Sorry, I Love Him! Part 1

Aku tahu apa yang mereka katakan tentangku, aku tahu mereka bilang aku bodoh, gila atau terlalu polos. Tapi beginilah aku, aku yang mencintainya ‘apa adanya’ dia adalah pria yang selalu membuatku nyaman, senyumnya tulus, dia ramah pada siapa pun dan yang terpenting adalah dia sangat setia.

“Kangmi-ah, appa antar ya!” pinta ayahku,

“Tidak perlu appa, aku mau pergi dengan Shindong oppa saja!” tolakku,

“Aigoo Kangmi! Noe..” belum sempat ayah memarahiku, aku malah sudah melarikan diri darinya.

“Annyeong oppa, belum lama menunggukan?” tanyaku pada seorang pria yang sudah bersiap dengan sekuter tuanya,

“Aniyo, khaza nanti kita terlambat!” ajaknya,

“Ne!” jawabku besemangat, aku lalu duduk dibelakangnya dan melingkarkan tanganku ditubuh tambunnya. Aku memang seperti ini, setiap pagi selalu menghampiri Shin Dong Hee, atau yang biasa dipanggil Shindong ini untuk pergi kesekolah bersama.

Aku tidak peduli meski banyak yang mentertawaiku, lebih baik aku ditertawai karena berpacaran dengan seorang pria gendut ketimbang ditertawai karena diselingkuhi seorang playboy flamboyan.

Udara Seoul pagi hari seketika menjadi sesak saat sekuter merah muda Shindong oppa memasuki wilayah protokol, dikiri kanan tampang puluhan mobil dan motor berlalu lalang hendak mencapai tujuan.

Ku eratkan pelukanku saat kekasihku mulai tancap gas, tak menyangka memang kalau seorang Shindong adalah kekasihku awalnya aku menerima cintanya setelah dikhianati seorang hidung belang bahkan pria itu mentertawaiku saat melihat kami jalan bersama, “Seleramu turun hah? Kau membuatku malu saja!” kalimat yang cukup menyakitkan tapi bagiku lebih menyakitkan jika aku menanggapinya.

Tak terasa sudah hampir setahun kami memadu kasih, berawal dari dendamku pada Leeteuk kini aku malah benar-benar mencintainya..

“Yaa Kangmi!!!!!” seorang pria aegyo berpipi chubby berlari menghampiri lapangan parkir dengan cepat ia menarik lenganku, menciptakan jarak dengan namjachinguku, “Igo!” si aegyo menyerahkan selebaran penguman padaku seraya tersenyum memamerkan deretan gigi kelincinya.

“Mwoya?” kubaca selebaran tadi karena si aegyo tak memberu jawaban padaku, “Hanya Prom Nite.” responku datar, kulangkahkan kakiku menuju Shindong oppa yang sudah menantiku setelah sebelumnya mengembalikan selebaran itu kepada King of Aegyo, “Lee Sungmin-ssi kalau kau berpikir aku tertarik menjadi ‘Queen of Prom’ kau salah!” kataku sembar menyeret Shindong oppa meninggalkan wilayah sesak kendaraan itu.

“Kau malu karena pasanganmu adalah aku?” bagai sedang tertohok sebuah busur tajam, ekor mataku menangkap kekecewaan yang tergambar jelas diwajah namjaku.

“Kenapa berpikir seperti itu?” rajukku,

“Karena seorang putri cantik harusnya pergi ke pesta dengan pangeran tampan.” jawabnya datar, kuhentikan langkahku dan menghalangi jalannya, kutatap namja itu dari kaki hingga kepala.

“Aku bukan putri dan aku tidak cantik, kau juga tidak perlu menjadi pangeran tampan, arra?”

Bruk!

Satu kesialan yang seolah selalu menempel padaku adalah sikap cerobohku, seperti saat ini aku menabrak seorang dengan sangat keras membuat tubuhku tersungkur diatas sebuah tubuh, MWO??? Tubuh?? Kuhirup aroma manis tubuh itu, aroma memabukkan yang pernah menjeratku,

“Leeteuk-ssi?” aku terbelalak dengan mulut ternganga sementara pria yang sedang tertindih tubuhku menyeringai seperti demon menemukan mangsanya.

Sesak seketika, aroma manis itu berdesakan memaksa masuk kedalam indra penciumanku, dia satu-satunya pria dengan aroma manis yang pernah kutemui. Aku ingat betul, bagaimanapun dulu selama hampir dua tahun dia lah yang menemaniku, mengisi hidupku, menghias hariku tapi dia juga lah yang menyakitiku setengah tahun yang lalu, dia lah yang dengan tega mencium gadis lain dibelakangku.

“Hati-hati kau bisa saja jatuh cinta lagi padaku!” lagi-lagi dia merendahkanku, pria ini benar-benar memancing emosiku,

“Cih jangan bermimpi kau!” kataku ketus, susah payah aku bangun untuk menghindarinya tapi dengan cepat ia menahanku,

“Pacarmu pasti berpikir iya!” kata sambil tersenyum licik,

“Apa kau bilang?” dia berlalu tanpa mengatakan apa pun lagi, kutatap lingkungan sekitarku banyak yang melihat kejadian tadi, mungkin saja Shindong oppa melihatnya juga, “Andwae!”

TBC

ini FF pertama diblog ini sebenernya cuma baru sempet dilanjut, kayaknya ga panjang-panjang banget sich ya liat aja nanti *smirk* comment if you want, cuz I won’t to force you!

Advertisements

4 comments on “Sorry, I Love Him! Part 1

    • Hi… thx udah mampir, baca dan komen ^^ ini sebenernya FF pertama diblog ini tapi kelamaan nangkring dikonsep hehehe… yup lanjutannya ditunggu ya ^^ rajin-rajin kesini ya ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s