagi ia menoleh kebelakangnya, dan lagi-lagi tak menemukan apapun, pria itu pun keluar dari ruangan itu.

Kangmi menatap sinis pria disampingnya, sementara yang ditatap asik membaca manga dengan kikikan kecil yang sesekali terdengar dari mulutnya, gadis itu mengeluarkan i-pod dari dalam tasnya dan bersiap mendengarkan musik kesukaannya, tapi pandangannya kembali teralih ke pria disampingnya yang sekarang tengah tertawa keras seraya memukul-mukul mejanya,

“Aisshh…” Kangmi beranjak meninggalkan bangkunya dan berjalan dengan kasar, “Mentang-mentang udah sembuh, harusnya Jungsoo menembak perutnya saja kemarin!” keluhnya,

Drrtt.. drrtt..

Kangmi meraih ponselnya dilihatnya nama Donghae menghiasi layar ponselnya, dengan segera ia menekan tombol penjawab dalam ponselnya,

“Yeoboseoyo” sapanya datar,

“…” mata sayu gadis itu melebar, dengan seksama ia mendengarkan pembicaraan Donghae,

“Ne..” katanya tak lama kemudian, gadis itu mematikan sambungannya dan kembali berjalan menuju kelas yang tadi ditinggalnya, Kangmi menyipitkan matanya memperhatikan Shim Changmin, pria yang sejak tadi masih sibuk dengan manganya. Kangmi melangkah menghampiri Changmin dan menepuk-nepuk bahu pria yang masih larut dalam dunianya itu, Changmin bergeser kekursi disebelahnya membiarkan Kangmi duduk dikursi miliknya tadi.

Kangmi menopang dagu sementara Changmin tak peduli, diotaknya saat ini hanya ada manga, asal tahu saja yang dia baca adalah manga anak SD-SMP tapi sepertinya Changmin benar-benar tertarik dengan cerita anak-anak yang sepertinya benar-benar lucu untuknya,

Kangmi memiringkan kepalanya menatap pria itu fokus, “Max..” Kangmi mengerjapkan matanya sesaat Changmin menatapnya tiba-tiba, “Aku punya koleksi manga dewasa, kau sudah tak pantas baca manga seperti itu, umurmu kan sudah 24 tahun!” lanjutnya tanpa menatap si lawan bicara, Changmin membiarkan manganya terlepas begitu saja dari tangannya, matanya menatap Kangmi dengan sejuta makna.

Kangmi menoleh sejenak kearahnya dan tersenyum meremehkan, “Pemalsuan data yang nyaris sempurna” ejeknya, gadis itu bernjak pergi meninggalkan Changmin yang masih membeku ditempatnya,

“Ck..” Changmin berdecak kesal, dijatuhkannya kepalanya diatas kedua tangannya yangbertumpu diatas meja, “Babonika!” rutuknya.

“Jangan Noona, kumohon!” Minho menatap Hyera dalam, sementara Hyera berusaha menghindari tatapan sang adik ipar,

“Kau tak mengerti Minho-ah!” elak Hyera,

Minho tersenyum kecut, “Aku mengenalmu dan Hyung lebih dari siapapun, aku tahu kau dan Hyung saling mencintai!!”

Hyera menggigit bibir bawahnya, otaknya terus berpikir keras dengan keputusan yang diambilnya, selama beberapa saat ia larut dalam pikirannya sementara Minho hanya diam menatapnya dengan perasaan cemas,

“Pikirkanlah Sashi, pikirkan perjuangan kalian selama ini, dan pikirkan juga bayi dalam kandunganmu Noona!” cecar Minho membuat Hyera semakin bingung dengan posisinya,

“Dia tak mencintaiku lagi Minho-ah.. dia mencintai gadis itu!” pekik Hyera gusar,

“Noona..” Minho menggantungkan kata-katanya, jemarinya kini mengusap lembut pipi Hyera yang basah dengan air matanya, “Pikirkan baik-baik, kau belum mendengar penjelasan Hyung kan?”

Hyera menggeleng lemah, “Aku tak sudi mendengarnya!”

“Kau harus dengar dia, jangan egois, aku yakin dia punya alasan atas perbuatannya!” ujar Minho seraya menarik sang kakak kedalam pelukannya.

Hyera akhirnya tertidur juga, Minho memindahkannya keranjang milik Hyera, dan meninggalkan kamar milik kakaknya tersebut, Minho berjalan menuruni tangga dan menyusuri koridor-koridor rumahnya yang besar,

“Hyung!” panggilnya seraya mengetuk pelan pintu didepannya,

“Masuk!” dengan segera Minho memutar tungkai pintu tersebut dan masuk kedalam ruangan pribadi milik sang kakak,

“Kau sedang apa?” tanya Minho, Siwon terlihat serius didepan layar komputernya, sepertinya ia tak berniat menjawab pertanyaan adiknya itu,

“Kau sendiri?” tanya Minho canggung, matanya melirik kesekeliling ruangan yang sunyi sepi itu, ini memang adalah ruangan pribadi milik Siwon tapi bukan berarti tak ada satu pun yang boleh masuk kedalamnya, biasanya Jungsoo, Yesung dan Kangin sering mondar-mandir diruangan ini untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan mereka,

“To the point saja.” kata Siwon datar,

Minho tersenyum singkat, “Noona ingin cerai darimu..” Siwon menghentikan aktivitasnya didepan layar dan membalikkan tubuhnya menghadap sang adik yang duduk didepan meja kerjanya sambil memutar globe besar diatas meja,

“Noona yang bilang sendiri padaku.” Kata Minho seolah berpikir kalau Siwon meragukan perkataannya,

“Lalu?” tanya Siwon setengah gugup,

“Mana aku tahu! Kenapa tidak Hyung tanyakan langsung saja pada Noona?” kata Minho cuek,

“Dia bilang apa padamu?”

