The Ghost of You Part 10

Siwon menatap pintu apartement didepannya, setelah seharian memaksa manager Hyera akhirnya ia dapat mendapatakan alamat apartement Hyera, Kyuhyun dan Diana masih tetap disisinya, ya setidaknya hanya itu yang bisa mereka lakukan sebagai penebus kesalahan mereka,

“Kau temui dia duluan!” suruh Siwon pada Diana, gadis itu mengangguk patuh dan mendekat pada pintu itu, ditekannya bel pintu itu sembari menunggu si pemiliknya membuka pintu.

Sementara didalam apartement Hyera sibuk membujuk Sashi untuk makan, sejak dibawa ketempat itu, Sashi sama sekali tak mau berbicara dengan Hyera, anak itu terus menangis karena merasa asing dengan tempat tersebut,

TING TONG

Hyera menghela napasnya, diletakkanya peralatan makan yang sedari tadi berada ditangannya, Hyera dengan segera membuka pintunya tanpa mencari tahu terlebih dahulu siapa tamunya, Continue reading

The Ghost of You Part 9

Suasana kediaman Kangin terlihat sunyi hari memang sudah sangat larut tapi masih ada beberapa penghuni rumah tersebut yang masih belum tertidur,

“Annyeong..” tak satupun yang membalas sapaan Kyeon, hari ini Kyeon memang pulang larut malam, sekolahnya bubar sejak 3 jam lalu tapi Kyeon malah baru sampai rumahnya, ‘Apa mereka marah padaku?’ batin Kyeon, matanya berputar menatap seisi rumah tak ada satupun yang berbicara, beberapa diantaranya bahkan berwajah tegang,

“Kyeon!” panggil Kangin, Kyeon menolehkan kepalanya dengan cepat, dilihatnya Kangin masih menggunakan kemeja dan jasnya, dasinya punmasih terikat dilehernya walau begitu diwajahnya terukir dengan jelas rasa lelah, “Kau pasti lelah, kembalilah kekamarmu, istirahatlah!” surug Kangin, tangannya mengusap lembut puncak kepala Kyeon membuat pipi gadis itu memanas dengan perlakuannya,

“Arrgghhh…” Kyeon mengalihkan pandangannya, dilihatnya Siwon membanting telepon genggam miliknya, Kyeon bergidik ngeri melihat wajah Siwon, pria itu terlihat marah, tapi tak ada satupun orang yang berusaha meredakan amarahnya,

“Masuk kekamarmu!” suara Kangin berbisik namun tetap terdengar tegas, “Youngmi, kembali kekamarmu!” lanjut Kangin yang kali ini mengalihkan pandangannya kepada sang adik, Kangmi meletakkan bantal sofa yang sedari tadi dipangkunya ia beranjak dari sofa empuknya dan berjalan kearah Kangin dan Kyeon, tanpa berbicara sepatah katapun tangannya dengan segara meraih tangan Kyeon dan menyeretnya menjauh dari ruang tamu. Kyeon tak mengerti apapun tapi ia tak berani berkata apapun saat ini.

“Apa kau sudah menelepon kediaman keluarga Han?” tanya Jungsoo memecah keheningan diruang tamu, semua mata termasuk milik Siwon mentap lurus kearahnya, Continue reading

The Ghost Of You Part 6 [Special Kangin’s Birthday]

Cahaya menyilaukan masuk melalui celah jendela yang berada dibawah atap gereja, suara derit pintu nyaring berbunyi diiringi suara derap langkah orang yang sedang memasuki gereja megah itu, puluhan pasang mata mengalihkan pandangannya kearah pintu utama, seorang gadis –yang terlalu muda- dengan gaun putihnya berjalan dialtar bersama seorang pria yang sepertinya pengiringnya, si pengiring mengantarkan mempelai wanita itu hingga bertemu dengan pasangannya, si pengiring tersenyum samar kemudian melepaskan apitan tangan si mempelai, gadis itu menoleh kearah pengiringnya seraya bergumam pelan,

“Appa..” sang ayah terus berjalan menjauhi altar suci itu *jujur aq ga ngerti namanya beneran altar apa bukan -_-)* sebuah tangan kokoh menggatinkan tangan pengiring tadi, ia menarik gadis itu lembut,

“Sudah waktunya!” katanya lembut, Kyeon mengangguk lemah, disejajarainya tubuh pria itu mengahadap seorang pendeta yang siap memulai upacara sakral itu, Continue reading

