It Was You

Udara sore hari yang terasa dingin oleh guyuran air hujan itu seperti membekukan aktivitas rumah itu, Ailen masih terpaku memandangi sebuah bingkai berwarna kecoklatan yang di letakkannya diatas meja belajarnya.

Gadis itu masih terus memandangi bingkai itu sambil duduk diatas ranjangnya, matanya tak berkedip meski tubuhnya masih enggan beranjak. Didalam bingkai tersebut ia melihat sebuah foto yang menggambarkan kedekatan antara 5 orang sahabat, Dennis seorang pria berwajah imut dengan senyum hangat, Andrew pria super tampan dengan lesung pipit yang menghiasi kedua pipinya, Bryan yang memamerkan senyum mematikan andalannya, Marcus yang diam tanpa ekspresi apa pun dan tentu saja Ailen yang berdiri ditengah dengan senyum sederhananya.

Gadis itu meletakkan guling yang sedari tadi di dekapnya, perlahan ia beranjak meninggalkan ranjangnya tapi saat ia melewati meja belajarnya ia tak melakukan apa pun -tidak meski pada bingkai itu.

“2 tahun waktu yang sebentar Dennis, aku akan menunggumu! Tenanglah” ujarnya, seyum dibibir pink ceri gadis itu tertarik sempurna membuatnya nampak lebih manis dari sebelumnya.

“Yaa apa yang kau lakukan disini?” sebuah suara menginterupsinya untuk menoleh dilihatnya Marcus tengah berjalan menghampirinya dengan tangan yang dimasukan kedalam saku.

Ailen tersenyum singkat, “Apa kita akan berangkat?”

“Tentu saja semuanya sudah menunggumu sejak tadi bodoh!” cerocos Marcus tak sabar, pria yang lebih tinggi dari Ailen itu menarik Ailen turun dan menghampiri segerombolan pria.

“Ini baru pelatihan, hanya 3 bulan!” kata Dennis seraya menatap Ailen dalam, “Ini belum wamil yang sesungguhnya tenanglah!”

Ailen menatap Dennis ragu tapi gadis itu tetap berusaha tersenyum dan lalu menghampiri Dennis untuk memberikan salam perpisahan, “Oppa pelatihan harusnya lebih berat, berhati-hatilah!”

“Kau mengejekku ya?” tanya Dennis seraya terkekeh ringan, Ailen menggeleng cepat.

“Sudah.. sudah nanti kau telat lagi!” lerai Andrew yang langsung menyeret Dennis kemobilnya,

“Annyeong!” pamit Dennis yang masih ditarik Andrew, Ailen tersenyum tanpa berkata apa pun.

“Annyeong Hyung!” balas Bryan,

“Annyeong, tenanglah Ailen biar kami yang jaga!” pekik Marcus saat mobil Andrew sudah beranjak meninggalkan kediaman mereka.

“Yaa! Apa yang kau katakan bodoh?” tanya Ailen geram, Marcus terkekeh pelan lalu dengan cepat lari menghindar, “Yaa awas kau maniak!”

“Kenapa tak mengantarnya?” Ailen menoleh menatap Bryan yang melihatnya dengan rasa penasaran.

“Gwaenchana.. hanya saja saat Dennis benar-benar wamil aku benar-benar harus sudah siap!” jawab Ailen.

“Jadi kau benar menyukai Dennis ya?”

“Apa? Ani! Kalian berempat sahabatku sejak kecil wajar kalau aku akan sangat merindukan kalian, bukan hanya Dennis!” elak Ailen, Bryan mengangguk pelan dan berlalu tanpa berkata-kata lagi. Dalam hati Ailen bersyukur karena Bryan bukan orang yang usil seperti Marcus ataupun cerewet seperti Andrew.

“Bagaimana bisa aku bilang iya? Bukankah tak satu pun diantara kita yang boleh memiliki rasa suka?” keluh Ailen, lagi gadis itu menatap bingkai yang berada diatas meja belajarnya, “Kalau boleh menyukai kalian semua.. kalian adalah pria yang sangat baik dan perhatian padaku sejak kecil tapi aku hanya mencintaimu..” bola mata hitam gadis itu menatap pria berwajah malaikat dalam bingkai itu.

“Ya andai boleh..”

The End

wkwkwkwk…… Konyol ya? Eeteuk mau wamil saya #galau meskipun belum mulai juga wamilnya xD terus lagi kangen sama 4serangkai sahabatku jaman kecil *malesamatbilangmerekaF4* xD ya maaf klo gaze, boring n pendek hehehehe…
Gomawo buat yang baca \\(^-^)//

Advertisements

2 comments on “It Was You

  1. Mwo??
    Yak! Yak! Yak!
    *tereak2 gak nyante*

    Kenapa the end nya begituuuu??? >.<
    Panjangin doongg..

    Ahh..aku ngerti rasa galaunya gimana..
    Aku jg resah (?) wktu brita heechul mau wamil breng tuki appa..

    • pendek ya? maklum itu kan aq ngetik dihp dotengah hujan yg dingin nan galau *?* yup kita sma2 resah dengan kepergian HeeTeuk ke medan wamil *?*
      ini cuma semi curhat aja sich jdi sepertinya tidak dilanjut hehehe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s