In Young Noona, Nan Neol Saranghae!

Title: In Young Noona, Nan Neol Saranghae!
Author: Mentari Lacamara
Rating: AU
Genre: Family
Main Cast: Park In Young and Park Jung Soo
Other Cast: Park Ri Rin and Kim Heechul
Summary: Ririn bosan hidup diantara dua gunung es, ia berharap dapat menjadi matahari yang mencarikan es itu dengan sinarnya yang hangat.. *summary macam apa ini?*
Disclaimer: Park In Young and Park Jungsoo belong their parent, Park Ririn belong Siwon *????*
WARNING! Cerita keluarga yang boring dan aneh, yang ngga suka cerita tanpa bumbu-bumbu ‘pacaran’ *?* mending cabut sekarang ^-^

Ririn mengaduk segelas coklat yang masih mengepulkan asap, udara malam sangat dingin sama sekali tak cocok seorang gadis sepertinya tapi ini lah nasib seorang insomnia yang seperti kelewar meski malam mata masih saja tak mau terpejam

KRING~

Ririn meletakan gelasnya lalu kemudian mengangkat gagang teleponnya, “Yoboseyo?” sapanya, “Ne Oppa.. ne! Annyeong!” Ririn meletakkan kembali gagang telepon tersebut dengan gusar gadis itu menyeruput susunya hingga habis dan berlari menuju pintu kamarnya.

Gadis itu menghempaskan tubuhnya diranjang ukuran King Size miliknya, meski lelah matanya masih saja tak mau berkompromi,

drrrttt…. drrrttt…

Dirabanya kasurnya mencari dimana tadi ia meletakkan ponselnya, “Dapat!” serunya saat berhasil menemukan ponselnya,

“Aku tidak pulang malam ini jadi tidak usah menungguku, beritahu Jungso! Kau jangan tidur terlalu malam, tidak baik! Lekas tidur dan jangan lupa mengunci semua pintu dan jendela!

Ririn tersenyum simpul membaca pesan yang baru saja dikirim sang kakak, In Young tak beda jauh dengan di ucapkan oleh si penelpon, Jungsoo. Tanpa membalas pesannya gadis itu memejamkan matanya berusaha memasuki alam mimpi yang sejak tadi sudah menantinya.

“Noona..” Jungsoo menatap lirih sang kakak yang kini berdiri seraya bertolak pinggang, ia sendiri sedang terduduk di pinggir jalan yang sepi dengan seragam putih yang agak kotor sementara di sudut bibirnya mengalir cairan merah kental yang hampir mengering.

“Yaa apa yang kalian lakukan pada adikku?” amuk In Young, dengan mata elangnya yang tajam gadis berumur 12 tahun itu menatap sinis segerombolan anak-anak sekolah dasar yang sejak tadi mengerjai adiknya. In Young menghela napas kasar dan bersiap memukul anak-anak nakal itu dengan stik golf yang di curinya dari ruang kepala sekolah namun anak-anak nakal itu dengan gesitnya berlari menghindari In Young, gadis itu tak mau diam dia hampir saja mengejar mereka kalau saja tak di cegah Jungsoo.

“Biarkan saja Noona, jangan perpanjang masalah, ku mohon… kita pulang saja!” pinta Jungsoo yang tentu saja di iyakan oleh sang kakak.

“Onnie… Oppa…” Ririn berlari kecil menghampiri kedua kakaknya, gadis kecil yang siap masuk sekolah dasar itu mengusap sudut bibir Jungsoo pelan,

“Aww..” keluh Jungsoo membuat Ririn menurunkan tangannya panik,

“Neo gwaenchanayo Oppa?” tanya Ririn khawatir.

Jungsoo tersenyum tipis, “Ne.. nan gwaenchanayo!”

“Onnie.. apakah Oppa dijahili teman-temannya lagi?” tanya Ririn polos, In Young tersenyum singkat dan mengangguk mengiyakan.

In Young menatap adik laki-lakinya yang tertidur di kamarnya, gadis itu bisa melihat rasa sakit dan lelah yang jelas terpancar di wajah adiknya tapi setidaknya kejadian itu sudah berlalu, “Umma… pindahkan saja Jungsoo!” rengeknya pada sang ibu.

Sang ibu menatapnya lembut, “Aniya!” tolaknya.

In Young menarik tangan ibunya, “Umma… teman-temannya jahat, biarkan dia sekolah denganku saja Umma!”

