Teukie Nanny Part 1

Title: Teukie Nanny Part 1
Author: Mentari Lacamara
Cast: Leeteuk, Kim Kangmi, Park Cheonsa
Genre: Family
Rate: AU
Summary: Teukie menjadi seorang pengasuh anak? Tapi kenapa ia harus menyamar sebagai seorang gadis?
WARNING ini bukan “gender-switch” dan ini bukan “YAOI”

Seorang gadis cantik berpakaian maid memandangi rumah mewah nan megah dengan wajah sumringah, mata bulan sabitnya menatap ramah penghuni rumah keluarga Kim yang berbaris menyambut kedatangannya bukan karena wajahnya yang cantik bukan karena jabatannya tapi rasa penasaran, penasaran pada seorang Nanny yang baru dibawa oleh seorang Kepala Pelayan keluarga Kim. Gadis dengan rambut ikal kecoklatan yang dibiarkannya tergerai itu membungkuk hormat seraya tersenyum ramah kepada para pelayan yang datang menyambutnya, “Annyeonghaseyo Leeteuk imnida aku adalah pengasuh baru disini, panggil saja aku Teukie!” ujar gadis itu dengan tutur yang lembut, semua pelayan turut membungkukkan tubuh mereka lalu tersenyum menyambut kehadirannya. Kepala Pelayan lalu mengantarnya ke dalam kamarnya tapi gadis itu dengan sopan meminta untuk di ajak berkeliling rumah besar itu pasalnya ini adalah hari pertamanya dan ia belum mengenal betul seluk beluk rumah tersebut ditambah lagi besok ia sudah harus mengurus seorang bocah nakal keluarga Kim.

Kepala Pelayan itu dengan senang hati menerima permintaan Teukie bahkan ia sendiri lah yang mengajak gadis itu berkeliling dan menjelaskan apa yang dirasa perlu dijelaskan dan selama hampir seharian mereka baru selesai mengelilingi rumah super besar itu. “Kamsahamida Adjussi kau begitu baik sudah menemaniku dan memberitahuku banyak hal!” ujar Teukie dengan senyum manisnya, dalam waktu yang cukup singkat gadis cantik itu dengan mudahnya menjadi akrab dengan Kepala Pelayan bahkan menjadi pusat perhatian para pelayan terutama para namja.

“Huft… selesai juga!” gadis itu merebahkan tubuhnya diranjangnya yang bisa dibilang tidak terlalu empuk itu matanya membulat sempurna menunjukkan ekspresi keterkejutan yang sedikit berlebihan untuk kemudian ia berlari pelan dan mengunci pintu kamarnya. Tak ada siapapun diruangannya seperti yang dikatakan oleh Kepala Pelayan bahwa ia mendapatkan kamarnya sendiri, ya hanya sendiri, tentu saja itu membuatnya senang bukan main, “Arrgggghhh panas!” keluhnya seraya membuka rambutnya, ya rambut ikal panjang berwarna kecoklatan yang bertengger indah dikepalanya itu hanyalah sebuah wig dimana rambutnya sebenarnya adalah rambut pendek pirang yang biasa di buat hair-up agar terlihat tampak lebih muda dari umurnya seharusnya.

Setelah membuka wignya Teukie mulai menanggalkan pakaian maidnya yang sepertinya terasa tak nyaman dikenakan, “Aissh bagaimana bisa Heechul dan Jaejoong betah berpakaian seperti ini?” tanyanya pada diri sendiri, pria belesung pipit itu kembali teringat kedua temannya yang pernah menyamar menjadi seorang gadis untuk diterima bekerja di sebuah cafe karena sudah tak tau lagi harus bekerja dimana saat semua kantor yang merea sambangi justru menolak keduanya, “Aku bersumpah tak kan pernah melakukannya lagi jika semua rencanaku berhasil!” ujarnya seraya menatap jijik pakaian maid plus wig wanita yang baru saja dilepasnya dari tubuh rampingnya. Continue reading

In Young Noona, Nan Neol Saranghae!

