SARANGHAEYO ADJUSSI Part 3

SARANGHAEYO ADJUSSI
Part 3

Rae Neul memutuskan untuk pindah ke Seoul, rupanya ia kembali ke Korea karena Kibum oppa, sepertinya mereka saling mencintai bahkan sangat mencintai.. Jelas aku tidak ada harapan… Kenapa aku begini? Kenapa aku punya perasaan sama orang yang baru aku kenal, dan dia pacarnya sepupuku!! Aku jadi sering sekali ke Seoul, padahal sebelumnya tidak, aku kesana setiap akhir pekan, untuk bertemu Rae Neul dan juga Kibum oppa, aku sering pergi berkelilinmg Seoul bersama mereka.
Hari ini Rae Neul dan Kibum oppa memaksaku untuk ikut mereka ke sebuah club, awalnya aku tidak mau, umurku saja baru 15 tahun mana boleh aku masuk club, tapi Rae Neul dan Kibum oppa terus saja memaksaku, akhirnya aku mau ikut mereka. Club ini ramai sekali, tidak cocok dengan ku yang tak suka keramaian dan kebisingan, lebih tidak suka lagi karena disini ada banyak sekali sepasang kekasih yang berdansa bersama sedang aku hanya sendirian,
“Hahhh.. konyol!! Kenapa aku mau ikut kesini?” kataku kesal, sambil meminum orange juice ku, aku meletakkan gelasku kembali kemeja, aku menoleh ke arah Rae Neul dan Kibum oppa, aku terpaku didepanku.. apa? Apa yang mereka lakukan? Mereka sedang berciuman dihadapanku!! Aku seperti tersambar petir disiang hari, aku kesal dan lalu meninggalkan mereka menuju meja yang lain, aku mengambil minuman didepanku dan meminumnya sampai habis, aku kesal setengah mati,
“Ini apa?” tanyaku pada seorang bartender,
“Itu soju nona, ehmm.. sepertinya kau meminum pesanan orang lain!”
“Benarkah? Oh.. aku mau lagi, tolong bawakan lagi untukku!” aku menyuruh bartender itu membawakannya lagi, lagi, dan lagi, sampai-sampai kepalaku benar-benar terasa sakit, lalu semuanya menjadi gelap.
——-
Aku membuka mataku perlahahan-lahan, kepalaku terasa sakit, aku berusaha melihat sekitar, PUTIH?? Kamar ini hampir seluruhnya berwarna putih, aku bingung sedang berada dimana aku sekarang? Tiba-tiba ada seorang yang mengetuk pintu, aku menoleh kearah pintu itu, pintu itu terbuka, ada 6 orang yang berjalan masuk dan berdiri dihadapanku yang baru saja duduk diranjang putih ini,
“Annyeong haseo..” mereka menyapaku dan membungkukan badan kepadaku, aku hanya tersenyum sambil menundukkan kepalaku yang sakit, aku tak mengenal siapa pun, mereka adalah orang asing, 5 orang wanita dengan seragam biru muda yang aneh, serta seorang pria tua bertuxedo hitam,
“Apakah nona sudah merasa lebih baik?” tanya pria tua itu padaku, aku masih diam, aku bingung kenapa pria tua itu memanggilku nona?
“Biar aku yang menemaninya, kalian semua keluar lah!” kata seorang diambang pintu, dia menggunakan tuxedo putih, sangat rapih, dan senyumnya sangat hangat, ya dia tersenyum kearahku, lalu kelima wanita itu dan pria tua itu keluar beriringan sementara pria yang bertuxedo putih itu menghampiriku dan duduk diranjang dan tepat disampingku,

Flashback 8 tahun yang lalu
Alunan simphony kesembilan milik Ludwig van Beethoven mengalun indah, aku menatap sebuah musicbox berwarna keemasan dan yang diatasnya terdapat photoku dengan seorang anak laki-laki *bayangin aja adegannya Kang Hye Na di drama My Fair Lady* musicbox itu pemberiannya dua tahun yang lalu saat ulang tahunku yang kelima, dan photo tersebut diambil beberapa hari sebelumnya, dia temanku saat aku tinggal di Jepang umurnya 2 tahun lebih tua dariku, dia memintaku menyimpan musicbox itu, merawatnya dengan baik sampai suatu hari nanti ketika kami dewasa dia akan memainkan lagu tersebut dihadapanku. Aku tersenyum setiap kali mengingat janjinya, tapi sejak dia memberi musicbox itu aku sudah tidak pernah lagi bertemu dengannya.. Kurasakan air mataku mengalir dipipiku,
“Kau kenapa? Sedang menangis ya?” tanya sesorang sambil mengusap kepalaku dengan lembut, dia Park Jung Soo teman Chulie adjussi sejak SMP dan aku biasa memanggilnya Park adjussi,
“Aniyo..” jawabku dengan suara parau,
“Lalu kenapa ada air mata?” katanya lagi sembari menghapus air mata dipipiku,
“Iya.. Aku memang habis menangis, tapi itu bukan urusanmu adjussi!” kataku kesal,
“Memang anak kecil sepertimu ada urusan apa?”
“MWOO? Aku bukan anak kecil lagi, aku sudah berumur 7 tahun, aku sudah kelas 1 SD aku bukan anak kecil tau!!” protesku padanya,
“Memang apa urusanmu? Aku pikir hanya orang dewasa saja yang punya urusan”
“Memang bagaimana caranya jadi dewasa?” tanyaku penasaran,
“Menikah!” katnya datar,
“Menikah?” aku kaget, hingga mataku yang sipit membesar, “Kalau begitu aku menikah saja!” kataku lagi,
“Memang kau mau jadi dewasa ya?” kali ini giliran Park adjussi yang kaget dengan pernyataanku, lalu kami terdiam sejenak,
“Kalau begitu, menikah lah dengan oppa!” tawarnya tiba-tiba,
“Oppa? Aku tidak suka memanggilmu oppa-_- tapi baiklah DEMI MENJADI DEWASA AKU AKAN LAKUKAN APA PUN!!” kataku dengan penuh keyakinan, lalu pria itu membuatkan mahkota dari ranting-ranting untukku dan untuknya, serta membawakanku banyak sekali bunga,
“Baiklah, kalau begitu apa kau siap?” tanyanya sambil memegang tanganku,
“Ya aku siap!” aku tersenyum senang,
“Kau mau menemani ku disaat sedih, senang, sehat, sakit, juga tidak akan meninggalkan ku?” ucapnya mirip seorang pendeta yang akan menikahkan 2 orang pengantin, aku tersenyum dan mengangguk kecil.
End of flashback
“Apa kau baik-baik saja?” tanya seseorang membuyarkan lamunanku,
“PARK ADJUSSI??” seruku dengan nada kaget.
———-
Park adjussi mengatarku pulang ke Busan, dia berjanji tidak akan memberi tahu siapa pun kalau aku mabuk semalam. Sesampainya dirumah aku memutuskan untuk langsung beristirahat dikamar, aku merasa sangat lelah dengan semua hal yang ku alami, mulai dari Kibum oppa, ingatanku tentang teman masa kecilku, hingga kelakuan konyolku dengan Park adjussi 8 tahun yang lalu, rasanya saat ini kepalaku akan pecah memikirkan hal-hal tersebut,
“Hahhhh……” aku menatap sekeliling kamarku, lalu menjatuhkan tubuhku diatas ranjangku, “Lebih baik aku tidur!”

TBC

Advertisements