Lagi, sang ibu menggelengkan kepalanya sebagai tanda penolakan.

“Jungsoo, jaga adikmu ya!” Jungsoo mengagguk patuh saat sang ayah menyerahkan Ririn adiknya. Ini adalah hari pertama Ririn bersekolah di sekolah dasar, gadis itu meminta masuk sekolah yang sama dengannya dan sebagai kakak yang baik ia berjanji akan menjaga adiknya dengan baik.

“Oppa mereka kenapa?” Ririn menatap takut segerombolan anak laki-laki yang tengah menghadang jalannya, Jungsoo diam tak menjawab dan langsung menarik tangan Ririn mencari jalan lain, “Oppa mereka mengejar kita!” rengek Ririn merasa takut, Jungsoo tak bergeming dia menatap lurus ke depan, bukan karena tak mempedulikan adiknya tapi karena rasa takutnya.

Memang benar Jungsoo adalah seorang pengecut, dia sudah menjadi anak tertindas sejak hari pertamanya di sekolah jadi ia tak akan membiarkan adiknya mengalami hal yang sama dengannya, “Yaa!” Jungsoo tercekat mengehentikan langkahnya, seorang anak bernama Kim Dongchan itu tiba-tiba saja menghadang langkahnya, “Mau kemana kau anak manja?” tanyanya mengejek.

Jungsoo menarik napas dalam berusaha mengumpulkan keberenaian dalam dirinya, “Ini siapa? Adikmu?” tanya Jinji seraya mengusap pipi Ririn lembut,

“Yaa lepaskan!” Ririn menghempaskan tangan anak itu dengan kasar membuat anak laki-laki itu mendengus kesal,

“Yaa berani sekali gadis ini?”

“Kau lupa ya? Gadis-gadis di keluarga Park itu galak dan menakutkan, berbanding terbalik dengan yang pria!”

“Wae ire?” Ririn melotot kesal mendengar ejekan mereka tapi sebelum iya berbicara banyak Jungsoo menariknya berlari menjauhi anak-anak nakal itu, “Yaa oppa apa yang kau lakukan?” Ririn berusaha melepas tangan Jungsoo tapi anak itu mencengkram adiknya dengan sangat kuat.

“Ririn-ah ku mohon jangan berhubungan dengan mereka!” Jungsoo mengantar Ririn sampai kelasnya, ia memperhatikan sekitarnya berharap tak ada satu pun temannya yang mengikutinya, “Mereka anak nakal, aku tak mau kau dekat-dekat dengan mereka!” imbuhnya.

Ririn memutar bola matanya yang kecoklatan sejurus kemudian gadis itu menganggukan kepalanya setuju, “Kalau oppa yang menyuruh pasti aku turuti!”

Lonceng berdering kencang menandakan waktu istirahat, suara riuh anak-anak sekolah dasar bergermuruh menghiasi setiap ruang, beberapa di antara mereka sibuk bermain dengan teman sebayanya, sementara yang lain menghabiskan waktunya dikantin dan hanya beberapa yang melangkahkan kakinya ke ruang perpustakaan.

Seorang anak gadis dengan rambut terkepang dua berjalan riang membawa sekotak bekal makan siangnya, gadis itu hendak pergi mencari kakaknya untuk menemaninya makan siang. Gadis itu menatap ruang kelas di depannya, sebuah papan bertuliskan 5-1 tertempel erat dipintu kayu itu, dengan mengendap-endap gadis itu menjulurkan lehernya demi mengintip suasana di dalam kelas.

“Kau cari siapa gadis manis?” nyaris saja kotak bekalnya terjatuh, ia menoleh ke arah sumber suara sekitar 5 anak laki-laki berdiri mengelilinginya dengan tatapan yang susah diartikan.

“Yaa mau kemana kau?” tanya salah satu di antara kelima anak itu, gadis itu tak menggubrisnya ia mengambil langkah cepat menjauhi kelimanya.

“Ririn!” gadis itu menoleh cepat menyadari sebuah suara yang sangat familiar ditelinganya, “Kemari!” seorang anak laki-laki tampak bersembunyi di balik tembok, tangannya memberi isyarat kepada Ririn untuk segera menghampirinya.

“Oppa,” Ririn dengan segera berlari menghampiri sang kakak sementara sang kakak lagi-lagi menyeretnya, kali ini ke perpeustakaan sekolah. “Oppa untuk apa kita kemari?” tanya Ririn polos.