Title: In Young Noona, Nan Neol Saranghae!
Author: Mentari Lacamara
Rating: AU
Genre: Family
Main Cast: Park In Young and Park Jung Soo
Other Cast: Park Ri Rin and Kim Heechul
Summary: Ririn bosan hidup diantara dua gunung es, ia berharap dapat menjadi matahari yang mencarikan es itu dengan sinarnya yang hangat.. *summary macam apa ini?*
Disclaimer: Park In Young and Park Jungsoo belong their parent, Park Ririn belong Siwon *????*
WARNING! Cerita keluarga yang boring dan aneh, yang ngga suka cerita tanpa bumbu-bumbu ‘pacaran’ *?* mending cabut sekarang ^-^

Ririn mengaduk segelas coklat yang masih mengepulkan asap, udara malam sangat dingin sama sekali tak cocok seorang gadis sepertinya tapi ini lah nasib seorang insomnia yang seperti kelewar meski malam mata masih saja tak mau terpejam

KRING~

Ririn meletakan gelasnya lalu kemudian mengangkat gagang teleponnya, “Yoboseyo?” sapanya, “Ne Oppa.. ne! Annyeong!” Ririn meletakkan kembali gagang telepon tersebut dengan gusar gadis itu menyeruput susunya hingga habis dan berlari menuju pintu kamarnya.

Gadis itu menghempaskan tubuhnya diranjang ukuran King Size miliknya, meski lelah matanya masih saja tak mau berkompromi,

drrrttt…. drrrttt…

Dirabanya kasurnya mencari dimana tadi ia meletakkan ponselnya, “Dapat!” serunya saat berhasil menemukan ponselnya,

“Aku tidak pulang malam ini jadi tidak usah menungguku, beritahu Jungso! Kau jangan tidur terlalu malam, tidak baik! Lekas tidur dan jangan lupa mengunci semua pintu dan jendela!

Ririn tersenyum simpul membaca pesan yang baru saja dikirim sang kakak, In Young tak beda jauh dengan di ucapkan oleh si penelpon, Jungsoo. Tanpa membalas pesannya gadis itu memejamkan matanya berusaha memasuki alam mimpi yang sejak tadi sudah menantinya.

“Noona..” Jungsoo menatap lirih sang kakak yang kini berdiri seraya bertolak pinggang, ia sendiri sedang terduduk di pinggir jalan yang sepi dengan seragam putih yang agak kotor sementara di sudut bibirnya mengalir cairan merah kental yang hampir mengering.

“Yaa apa yang kalian lakukan pada adikku?” amuk In Young, dengan mata elangnya yang tajam gadis berumur 12 tahun itu menatap sinis segerombolan anak-anak sekolah dasar yang sejak tadi mengerjai adiknya. In Young menghela napas kasar dan bersiap memukul anak-anak nakal itu dengan stik golf yang di curinya dari ruang kepala sekolah namun anak-anak nakal itu dengan gesitnya berlari menghindari In Young, gadis itu tak mau diam dia hampir saja mengejar mereka kalau saja tak di cegah Jungsoo.

“Biarkan saja Noona, jangan perpanjang masalah, ku mohon… kita pulang saja!” pinta Jungsoo yang tentu saja di iyakan oleh sang kakak.

“Onnie… Oppa…” Ririn berlari kecil menghampiri kedua kakaknya, gadis kecil yang siap masuk sekolah dasar itu mengusap sudut bibir Jungsoo pelan,

“Aww..” keluh Jungsoo membuat Ririn menurunkan tangannya panik,

“Neo gwaenchanayo Oppa?” tanya Ririn khawatir.

Jungsoo tersenyum tipis, “Ne.. nan gwaenchanayo!”

“Onnie.. apakah Oppa dijahili teman-temannya lagi?” tanya Ririn polos, In Young tersenyum singkat dan mengangguk mengiyakan.

In Young menatap adik laki-lakinya yang tertidur di kamarnya, gadis itu bisa melihat rasa sakit dan lelah yang jelas terpancar di wajah adiknya tapi setidaknya kejadian itu sudah berlalu, “Umma… pindahkan saja Jungsoo!” rengeknya pada sang ibu.

Sang ibu menatapnya lembut, “Aniya!” tolaknya.

In Young menarik tangan ibunya, “Umma… teman-temannya jahat, biarkan dia sekolah denganku saja Umma!”

Lagi, sang ibu menggelengkan kepalanya sebagai tanda penolakan.

“Jungsoo, jaga adikmu ya!” Jungsoo mengagguk patuh saat sang ayah menyerahkan Ririn adiknya. Ini adalah hari pertama Ririn bersekolah di sekolah dasar, gadis itu meminta masuk sekolah yang sama dengannya dan sebagai kakak yang baik ia berjanji akan menjaga adiknya dengan baik.