Minho menghentikan putaran globenya, “Tidak ada!” katanya, “Aku tak sengaja mendengarnya pembicaraannya dengan pengacara!” lanjutnya, Siwon menghela napas berat.

“Hyung.. kau tak mencintainya lagi?” tanya Minho lama setelah suasana ruangan itu kembali sunyi, Siwon tak berkata apapun dimatikannya komputer yang tengah menyala dan ia segera keluar dari ruang kerjanya, Minho tersenyum tipis dan memutar globe itu lebih cepat dari sebelumnya, “Neo jeongmal baboya!” rutuknya.

“Kau serius?” Kyeon mengerucutkan bibirnya, kakinya menendang-nendang tanah dengan kesal sementara jemarinya saling meremas,

“Kau mempermainkanku!” tuding Zhoumi, pria jangkung itu menatap tajam Kyeon meski yang ditatap menunduk menatap tanah,

“Aku kan memang sudah minta putus darimu!” elak Kyeon,

“Anggap saja aku sedang belajar menerima keputusanmu.” kata Zhoumi datar, “Dan lagi aku sudah terlalu lama berada di Korea, kau pikir aku tak merindukan China?”

Kyeon menoleh, “Apa ini yang terbaik?” tanyanya ragu,

“Entahlah, aku rasa terus disini pun tak baik, kau sudah menikah.. aku hanya akan jadi pengganggu hubunganmu!” jawab Zhoumi, “Belajarlah mencintai suamimu Kyeon-ah!”

“Dia itu penjahat!”

Zhoumi terkekeh ringan “Ayahku playboy, dia malah pernah selingkuh sampai punya anak..” katanya menggantung,

“Iya, itu saat umurmu 3 tahunkan?” tebak Kyeon,

“Ibuku adalah wanita yang tegar, bertahun-tahun ia berusaha sabar menghadapi sikap ayahku, dan sekarang ayahku juga sudah bertobat!” Zhoumi menoleh kesampingnya menatap gadis yang mengerjap polos disampingnya,

“Aku rasa Kangin bukan playboy!”

“Ibuku bilang, wanita adalah racun sekaligus penawar bagi laki-laki, kalau seorang laki-laki bisa hancur karena wanita maka laki-laki juga bisa bangkit karena wanita!” Zhoumi menepuk pelan pahanya, berdiri dan meninggalkan Kyeon yang masih tak mengerti dengan maksud kata-katanya,

“Jangan-jangan dia kembali ke China untuk jadi filsafat -..-)7”

“Siapa yang mau jadi filsafat?” Kyeon menoleh kaget saat seorang menepuk bahunya,

“YAK!” pekik Kyeon kesal, sementara gadis sebaya dihadapannya tersenyum jahil,
“Aku dengar kau bicara soal filsafat onni?” tanya gadis itu,

“Youngmi-ah lain kali jangan kagetkan aku seperti itu!” marah Kyeon,

“Iya maaf!! Eh aku dengar Mimi oppa mau kembali ke China ya? Bagus lah, jadi tak ada lagi pengganggu hubungan rumah tangga kakakku!” kata Kangmi santai,

Kyeon menatapnya geram, “Kau ini bicara tak menghargai perasaanku!”

“Untuk apa? Orang kalian juga sudah putus, ya kan?” kata Kangmi cuek, Kyeon memilih angkat kaki meninggalkan adik iparnya, “Dih orang aku bicara fact bukan fake!” gerutu Kangmi.

TBC

by KyeonMi

Advertisements

10 comments on “The Ghost of You Part 10

  1. aaargh keren banget!!
    Author aku mohon dengan sangaaaaaaaat lanjutannya jangan lama-lama ya
    hyera-siwon lebih banyak ya dialognyaaa #plak #readerbawel

  2. kereeeeeeeeeeeeeeeen ~_^
    author jngn lm2 donk lnjtnx……. Tp
    kok kyeon am kangin dialogx dkt bgt, perbanyak donk outhor….. Please…….^_^ g’ sbr bgt nunggux

  3. kereeeeeeeeeeeeeeeen ~_^
    author jngn lm2 donk lnjtnx……. Tp
    kok kyeon am kangin dialogx dkt bgt, perbanyak donk author….. Please…….^_^ g’ sbr bgt nunggux

  4. kereeeeeeeeeeeeeeeen ~_^
    author jngn lm2 donk lnjtnx……. Tp
    kok kyeon am kangin dialogx
    dkt bgt, perbanyak donk author….. Please…….^_^ g’ sbr bgt nunggux

    • Sip pasti dilanjutin..
      gomawo udah RC ^^
      Next mungkin KangKyeon-nya masih belum banyak ^^ hehe.. tunggu aja lah, sering2 mampir kesini ya ^^

  5. SAKURA I LOVE YOUUUUU. KAMU NUNGGUIN DIALOG KANGKYEON KAN? IYAAAH AKU JUGA NUNGGUIN DIALOGNYA KANGKYEON HYAAAAA D: #capsjebol #cubitkangmi #bawakaburteukminho

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s