“Aku takut mereka mengganggumu!” jawab Jungsoo seadanya,

“Oppa aku mencarimu!”

“Aku tahu!”

“Kau bilang kelasmu itu 5-1 kan? Tapi kenapa anak-anak nakal itu yang ada disana?”

Jungsoo menghembuskan napas berat, “Mereka teman sekelasku!” Continue reading

Advertisements

The Ghost of You Part 9

Suasana kediaman Kangin terlihat sunyi hari memang sudah sangat larut tapi masih ada beberapa penghuni rumah tersebut yang masih belum tertidur,

“Annyeong..” tak satupun yang membalas sapaan Kyeon, hari ini Kyeon memang pulang larut malam, sekolahnya bubar sejak 3 jam lalu tapi Kyeon malah baru sampai rumahnya, ‘Apa mereka marah padaku?’ batin Kyeon, matanya berputar menatap seisi rumah tak ada satupun yang berbicara, beberapa diantaranya bahkan berwajah tegang,

“Kyeon!” panggil Kangin, Kyeon menolehkan kepalanya dengan cepat, dilihatnya Kangin masih menggunakan kemeja dan jasnya, dasinya punmasih terikat dilehernya walau begitu diwajahnya terukir dengan jelas rasa lelah, “Kau pasti lelah, kembalilah kekamarmu, istirahatlah!” surug Kangin, tangannya mengusap lembut puncak kepala Kyeon membuat pipi gadis itu memanas dengan perlakuannya,

“Arrgghhh…” Kyeon mengalihkan pandangannya, dilihatnya Siwon membanting telepon genggam miliknya, Kyeon bergidik ngeri melihat wajah Siwon, pria itu terlihat marah, tapi tak ada satupun orang yang berusaha meredakan amarahnya,

“Masuk kekamarmu!” suara Kangin berbisik namun tetap terdengar tegas, “Youngmi, kembali kekamarmu!” lanjut Kangin yang kali ini mengalihkan pandangannya kepada sang adik, Kangmi meletakkan bantal sofa yang sedari tadi dipangkunya ia beranjak dari sofa empuknya dan berjalan kearah Kangin dan Kyeon, tanpa berbicara sepatah katapun tangannya dengan segara meraih tangan Kyeon dan menyeretnya menjauh dari ruang tamu. Kyeon tak mengerti apapun tapi ia tak berani berkata apapun saat ini.

“Apa kau sudah menelepon kediaman keluarga Han?” tanya Jungsoo memecah keheningan diruang tamu, semua mata termasuk milik Siwon mentap lurus kearahnya, Continue reading

The Ghost of You Part 7

Siwon menatap gadis yang tertidur disampingnya, gadis itu mengeliat malas didalam selimutnya, Siwon terpaku menatap kecantikannya, gadis itu cantik meski tak secantik Hyera, tapi berbeda dengan Hyera yang biasa berdandan glamour dan elegant, gadis itu bahkan tak pernah memoles wajahnya dengan apa pun,

“Shim Minah!” Siwon menggumam pelan ditengah kesibukannya, ia mulai membelai gadis didepannya, disibakkannya rambut yang menghalangi kecantikan alami gadisnya,

“Nomu yeppuda!” pujinya pelan,

“Hnn..” sekali lagi Minah menggeliat dan perlahan ia mulai membuka matanya, “Oppa?” panggilnya, suaranya terdengar sedikit parau karena baru saja terbangun, Siwon sedikit terkejut saat menyadari gadisnya terbangun oleh ulah ‘tangan jahil’nya.

“Jam berapa ini?” masih dengan kesadaran yang belum sepenuhnya, Minah meraba meja kecil disamping tempat tidurnya, “Ommona!” Minah terduduk kaget menatap jamnya, Siwon beringsut dikasurnya,

“Wae?” tanya Siwon malas,

“Sudah hampir jam sembilan!” jawab Minah panik,

“Oh.. Lantas?” Minah menatap geram kekasihnya yang pemalas, “Khaza! Aku tak mau menghabiskan waktu berliburku hanya dengan bermalas-malasan!” katanya seraya menarik tangan kekar Siwon, sementara yang ditarik malah bergelayut manja dipundaknya, “Yak! Kau tak sadar punya tubuh sebesar apa ya?” omel Minah, Siwon terkekeh geli saat Minah mendorong tubuhnya,