“Oppa mereka kenapa?” Ririn menatap takut segerombolan anak laki-laki yang tengah menghadang jalannya, Jungsoo diam tak menjawab dan langsung menarik tangan Ririn mencari jalan lain, “Oppa mereka mengejar kita!” rengek Ririn merasa takut, Jungsoo tak bergeming dia menatap lurus ke depan, bukan karena tak mempedulikan adiknya tapi karena rasa takutnya.

Memang benar Jungsoo adalah seorang pengecut, dia sudah menjadi anak tertindas sejak hari pertamanya di sekolah jadi ia tak akan membiarkan adiknya mengalami hal yang sama dengannya, “Yaa!” Jungsoo tercekat mengehentikan langkahnya, seorang anak bernama Kim Dongchan itu tiba-tiba saja menghadang langkahnya, “Mau kemana kau anak manja?” tanyanya mengejek.

Jungsoo menarik napas dalam berusaha mengumpulkan keberenaian dalam dirinya, “Ini siapa? Adikmu?” tanya Jinji seraya mengusap pipi Ririn lembut,

“Yaa lepaskan!” Ririn menghempaskan tangan anak itu dengan kasar membuat anak laki-laki itu mendengus kesal,

“Yaa berani sekali gadis ini?”

“Kau lupa ya? Gadis-gadis di keluarga Park itu galak dan menakutkan, berbanding terbalik dengan yang pria!”

“Wae ire?” Ririn melotot kesal mendengar ejekan mereka tapi sebelum iya berbicara banyak Jungsoo menariknya berlari menjauhi anak-anak nakal itu, “Yaa oppa apa yang kau lakukan?” Ririn berusaha melepas tangan Jungsoo tapi anak itu mencengkram adiknya dengan sangat kuat.

“Ririn-ah ku mohon jangan berhubungan dengan mereka!” Jungsoo mengantar Ririn sampai kelasnya, ia memperhatikan sekitarnya berharap tak ada satu pun temannya yang mengikutinya, “Mereka anak nakal, aku tak mau kau dekat-dekat dengan mereka!” imbuhnya.

Ririn memutar bola matanya yang kecoklatan sejurus kemudian gadis itu menganggukan kepalanya setuju, “Kalau oppa yang menyuruh pasti aku turuti!”

Lonceng berdering kencang menandakan waktu istirahat, suara riuh anak-anak sekolah dasar bergermuruh menghiasi setiap ruang, beberapa di antara mereka sibuk bermain dengan teman sebayanya, sementara yang lain menghabiskan waktunya dikantin dan hanya beberapa yang melangkahkan kakinya ke ruang perpustakaan.

Seorang anak gadis dengan rambut terkepang dua berjalan riang membawa sekotak bekal makan siangnya, gadis itu hendak pergi mencari kakaknya untuk menemaninya makan siang. Gadis itu menatap ruang kelas di depannya, sebuah papan bertuliskan 5-1 tertempel erat dipintu kayu itu, dengan mengendap-endap gadis itu menjulurkan lehernya demi mengintip suasana di dalam kelas.

“Kau cari siapa gadis manis?” nyaris saja kotak bekalnya terjatuh, ia menoleh ke arah sumber suara sekitar 5 anak laki-laki berdiri mengelilinginya dengan tatapan yang susah diartikan.

“Yaa mau kemana kau?” tanya salah satu di antara kelima anak itu, gadis itu tak menggubrisnya ia mengambil langkah cepat menjauhi kelimanya.

“Ririn!” gadis itu menoleh cepat menyadari sebuah suara yang sangat familiar ditelinganya, “Kemari!” seorang anak laki-laki tampak bersembunyi di balik tembok, tangannya memberi isyarat kepada Ririn untuk segera menghampirinya.

“Oppa,” Ririn dengan segera berlari menghampiri sang kakak sementara sang kakak lagi-lagi menyeretnya, kali ini ke perpeustakaan sekolah. “Oppa untuk apa kita kemari?” tanya Ririn polos.

“Aku takut mereka mengganggumu!” jawab Jungsoo seadanya,

“Oppa aku mencarimu!”

“Aku tahu!”

“Kau bilang kelasmu itu 5-1 kan? Tapi kenapa anak-anak nakal itu yang ada disana?”