The Ghost of You Part 4

Suara ketukan disetiap pintu kamar penghuni rumah itu berbunyi seiring gerutuan kesal dari si ‘empunya’ kamar, tak terkecuali Key yang baru saja sampai, satu-persatu penghuni rumah itu turun dan berkumpul diruang keluarga yang super besar tersebut, Sashi baru saja datang bersama Diana, gadis kecil itu langsung turun dan berlari menghampiri ayahnya,
“Adjussi!” salah, anak itu rupanya memanggil pria lain disamping Siwon,
“Sashi-ah annyeong!” pria itu tersenyum ramah sembari mengelus rambut Sashi,
“Minho-ssi sejak kapan kau berada disini?” tanya Hyera yang baru saja datang,
“Semalam!” jawab Minho singkat,
“Ehm, kalau begitu kau pasti sangat lelah!” lanjut Hyera sambil mengambil posisi disamping Minho, seolah menjadikan Minho sebagai tembok pemisah antara dirinya dan Siwon,
“Aku yang paling lelah noona! Aku baru sampai pagi tadi!” sambar Key yang langsung menjadi pusat perhatian seluruh penghuni rumah itu,
“Bukankah kau sudah pulang semalam?” tanya Kyuhyun yang semalam tadi sempat melihat mobilnya bertengger didepan rumah,
“Harusnya!” katanya datar,
“BOE? Apa maksudmu?” tanya Jonghyun kesal,
“Ani! Aku tidak marah kau memakai mobilku untuk menjemput hyungmu!” bantah Key yang terdengar sedang memamerkan kebaikkan hatinya,
“Lalu?” tanya Donghae,
“Bayangkan saja, semalaman aku digigiti serangga-serangga aneh, jam 2 lewat baru dapat bus, bukannya langsung sampai busnya malah mogok T_T baru saja aku sampai, ganti baju juga belum sempat!” jawab Key dengan nada merengek, membuat tawa teman-temanya pecah, Siwon melirik kearah Hyera, sudah lama dia tak melihat Hyera tertawa lepas seperti ini, ya Hyera masih bisa tertawa, tapi bukan karenanya,
“Oppa!!!” suara cempreng yang entah dari mana asalnya itu menghentikan tawa mereka, siapa pun yang merasa dirinya adalah ‘oppa’ menoleh ke sumber suara tersebut,
“Oppa..” si cempreng itu berjalan menghampiri mereka, sementara dibelakangnya Jungsoo dan Jongwoon berjalan mengekornya,
“Oppa kapan kau pulang? Nomu bogoshipo…” si cempreng kini bergelayut manja ditubuh Minho, membuat Sashi sedikit terhimpit olehnya,
“Kangmi onni, aku tak bisa bernapas!” protes Sashi,
“Ya cepat menyingkir!” ujar Siwon kesal,
“Aissh mianhae, lagian anak ini terlalu kecil jadi tidak terlihat!” elak Kangmi,
“Eh monyet betina, minusmu itu harus ditambah lagi, masa Sashi yang sebegitu besarnya tidak terlihat, apa kabarnya dengan semut-semut?” tanya Key dengan cerewetnya, Kangmi mengerucutkan bibirnya merasa kesal dengan ‘kakak’nya itu,
“Kangmi duduklah, sebentar lagi Kangin datang!” titah Jungsoo,
“Ya.. Ya.. Baiklah! Semua orang dirumah ini benar-benar cerewet!” gerutunya tapi tetap duduk disamping Jungsoo, suasana menjadi hening tak satu pun yang mengeluarkan kata-katanya, mengingat Kangin yang sebentar lagi akan datang membuat mereka malas berbicara, Kangmi memilih bermain dengan PSP milik Kyuhyun dan tak lagi memperhatikan sekitarnya,
“Annyeong!” seorang gadis ‘asing’ membungkukkan badannya dihadapan mereka, gadis itu tersenyum kikuk sambil mengedarkan pandangannya keseluruh penghuni rumah ini, Continue reading

Club No. 1 Part 7

Kangin yang baru aja selesai mandi udah siap-siap dengan setelan kemeja yang bener-bener rapih,
“Baju, ok!” katanya sambil memperhatikan bajunya dicermin,
“Rambut, ok!” katanya sambil sedikit merapihkan tatanan rambutnya,
“Badan gw, wangi! Muka gw juga udah ganteng! Yang kurang apa lagi ya?” tanya pada diri sendiri,
“Kurang banyak!” kata Leeteuk yang sejak tadi memeperhatikan kelakuan narsis Kangin,
“Kurang banyak?” tanya Kangin Bingung,
“Iye! Kurang banyak yang senarsis loe!” jawab Leeteuk dengan wajah tertekuk,
“Ye.. bukan narsis tau! Tapi mensyukuri nikmat!” kata Kangin ngaco,
“Hah nikmat? Nungguin loe cowok metrosexsual dandan hampir 3 jam loe kata NIKMAT!”
“Ya udah, kayak loe kaga aje, udah buru nyok!” ajak Kangin, sambil menarik-narik tangan Leeteuk. Continue reading

Club No. 1 Part 6

Ryeowook berjalan gontai kekelasnya, sambil terus mendrible basketnya,
“Wajah yang seperti benang layangan!” sindir orang disampingnya, yang ternyata adalah Kibum,
“HYA! Loe kemana aja sich?” seru Ryeowook sambil memukul orang disampingnya,
“Aissh Wook! Sabar dong, dengerin dulu!” protes Kibum,
“Ngga mau!” tolak Ryeowook yang langsung masuk kekelas dan duduk dibangkunya,
“Tadi gw, Leeteuk hyung, Kangin hyung, sama Henry abis diinterogasi sama Dong…” Kibum duduk disebelah Ryeowook dan mulai menjelaskan,
“Donghwa ya? Kok ngga ngajak-ngajak gw sich?” potong Ryeowook tambah kesal,
“Loe pikir yang namanya ‘Dong’ itu uma Donghwa apa? Yang gw maksud itu bukan Donghwa, melainkan DONGHAE!” jelas Kibum semakin geram, Continue reading