“Kau mau mandi?” tanya Siwon, Continue reading

EVER LASTING SAPPHIRE BLUE Part 3

Masih dalam sebuah kencan antara Changmi dan Yesung………

“Ji Hye-ssi waeyo?? Kenapa kau diam saja?” Tanya Shindong memecah keheningan diantara keduannya.
“Aku tidak suka berada disini” jawab dia seadanya.
Mungkin dalam hatinya, dia berkata “Aku risih ada kau disini!”
“Ayolah…kau bicara! Aku jadi ngga enak nih! Daritadi aku mengajakmu bicara, tapi kau hanya menjawab seadanya saja!” keluh Shindong sambil memandang sedih kearah roti buaya yang dia pegang.
“Kau!!!!!!!! bicara saja sama roti yang kau pegang!” bentak Ji hye seraya pergi dengan rasa kesal meninggalkan shindong.
“Aissssssssshhhhh!!!!!!!!!! Jagiya………..kenapa pergi?!!!!!!!!” keluh Shindong lagi sambil mengikuti Ji hye.
“Ih ngapain coba dia ngikutin terus!!!” gerutu Ji hye yang menghampiri Changmi.
“Hey Changmi!!! Pulang sekarang!!! Aku ngga mau tau pokoknya pulang SEKAAAARRRAAAAANNGGGG!!!!!!!!!!” teriak Ji hye.
“Tapi….kau tidak liat apa? Aku dan Yesung oppa lagi asik-asiknya?!” keluh Changmi tak kalah kesal.
“Changmi-ah….kau mau appa marah hah?! Yaudah kau teruskan lagi sana! Aku pulang duluan!” kata Ji hye seraya melangkah pergi.
“Iya iya tunggu!!!!”
“Jagi….aku pulang dulu ya!! Nanti kita teruskan lagi!!”
“De!!! Hati-hati ya!! Saranghaeyo jagiya……..” sahut Yesung (author: saranghae juga oppa!! Wkwkwkwk *dijitak changmi*)
“Neomu sarang oppa!! Bye…” sahut Changmi.
“Ji hye…kau ngga mau ngucapin salam perpisahan kayak mereka??” ujar Shindong.
“Ppih!!! Siapa loe?! Pacar ku bukan ngapain?!” sahut Ji hye yang merasa merinding mendengar ucapan shindong.
Shindong hanya memasang mimic hopeless.
“Yang sabar yah shindong! Semua butuh proses yang alami!” ujar Yesung menenangkan.
“Kau meledek atau menghibur?” kata Shindong lesu.
“Ya…balance! Hahaha” Continue reading

EVER LASTING SAPPHIRE BLUE Part 2

Pagi-pagi di Kyunghae Cyber University………

“Samperin ngga ya???? Samperin ngga yaaa???!!!” gumam kangin bimbang yang melihat Yao Qi yang tengah duduk sendirian.
“Ok!! I’m Korean No.1 Handsome guy!!! Tunggu aku Yao Qi!!!” ujar kangin semangat seraya cepat melesat ketempat dimana Xiao Mei duduk.
…………….

“Em………Annyeonghaseo???” sapa kangin yang terlihat sangat gugup.
“Ne??? Annyeong” jawab Yao Qi heran.
“Irumi muosiyeyo??” Tanya Yao Qi penasaran.
“Kangin imnida dari jurusan Cultural Arts Management! Baru pindah 4 hari yang lalu! Hehe…” (haduh oppa….dia Cuma mau tau namamu aja!!)
“Oh….Han Yao Qi. Jurusan bahasa asing”
“Ok salam kenal yah!!! Mian temanku hanya baru sebutir saja!”
“De!” jawab Yao Qi seadanya.