Jungsoo menghembuskan napas berat, “Mereka teman sekelasku!” Continue reading

The Ghost of You Part 10

Siwon menatap pintu apartement didepannya, setelah seharian memaksa manager Hyera akhirnya ia dapat mendapatakan alamat apartement Hyera, Kyuhyun dan Diana masih tetap disisinya, ya setidaknya hanya itu yang bisa mereka lakukan sebagai penebus kesalahan mereka,

“Kau temui dia duluan!” suruh Siwon pada Diana, gadis itu mengangguk patuh dan mendekat pada pintu itu, ditekannya bel pintu itu sembari menunggu si pemiliknya membuka pintu.

Sementara didalam apartement Hyera sibuk membujuk Sashi untuk makan, sejak dibawa ketempat itu, Sashi sama sekali tak mau berbicara dengan Hyera, anak itu terus menangis karena merasa asing dengan tempat tersebut,

TING TONG

Hyera menghela napasnya, diletakkanya peralatan makan yang sedari tadi berada ditangannya, Hyera dengan segera membuka pintunya tanpa mencari tahu terlebih dahulu siapa tamunya, Continue reading

The Ghost of You Part 9

Suasana kediaman Kangin terlihat sunyi hari memang sudah sangat larut tapi masih ada beberapa penghuni rumah tersebut yang masih belum tertidur,

“Annyeong..” tak satupun yang membalas sapaan Kyeon, hari ini Kyeon memang pulang larut malam, sekolahnya bubar sejak 3 jam lalu tapi Kyeon malah baru sampai rumahnya, ‘Apa mereka marah padaku?’ batin Kyeon, matanya berputar menatap seisi rumah tak ada satupun yang berbicara, beberapa diantaranya bahkan berwajah tegang,

“Kyeon!” panggil Kangin, Kyeon menolehkan kepalanya dengan cepat, dilihatnya Kangin masih menggunakan kemeja dan jasnya, dasinya punmasih terikat dilehernya walau begitu diwajahnya terukir dengan jelas rasa lelah, “Kau pasti lelah, kembalilah kekamarmu, istirahatlah!” surug Kangin, tangannya mengusap lembut puncak kepala Kyeon membuat pipi gadis itu memanas dengan perlakuannya,

“Arrgghhh…” Kyeon mengalihkan pandangannya, dilihatnya Siwon membanting telepon genggam miliknya, Kyeon bergidik ngeri melihat wajah Siwon, pria itu terlihat marah, tapi tak ada satupun orang yang berusaha meredakan amarahnya,

“Masuk kekamarmu!” suara Kangin berbisik namun tetap terdengar tegas, “Youngmi, kembali kekamarmu!” lanjut Kangin yang kali ini mengalihkan pandangannya kepada sang adik, Kangmi meletakkan bantal sofa yang sedari tadi dipangkunya ia beranjak dari sofa empuknya dan berjalan kearah Kangin dan Kyeon, tanpa berbicara sepatah katapun tangannya dengan segara meraih tangan Kyeon dan menyeretnya menjauh dari ruang tamu. Kyeon tak mengerti apapun tapi ia tak berani berkata apapun saat ini.

“Apa kau sudah menelepon kediaman keluarga Han?” tanya Jungsoo memecah keheningan diruang tamu, semua mata termasuk milik Siwon mentap lurus kearahnya, Continue reading

The Ghost Of You Part 8

Siwon membanting pintu kamarnya dengan kasar, pikirannya kacau karena kejadian tadi pagi, “Hyera..” katanya tercekat, ditatapnya wanita anggun yang tengah duduk diatas ranjangnya, Hyera melemparkan senyum tak bersahabatnya membuatnya bergidik ngeri karne Hyera bahkan memandangnya dengan pandangan membunuh,

“Ini masih kamarku kan?” tanya Hyera retoris, Siwon berjalan takut-takut, disampirkannya jas hitam yang tengah dipakainya, “Ini memang kamarku!” Hyera memainkan rambutnya dengan jemari tangannya,

“Aku lelah!” kata Siwon seraya melepas dasinya, Hyera beranjak dari ranjangnya dan perlahan berjalan menghampiri suaminya, Siwon melempar dasinya kesofa disampingnya berusaha menghindari tatapan sang istri, tapi tangan halus itu kini bergelayut dipundaknya, tangan itu menjelajahi bahu lebar itu, Continue reading