Club No. 1 Part 4

Gadis cantik itu berjalan kearah Taemin, otomatis semua makhluk disekitarnya, tanpa kecuali langsung melotot kearahnya (O)_(O) mungkin kalo bola matanya bisa keluar, bola matanya bakal langsung lompat demi ngeliat gadis itu lebih dekat, bahkan para pria didalam dan diluar kelas, memperhatikannya dari ujung kaki sampai ubun-ubunnya *bahasanya ckckck*
“Taemin-ah gwaenchanayo?” tanya cewek tadi dengan lembutnya,
“Ah de.. Nan gwaenchana noona!” jawab Taemin dengan senyum aegyonya, Continue reading

Club No. 1 Part 3

Shin Rin Hyo berdiri sambil menundukkan kepalanya, lalu ia memperhatikan dirinya dari bawah hingga atas, lalu kemudian kebawah lagi, lalu keatas lagi, lalu kebawah lagi sehingga terlihat seperti ayam yang lagi nganguk-ngangguk *project pop mode on *guk angguk angguk angguk angguk angguk angguk ~lho?!*
“Aigoo oppa bajunya kegedean ya? Maklum aku pinjem bajunya Ji Hye, kalo aku kan kurus!” kata Rinhyo yang merasa risih karena semua orang dilapangan futsal terus saja memandangnya terutama Zhou Mi,
“YA! Gw ga gendut tau!” protes Ji Hye kesal,
“Rinhyo, kan aku ga minta kamu pake baju olahraga!” kata Zhou Mi yang masih bingung sama ketelmian ceweknya,
“Katanya oppa minta ditemenin!” kata Rinhyo dengan tampang malu-malu melas *gimana ya tuch tampang*
“Temenin itu kan bukan berarti ikut main, dan yang aku maksud tuch kamu duduk dibangku penonton terus kasih semangat buat aku!” jelas Zhou Mi lebih malu, secara temen-temennya jadi pada tau, kalo dia punya pacar yang super duper telmi *piece ‘A’ kan kmu emang telmi ^^*
“Jiah gitu doang!” kata Dong Hwa saat mendengar penjelasan Zhou Mi,
“Ya udah!” sambung Chang Mi,
“Iya udah kita nonton aja yuk!” sahut Ji Hye, tapi Rinhyo yang masih malu ga berkutik dan cuma tertunduk malu ditempatnya,
“Ya elah dia matung disitu!” kata Hae Kyo sambil geleng-geleng *project pop mode on again*
“Ayo buru!” seru Dong Hwa sembari menarik-narik tangan Rinhyo. Continue reading

WHEESUNG SHOWS HIS SUPPORT FOR SHINEE


Penyanyi R & B berbakat Wheesung menunjukkan dukungannya bagi ‘saudara’ mudanya, SHINee.

Wheesung dan SHINee memiliki persahabatan yang erat satu sama lain, sehingga Wheesung memutuskan untuk menunjukkan beberapa cintanya kepada juniornya dengan mengirimkan mereka sebuah kado istimewa.

Selama live recording untuk Music Bank pada pekan lalu, Wheesung mengirimi SHINee beberapa bunga-bunga indah dalam rangka memperingati SHINee’s comeback. Meskipun Wheesung tidak dapat pergi ke ruang ganti mereka di hari itu, bunganya tetap menjadi hadiah yang bermakna.

Perwakilan mereka mengungkapkan:

“Wheesung mengirim beberapa bunga untuk SHINee”

“Wheesung selalu peduli untuk harta dan anak-anak. Ketika SHINee melihat bahwa bunga-bunga ini dikirim dari Wheesung, mereka sangat berterima kasih ”

Sementara itu, foto-foto Jonghyun memegang bunga-bunga dan SHINee bersantai di back stage Musik Bank telah terungkap.


Daebak Shinee

http://koreanindo.files.wordpress.com/2010/07/201007201032031002_1.jpg
Hanya kurang dari 3 hari, mv SHINee Lucifer telah melebihi memperoleh 1.000.000 penonton divideo website populer Youtube!

Para member telah bekerja keras untuk album terbaru mereka sepenuhnya, dan keberhasilan mereka telah jelas telah menunjukkan!

Dengan kembalinya kekuatan, para member yakin untuk merebut beberapa penghargaan khusus minggu depan di berbagai pertunjukan musik.

Tetapi untuk sekarang, terus menikmati video musik mereka dan menantikan untuk kinerja comeback pertama mereka hari ini di KBS Music Bank!

source http://www.allkpop.com/
photo http://koreanindo.files.wordpress.com