Sementara itu dikerajaan ELF……

“Aigooo…..sudah hampir seminggu kangin oppa ngga disini!! Bogoshippoyo!!” keluh Donghwa sedih.
“De! Oppa juga merasakannya. Oppa rindu dengan moment-moment dimana kangin hyung meledek Shindong hyung dan menjaili kami abis-abisan!!” sahut Siwon yang tak kalah merasakan kehilangan.
“Naneun dongsaeng….sudahlah jangan terlalu dipikirkan! Kau berdoa saja biar kangin diberi kesehatan terus!” kata Hankyung bijak menenangkan donghwa.
“Oh iya!!! Soal kita nengok Kangin hyung!! Gimana kita ngomong baik-baik sama appa sekarang?! Aku ngga tega liat wajah sedih uri dongsaeng satu-satunya!” ujar Siwon.
“Oh iya ya??” respon Hankyung berpikir.
“Ok!! Khaza oppa!!! Kita ke appa!!! Um…jam-jam sekarang, appa pasti diruang perpustakaan kerajaan!” ajak donghwa semangat sambil menarik paksa lengan hankyung dan Siwon. Continue reading

SARANGHAEYO ADJUSSI Part 5

Aku sudah selesai mandi dan Rae Neul menatapku dari bawah keatas lalu kebawah lagi dan keatas lagi, apa sich sebenarnya yang dia lakukan, aku memang sudah memaafkannya dan Kibum oppa dan hari ini dia datang untuk mengajakku pergi nonton dengannya dan Kibum oppa, tapi aku menolaknya dengan alasan tidak suka dengan film action, tapi belakangan Rae Neul mengetahui bahwa aku akan pergi ke konser musik klasik bersama kakak kelasku,
“Oh my gosh!! Pantas saja kau selalu menjomblo, selera berpakaianmu saja buruk!!” ujarnya padaku,
“Kau mau pergi ke konser musik klasik, bukannya mau hang out ke mall, setidaknya kau harus berpakaian formal, bukanya memakai kaus dan celana seperti itu, dasar payah!!” sambungnya, lalu ia menarikku keluar kamar dan menuju rumahnya,
“Anyeong Wonie adjussi!” sapaku kepada Choi Si Won adjusssi yang kebetulan sedang ada dirumah,
“Anyeong Dong Hwa!’ balasnya
“Aish nanti saja ngobrolnya!” ujar Rae Neul sambil terus menarik tanganku, aku lihat Kibum tertawa melihat kami yang bertingkah seperti anak kecil,
“Ayo masuk!” Rae Neul mengajakku masuk kedalam kamarnya, dan memamerkan beberapa gaun koleksinya yang rata-rata berwarna pink, warna kesukaannya dan juga warna kesukaanku
“Pilihlah, mana yang kau suka?” tawarnya padaku, aku melihat-lihat gaun itu tapi aku bingung memilihnya,
“Aku bingung! Kau saja ya yang plihkan!” kataku memelas,
“Ahh babo banget, masa tinggal milih aja ga bisa, udah pasti dilemarimu tidak ada gaun satu pun!” katanya ketus,
“Biarin!” kataku kesal, lalu setelah itu dia mencari gaun yang pas untukku,
“Ini saja!” katanya sambil memegang gaun berwarna pink soft,
“Gaun itu pendek sekali, pahaku nanti terlihat banyak orang!” protesku,
“Norak! Sudah ayo pakai!” dia mendorongku kearah kamar mandi yang ada didalam kamarnya, saat aku keluar dia lagi-lagi menarikku, kali ini dia menarikku ke meja rias, lalu entah apa yang dia lakukan, tapi yang jelas wajah dan rambutku mengalami perubahan drastis,
“Apa yang kau lakukan?” tanyaku takjub, Continue reading

Stay With You – My Shalof [Two Shoot]

Kibum merebahkan tubuhnya di king size bed miliknya, rasa lelah mulai menjalari tubuhnya, tapi otaknya tetap memaksakan matanya terbuka,
“Berhentilah mencintaiku Kibum-ssi” kata-kata itu terasa amat menyakitkan, terlebih ia mendengarnya langsung dari Hyera,
“Hyera-ah kau benar-benar mencintai Siwon?” tanya Kibum saat itu, harusnya ia tak perlu menanyakan hal seperti itu, terlalu naif untuk menolak kenyatan bahwa hati Hyera memang bukan untuknya,
“Dia mencintaiku!” rasanya ada ribuan belati yang menghujam jantungnya, ingin rasanya Kibum menutup telinganya saat Hyera membuka sebuah fakta yang selama ini tak pernah diketahuinya,
“Aku suka pada Han Hyera!” Kibum ingat bahwa dia pernah mengatakan hal tersebut didepan Siwon, tanpa diketahuinya sebuah kalimat itu telah menghancurkan hubungan dua orang yang paling dicintainya,
“Dia tidak pernah berhenti mencintaiku.. Bahkan meski ia terus mencoba mengalah padamu!” Kibum semakin tersiksa mendengar kata-kata Hyera, baginya lebih baik ia ditolak mentah-mentah dari pada mengetahui kenyataan bahwa dia hampir saja merebut ‘kekasih’ sahabatnya sendiri,
“Mengapa dia memperlakukanmu dengan buruk?” rasanya wajar bila Kibum melontarkan pertanyaan tadi, selama hampir 3 tahun Siwon selalu bersikap acuh pada Hyera, dan bahkan tak mermbiarkan Hyera berada dekat dengannya,
“Dia ingin aku menjauh darinya, dia ingin kau lah yang bersamaku! Dia tahu kalau kau begitu tulus menyayangiku!” Kibum menghela napas berat, matanya menerawang tapi seulas senyum terlukis diwajahnya.