The Ghost of You Part 7

Siwon menatap gadis yang tertidur disampingnya, gadis itu mengeliat malas didalam selimutnya, Siwon terpaku menatap kecantikannya, gadis itu cantik meski tak secantik Hyera, tapi berbeda dengan Hyera yang biasa berdandan glamour dan elegant, gadis itu bahkan tak pernah memoles wajahnya dengan apa pun,

“Shim Minah!” Siwon menggumam pelan ditengah kesibukannya, ia mulai membelai gadis didepannya, disibakkannya rambut yang menghalangi kecantikan alami gadisnya,

“Nomu yeppuda!” pujinya pelan,

“Hnn..” sekali lagi Minah menggeliat dan perlahan ia mulai membuka matanya, “Oppa?” panggilnya, suaranya terdengar sedikit parau karena baru saja terbangun, Siwon sedikit terkejut saat menyadari gadisnya terbangun oleh ulah ‘tangan jahil’nya.

“Jam berapa ini?” masih dengan kesadaran yang belum sepenuhnya, Minah meraba meja kecil disamping tempat tidurnya, “Ommona!” Minah terduduk kaget menatap jamnya, Siwon beringsut dikasurnya,

“Wae?” tanya Siwon malas,

“Sudah hampir jam sembilan!” jawab Minah panik,

“Oh.. Lantas?” Minah menatap geram kekasihnya yang pemalas, “Khaza! Aku tak mau menghabiskan waktu berliburku hanya dengan bermalas-malasan!” katanya seraya menarik tangan kekar Siwon, sementara yang ditarik malah bergelayut manja dipundaknya, “Yak! Kau tak sadar punya tubuh sebesar apa ya?” omel Minah, Siwon terkekeh geli saat Minah mendorong tubuhnya,

“Kau mau mandi?” tanya Siwon, Continue reading

The Ghost Of You Part 6 [Special Kangin’s Birthday]

Cahaya menyilaukan masuk melalui celah jendela yang berada dibawah atap gereja, suara derit pintu nyaring berbunyi diiringi suara derap langkah orang yang sedang memasuki gereja megah itu, puluhan pasang mata mengalihkan pandangannya kearah pintu utama, seorang gadis –yang terlalu muda- dengan gaun putihnya berjalan dialtar bersama seorang pria yang sepertinya pengiringnya, si pengiring mengantarkan mempelai wanita itu hingga bertemu dengan pasangannya, si pengiring tersenyum samar kemudian melepaskan apitan tangan si mempelai, gadis itu menoleh kearah pengiringnya seraya bergumam pelan,

“Appa..” sang ayah terus berjalan menjauhi altar suci itu *jujur aq ga ngerti namanya beneran altar apa bukan -_-)* sebuah tangan kokoh menggatinkan tangan pengiring tadi, ia menarik gadis itu lembut,

“Sudah waktunya!” katanya lembut, Kyeon mengangguk lemah, disejajarainya tubuh pria itu mengahadap seorang pendeta yang siap memulai upacara sakral itu, Continue reading

The Ghost Of You Part 5

‘Sebuah Ledakan Hebat Terjadi Di Sebuah Apartement Seorang Jutawan’ sebuah hot news yang memamerkan foto seorang mayat yang hangus terpanggang sama sekali tak menganggangu saarapan pagi Kangin, ia malah tersenyum puas, wajah terlihat semakin segar saat membacanya, Kangin menyodorkan surat kabar itu kearah Hyera yang duduk disampingnya,
“Kerja yang bagus Siwon-sii!” puji Kangin, Hyera membekap mulutnya, menahan mual yang terasa mengocok perutnya,
“Gomawo!” ujar Siwon datar seraya menarik surat kabar itu dari hadapan Hyera,
“Kau mau melihatnya Kyeon-ssi?” tawar Siwon, Kyeon baru saja akan duduk dibangkunya,
“Mworago?” tanya Kyeon bingung,
“Aniyo. Lupakan saja!” Donghae merebut surat kabar itu dari genggaman Siwon,
“Kyeon onni hari ini kau akan pergi kesekolah bersamaku!” ujar Kangmi senang,
“De!” patuh Kyeon,
“Siapa yang akan mengantarmu?” tanya Jungsoo seraya menyeruput kopi panasnya,
“Err…” Kangmi mengedarkan pandangannya,
“Kemarin lusa harusnya Donghae oppa, tapi katanya dia ada urusan dengan Kangin oppa jadinya aku diantar Siwon oppa!” jelas Kangmi,
“Baiklah hari ini aku yang antar kalian!” kata Donghae, Continue reading