“Annyeong Hyera-ah kau sudah sembuh?” tanya Hankyung saat Hyera baru saja memasuki kelasnya, Hankyung dan Heechul dengan segera menghampiri Hyera, dari tempat duduknya yang berada persis dibelakang Siwon, Kibum bisa melihat temannya itu menoleh ke arah Hyera, bahkan ia memergoki Siwon yang sedang tersenyum tipis,
‘Tentu saja aku sembuh, kemarin kan ada 4 pria eh maksudku 3 pria tampan yang menjengukku!” ujar Hyera girang,
“Mwo? Tiga? Kemarin kami datang berempat!” protes Hankyung,
“Err.. Apakah Heechul-ssi bisa disebut sebagai pria tampan?” tanya Hyera polos,
“Ya! Kau ini!” sentak Heechul kesal, Hyera dan Hankyung terkekeh geli melihatnya,
“Kalian sudah akrab ya? Sejak kapan?” Kibum tersenyum simpul mendengar kebiasaan menyindir Siwon yang tidak pernah hilang,
“Wajar bila orang yang saling mengenal selama bertahun-tahun saling ‘menyayangi’ Siwon-ah!” celetuk Hankyung, Heechul bergidik ngeri mendengar kata-kata ’menyayangi’ yang diucapkan Hankyung,
“Mungkin saling ‘mencintai’ juga wajar!” gumam Kibum pelan, tapi itu cukup terdengar oleh Siwon, Continue reading

SARANGHAEYO ADJUSSI Part 4

Hari ini aku tidak sekolah karena masih sakit, huft-_- aku benar-benar menyesal kenap aku sampai mabuk hanya karena pria itu dasar babo! Dan berkat kejdian itu juga aku bertemu kembali dengan Park adjussi yang sejak 3 tahun belakangan sudah tidak pernah lagi kutemui karena kesibukkanya sebagai pewaris tunggal sebuah perusahaan raksasa di Korea, padahal aku kira tidak akan bertemu dengannya lagi. Jujur saja kejadian 8 tahun yang lalu saat ditaman adalah kejadian yang paling ingin aku hilangkan terlebih 5 tahun yang lalu saat aku tahu kalau Park adjussi memiliki seorang pacar sekaligus tunangan bernama Seo Sang Mi, hatiku benar-benar hancur saat itu padahal lima tahun yang lalu aku hanya seorang gadis berumur 10 tahun yang tidak mengerti apa-apa, dan karena itu lah hubungan kami menjadi renggang terlebih 3 tahun ini. Continue reading

Stay With You – Good Girl Bad Boy [Two Shoot]

Suara Jung seonsaengnim masih menghiasi ruang kelas 3 ART 1, beberapa murid memfokuskan diri pada pelajaran seputar musik tersebut, sisanya terlihat tertidur diatas mejanya, mencoreti buku catatannya, bahkan ada murid yang menyumpal telinganya dengan earphone, hal yang sama dilakukan Choi Siwon, tangannya sibuk menggambar dibuku catatannya, sementara ditelinganya mengalun musik rock alternatif kesukaanya, anehnya sikap semaunya itu malah dianggap keren oleh gadis-gadis disekitarnya, bahkan disekolahnya Siwon mendapat julukan Prince No. 1
“Berhentilah menatapku!” gumam Siwon pelan namun terdengar dengan jelas oleh orang yang sedang asik memperhatikan kegiatannya, Siwon masih larut dalam kesibukkannya itu, tanganya masih terus menggoreskan garis-garis indah dilembaran buku catatannya,
“Kau merusak moodku!” gumam Siwon lagi, orang itu terhentak kaget, Continue reading